
ke esokkan hari nya
Sintya masih berada di rumah sakit namun saat Sintya terbangun dari tidur nya Revan sudah tidak ada di ruangan, Sintya pun mencoba mengambil ponsel nya dan menghubungi Revan namun saat di menelpon ponsel Revan malah berada di kursi panjang
" kemana dia kok gak ada bawa telepon " ucap Sintya bingung
cukup lama Sintya menunggu Revan dengan gak ada kabar nya gak tau kemana, namun saat itu ponsel Revan berbunyi kembali, Sintya langsung mengambil Dan di lihat nya siapa yang menelepon suami nya namun di ponsel itu tertulis dini
" ada apa dini menelpon Revan" tanya Sintya dalam hati
Sintya mematikan telepon dini namun dini tetap menelpon, dengan memberanikan diri Sintya mengangkat nya
" hallo" terdengar suara dini dari ponsel
" iya " sahut Sintya singkat
" ini dengan pak Revan ? hm hari ini kita ada rapat penting di kantor pak ibu indah yang memberi tahu saya " ucap dini
" maaf saya istri nya suami saya lagi keluar" ucap Sintya gugup dengan sebisa mungkin dia agar dini tidak mengenali suara nya
" istri nya? oh pak Revan udah punya istri " ucap dini
" nanti saya sampaikan dengan suami saya nanti kamu telpon lagi aja" telpon pun langsung di matikan. Sintya dia tidak mau lama lama berbicara dengan dini nanti dini pasti mengenal suara nya .
cukup lama Sintya menunggu revan akhirnya Revan datang
" baby sudah bangun" ucap Revan sambil membawa dua bungkusan
" kamu dari mana beb? kok ponsel kamu gak di bawa?" tanya Sintya manja
" maaf ya sayang aku tadi niat nya cuman beli makan di kantin depan tapi aku lihat lihat makan nya gak ada orang yang jualan bubur makanya aku keluar "
" oh " ucap Sintya singkat
" masih sakit beb perut nya "
Sintya hanya mengangguk pertanda masih sakit
" makan ya sayang aku suapin " Revan pun langsung mengambil piring dan langsung menyuapin Sintya
" beb " panggil Sintya
" ada apa beb"
'' tadi dini nelpon dia bilang kalo hari ini ada rapat penting di kantor "
" astaga aku lupa beb ngasih tau kalo aku gak bisa masuk kantor, terus apa kata dia lagi"
" ya aku suruh telpon lagi nanti , kalo kamu mau ke kantor ke kantor aja beb biar nanti perawat aja yang jaga aku " ucap Sintya
" gak sayang aku tetap temani kamu di sini kamu jangan khawatir " ucap Revan sambil menyodorkan bubur ke mulut Sintya
__ADS_1
tak lama Revan menyuapi Sintya telpon nya pun berbunyi tertera di sana bertuliskan ibu indah
" hallo" ucap Revan tegas
" maaf sebelumnya pak bapa hari ini masuk kantor gak"
" maaf saya lupa ngasih tau kalo hari ini saya gak bisa masuk kantor karena istri saya lagi sakit " Sintya mendengar ucapan Revan mata Sintya langsung melotot seperti mau keluar
" oh berarti pak Revan punya istri " ucap ibu indah dalam hati
" jadi . bagaimana rapat nya pak "
" baik lah begini saja saya ikut rapat tapi lewat aplikasi nanti di sana pakai LCD biar jelas muka saya nanti saya kasih kode aplikasi saya" ucap Revan tegas
" baik pak"
" tunggu saja saya masih suapin istri saya"
telpon pun terputus
di kantor
" Din memang pak Revan udah punya istri ya" ucap ibu indah kepo
" saya juga kurang tau tapi tadih saya telpon istri nya yang angkat "
" begitu baik lah kamu kasih tau semua staf sebentar lagi rapat di mulai dan tolong kasih tau Sintya dia harus bersiap siap karena di juga ada presentasi "
" Sintya mana " tanya ibu indah
" dia tidak masuk hari ini Bu"
" aduh.." ucap ibu indah kesal " seenak nya dia saja kerja "
Revan pun mengasih kode aplikasi punya dia dan saat itu sudah terhubung. terlihat Revan LCD menggunakan baju baju biasa seperti sibuk mengupas apel
" silahkan bisa di mulai rapat nya dan silahkan presentasi " ucap Revan tegas Sintya disebelah tidak berani bersuara apa apa
" maaf pak untuk hari ini Sintya tidak masuk namun. file nya ada dengan saya " ucap ibu indah
" ok kalo begitu biar ibu saja yang menjelaskan " ucap Revan
" kenapa ya setiap pak Revan gak masuk Sintya juga gak masuk" ucap Bella dalam hati
rapat pun berjalan dengan lancar Sintya di samping Revan begitu kagum melihat Revan dengan begitu berwibawa saat dia memimpin rapat
" ada apa, hhmm kenapa kamu menatap ku seperti itu" tanya Revan
Sintya hanya menggeleng kan kepala nya
semua karyawan di dalam ruangan itu langsung bersorak seperti nonton bioskop
__ADS_1
" hhmm soswett" ucap para karyawan
" pak Revan benar benar punya istri berarti sudah tidak ada kesempatan buat aku " ucap dini dalam hati sambil menarik napas panjang
" pak boleh kita semua melihat. keadaan istri bapak" ucap Bella dengan kepo nya
Bella benar benar kepo hari ini dia menduga kalo istri Revan adalah Sintya
" maaf untuk saat ini saya tidak bisa membuka ke pribadi saya dulu nanti suatu saat saya pasti akan memperkenalkan kepada kalian ' ucap Revan
'' baik saya akhiri rapat hari ini " revan langsung menutup leptop nya
" kenapa beb mereka semua penasaran ya siapa istri kamu" tanya sintya
" iya sebenarnya aku pengen banget sudah hilang kepada orang orang semua kalo kamu lah istri aku yang aku sayang yang membuat aku langsung turun tangan di kantor itu " ucap Revan dengan angkuh nya
Sintya melihat suami nya langsung mencubit pinggang Revan
" au sakit beb" pengen Revan sambil tertawa
" manja banget " ucap Sintya
" beb aku kapan boleh pulang?"
" kamu bosan di sini ya Beb, kita tunggu kabar dari dokter dulu" ucap Revan
Revan langsung mengambil ponsel Sintya dan menelpon seseorang
Tut..Tut..Tut .. telpon terhubung
" menelepon siapa " tanya Sintya namun Revan tidak menjawab Revan terus menunggu telpon nya dia angkat, Sintya langsung ngambek dan membalikkan badan nya karna merasa gak di dengarkan
" hallo" terdengar suara cewe di telpon
" hallo kamu dimana" tanya Revan tegas
" di kampus kenapa"
" ini sahabat kamu lagi sakit di rumah sakit dan sekarang dia lagi bosan gak ada teman di ruangan" Sintya yang mendengar ucapan Revan langsung teriak intan . dia sudah mengetahui pasti yang di telpon Revan itu intan cuman intan yang sahabatnya Sintya dan yang mengenal Revan
" sebentar lagi aku bubar kelas langsung ke situ, uruanga. apa?"
" nanti aku WhatsApp ruangan nya "
" oke" telpon pun terputus
" kok kamu tau aku kangen sama intan beb" ucap Sintya manja
" bukan aku nama nya kalo tidak tahu apa mau nya istri ku" ucap Revan dengan sombongnya
---------------BERSAMBUNG------------
__ADS_1