
malam ini dini sudah berpakaian rapi menggunakan gaun berwarna coklat muda nya yang panjang nya selutut . dengan rambut yang di biarkan nya terurai membuat kecantikan nya semakin keluar .
" Lo mau kemana ?" tanya Heri yang lagi berbaring di kasur nya
" Lo lupa? kan gue mau teraktir Lo malam ini!"
" hah memang nya serius? gue kira itu cuman omong kosong Lo doang "
" lo anggap omong kosong! ya sudah kalo Lo gak mau gue keluar sendiri. gue mau jalan jalan di daerah sini sebelum gue pulang " ucap dini
" ok tunggu gue gue ganti baju " Heri langsung beranjak dari kasur nya menuju kamar mandi
dini tersenyum tipis saat mendengar Heri mau ikut dengan nya .
sekarang Heri sudah berganti baju dan celana jeans pendek nya .
" Lo cuman pakai itu?" tanya dini heran
" memang nya kenapa. kan cuman jalan jalan di daerah sini gak ke mall kan? ke mall juga gue pede kaya gini " ucap Heri . Heri emang orang nya santai gak mau terlihat berwibawa atau yang aneh aneh .
" kalo Lo kaya gitu mah mending gue paket baju tidur" ucap dini kesal
" udah gak papa Lo cantik ko kaya gini " ucap Heri membuat wajah dini memerah
mereka keluar dari hotel berjalan santai menelusuri taman di dekat hotel yang lumayan ramai .
" Lo mau makan apa? " tanya dini
" apa aja! itu juga boleh" jawab Heri sambil menunjuk kerobak bakso di taman itu
dini langsung membalikkan wajah nya kepada Heri, seperti heran " memang nya Lo gak masalah makan di situ?"
" memang nya kenapa? bagi gue gak masalah kan sama sama makanan dan sama sama kenyang! bahkan kita bisa lebih berbaur dengan orang dan orang orang kecil! menurut gue kita harus tetap menghargai orang kecil, orang yang di bawah kita, kita gak bisa membantu setidaknya kita bisa membeli " ucapan Heri membuat dini terdiam menatap wajah nya
" gue baru kali ini kenal cowok sebaik dan sesabar ini" ucap dini dalam hati. bagaimana tidak karena banyak lelaki yang gak mau dekat dengan dini karena gak suka amarah nya namun Heri malah selalu meredakan amarahnya
" hey.. kenapa Lo diam? kita jadi makan gak? " tanya Heri
" jadi .. "
" kalo Lo gak mau dan gak biasa makan di tempat seperti itu ya gak papa kita cari tempat yang Lo suka" ucap Heri
" gak gue mau kok..." ucap dini sambil terbata bata
__ADS_1
mereka pun memesan bakso di taman itu
" mas bakso nya dua ya" ucap Heri
" tunggu sebentar ya mas" jawab tukang bakso itu
tak lama mereka menunggu bakso itu sudah di hidangkan
" silahkan "
" makasih " ucap dini kepada tukang bakso
Heri langsung menyantap bakso itu dengan nikmat nya dini di sebelah nya masih ragu ingin memakan nya
" kenapa kok gak di makan?" tanya Heri " makan aja gue jamin kok Lo makan gak bakalan sakit perut. malah ini enak" ucap Heri meyakinkan dini
dini pun memakan bakso nya
" enak kan?" tanya Heri
dini hanya mengangguk dan tersenyum
setelah mereka selesai makan dini ingin membayar nya
" tapi kan gue yang ajak makan"
" memang nya ada yang melarang mengajak makan tapi bukan dia yang bayar? gak ada kan. jadi biar gue yang bayar"
" makasih ya" ucap dini tersenyum. malam ini dini lebih sering tersenyum
selesai makan mereka duduk di kursi di taman itu
cuaca malam itu begitu cerah banyak bintang bintang dan bulan
" malam ini begitu indah, rasa nya gue gak ingin pulang ke Jakarta " ucap Heri sambil menatap wajah nya dini yang tanpa di sadari dini
" memang nya kenapa?"
" ya kalo pulang ke Jakarta gue gak bisa jagain Lo tidur lagi" ucap Heri tertawa
dini langsung memanyunkan mulut nya
" nggak... gue merasa disini begitu tenang, membuat semua permasalahan di pikiran gue seketika hilang "
__ADS_1
dini hanya menanggu " eh Lo kerja sama Revan udah berapa lama? "
" semenjak lulus SMA tapi tidak langsung seperti ini "
" terus Lo sebagai apa ? "
" gue dulu jadi cleaning servis hampir dua tahun. dan saat itu gue juga sambil kuliah "
" Lo jadi cleaning servis? "
" iya.. gue apa aja gue kerjakan dulu demi adik dan mamah gue "
" papah Lo udah gak ada? "
" papah udah meninggal semenjak kami kecil dan adik gue punya penyakit leukimia semenjak kecil jadi gue yang harus jadi tulang punggung dan harus ngobatin adik gue"
" tapi adik Lo masih hidup? "
" masih sampai sekarang dia masih bisa bertahan apa pun cara nya gue tetap harus obatin dia walau gue harus jual mobil yang ke dua kali nya. dulu gue yang sering antar Revan kemana mana di minta pak Arya maka nya gue dekat dengan Revan dan dia juga yang angkat gue. gue udah utang Budi banyak sama Revan dia sering bantu gue dan keluarga. Revan itu sebenarnya orang nya baik banget namun kalo sama karyawan dia memang tegas " ucap Heri yang kelihatan nya sedih
" Lo yang sabar ya.. cobaan Lo begitu berat" ucap dini sambil mengelus punggung nya Heri
" itu bukan cobaan din.. itu yang buat semangat hidup gue, senyum dari mamah dan adik gue yang buat gue semangat kerja sampai sekarang Din. rasa nya senang banget kalo melihat adik gue tersenyum di muka nya yang puncat ! gue tetap ingin dia hidup bahagia gue ingin dia sembuh tanpa bergantung dengan obat obatan lagi cuman itu yang gue harapkan dari adik gue" ucap Heri sambil meneteskan air mata nya
dini yang melihat nya menangis langsung iba " Lo udah menikah ? "
" belum sampai sekarang gue gak berani deketin cewe karena gue takut kalo gue menikah istri gue gak bisa terima adik dan mamah gue! cuman itu yang gue pikirkan "
dini langsung terdiam mendengar cerita nya Heri " ternyata begitu berat beban dan masalah yang dia hadapi. tapi dia begitu sabar dan ikhlas menjalani nya" ucap dini yang juga meneteskan air mata
" gue minta maaf ya udah menilai Lo yang macam macam " ucap dini
" gak papa Lo gak salah kok" Heri kembali tersenyum " gue minta maaf ya gue jadi nangis cerita sama lo, gue paling gak bisa nahan sedih kalo ingat adik gue "
" adik Lo cewe apa cowok "
" dia cewe sekarang berumur 18 tahun . tapi masa remaja tidak seperti masa remaja yang lain nya, dia harus bolak balik ke rumah sakit harus bertarung antara hidup dan mati di meja operasi. gue minta maaf ya gue malah cerita kehidupan gue sama Lo "
" gak papa gue senang kok dengar nya" ucap dini tersenyum
----------BERSAMBUNG-------
jangan lupa like, komen dan vote nya ya biar author up terus
__ADS_1