
malam ini Sintya dan Revan sudah berada di kediaman kedua orang tua nya Sintya
" mamah aku kangen " ucap Sintya sambi memeluk erat
" hhmm kamu ini udah punya suami udah jadi ibu masih aja manja"
" hhmm mamah emng gak boleh aku manja dengan mamah"
" Aldo mana?" tanya papah nya sintya
" Aldo rumah bunda pah" sahut revan
" memang nya Aldo gak tinggal dengan kalian?"
"tidak pah dia lebih suka tinggal di sana"
" kamu jangan jahat ya sama anak kamu" ucap mamah Erin
" iya... Kaka mana? "
" tau lah mamah pusing dengan Kaka kamu kerjaan nya keluyuran aja tiap hari"
" di suruh nikah aja mah"
" sudah kata nya gak mau di jodohkan dia bisa cari sendiri bilang nya kaya gitu terus tapi apa sampai sekarang belum pernah kenalkan cewe" ucap mama nya cemas
" mamah dan papah udah makan?"
"belum kita makan bareng aja " ucap papah nya
" kita nginap di sini ya" ucap Sintya manja pada Revan
" iya sayang " Revan mengelus kepala istri nya. mamah dan papah nya Sintya melihat anak dan mantu nya bahagia juga ikut bahagia .
" mamah senang pah, kita mencarikan suami yang tepat untuk Sintya, Revan sayang banget dengan Sintya "
" iya mah "
mereka pun makan malam bersama dan setelah makan malam Revan dan Sintya langsung masuk ke dalam kamar nya Sintya . saat di kamar telepon nya Sintya berbunyi di lihat nya di ponsel nya bernama intan
"hallo Tan, kenapa?"
" gak papa sin gue lagi gak ada teman aja" ucap intan
" hhmm bagaimana? apa papah Lo udah temukan lelaki buat Lo?" tanya Sintya
" kayak nya belum sin, gak gampang kan orang yang mau sama cewe kaya gue , ya kalo memang gak ada yang mau sama. gue gue gak papa hidupin anak gue sendiri sin"
" Lo jangan ngomong kaya gitu Tan gue yakin pasti ada yang mau sama Lo, Lo kan cantik Lo sabar aja ya"
" iya sin makasih ya Lo selalu ada buat gue makasih banyak " terdengar suara intan seperti ingin menangis
__ADS_1
" Lo jangan sedih lagi Lo jangan berpikir macam macam Lo pikirkan kandungan Lo aja "
"iya sin, gue mau istirahat dulu ya" telepon pun langsung di matikan intan
Revan yang di sebelah Sintya langsung menanyakan dengan kepo nya
" kenapa intan?"
" hhm pasti kamu penasaran kalo aku telepon sama intan "
" hhmm sayang kamu mah gitu dengan aku " ucap Revan yang merengek di samping Sintya
" intan masih sedih beb dan orang tua nya masih belum menemukan lelaki yang mau dengan nya ya aku suruh sabar aja dulu jangan mikirkan macam macam "
" hhmm" ucap Revan singkat seperti ada yang di pikirkan Revan
" kamu kenapa? apa yang kamu pikirkan ?" tanya Sintya curiga dengan Revan
" enggak aku aneh aja intan belum menikah kok bisa ya cepat hamil nya, sedangkan kamu kita sudah menikah hampir satu tahun tapi kamu belum hamil juga! berarti aku harus mengeluarkan tenaga ekstra lagi tuh biar cepat "
ucapan Revan membuat Sintya kaget dan kesal
" beb kamu ngomong apa??.." ucap Sintya gemas sambil mencubit pinggang nya Revan
" aw ...aw.. sakit beb.. iya maaf! kan maksud aku kalo sudah ada baby aku bisa main nya sama Beby aja gak sama kamu lagi hehe"
" udah aku mau tidur kamu jangan bahas itu lagi.. aku masih belum kepikiran" ucap Sintya
---🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷----
keesokkan hari nya jam sudah menunjukkan pukul 07.00 matahari sudah mulai masuk ke dalam kamar. namun Sintya dan Revan belum juga bangun
" tok..tok...tok.." terdengar suara ketukkan pintu dari luar Revan yang mendengar nya langsung beranjak bangun dan mengenakan baju kaos nya .
" kenapa mah" tanya Revan dengan suara serak bangun tidur
" kalian baru bangun? Sintya masih tidur? "
" iya Sintya nya masih tidur.. Revan juga baru bangun "
" maaf ya mamah mengganggu, kalian gak kerja sekarang sudah jam 07.00 sarapan juga udah siap"
" makasih mah.. nanti kita turun "
" ya udah mamah mau ke dapur lagi"
Revan pun menutup pintu kamar nya kembali dia merebahkan tubuh nya kembali di lihat Sintya yang masih tertidur pulas dengan tenang nya .
" hhm sayang" ucap Revan dengan memeluk gemas istri nya yang tidur " aku sayang banget sama kamu" ucap Revan pelan. namun Sintya tetap tidur dengan tenang nya .
Sintya terbangun dari tidur nya di lihat jam sudah pukul 8.30 di tatap nya lelaki di sebelah nya yang sedang tidur dengan tangan di perut dia.
__ADS_1
" jam 08.30 apa dia gak kerja? " tanya Sintya dalam hati
" beb... kamu gak kerja" Sintya membangun kan Revan
" hhm.." Revan mengucek mata nya " aku pengen terus dengan kamu" ucap Revan manja
" tapi kamu harus ke kantor, udah ayo bangun terus mandi, aku mau kedapur bantu mamah" ucap Sintya dengan melepaskan tangan Revan namun Revan kembali menarik tangan nya Sintya belum sempat Sintya menahan nya Revan langsung mencium bibir nya sekilas
" morning kiss" ucap Revan sambil tersenyum lebar. Sintya langsung cemberut
"hhmm gak tau orang belum sikat gigi asal cium aja" gerutu kesal Sintya
Revan sudah selesai mandi saat dia cek ponsel nya di lihat nya 3 panggilan tak terjawab ternyata raga yang nelpon. namun Revan tidak menelpon balik Raga.
" sayang.. sarapan nya udah siap" ucap Sintya manggil Revan
" iya sayang, " Revan dan Sintya menuruni anak tangga " oh ya beb tadi raga nelpon aku tadi aku gak keangkat, ada apa ya?"
" hhm apa mungkin raga mau sama intan ya?"
" yah gak tau"
" maka nya di telpon lagi jadi dia tau dia mau apa"
" hhm males ah siapa yang penting " ucap Revan cuek
" kamu mah ke biasakan begitu sama orang " ucap Sintya kesal
saat mereka sarapan ponsel nya Revan berdering di lihat dari layar ponsel nya raga yang nelpon
" hallo " ucap Revan
" Lo dimana? Lo gak masuk kantor? "
" gue masih di rumah mamah nya sintya kenapa?"
" hhm nanti malam antar gue ke rumah nya intan mau gak Lo? "
" Lo serius ?"
" iya gue serius "
" ok gue dan Sintya pasti antar Lo! nanti kabarin aja jam berapa nya "
" ok thanks"
raga pun langsung mematikan ponsel nya Sintya yang duduk di sebelah Revan langsung penasaran ada apa raga menelpon.
" kenapa?"
" raga mau sama intan " ucap Revan tersenyum
__ADS_1
" yang benar beb, aku senang dengar nya" Sintya sangat senang akhirnya raga mau dengan intan