
saat mereka asik di kamar intan untuk menenangkan intan mama nya mengetuk pintu
tok ..tok...tok... makanan nya " ucap mama intan
Sintya langsung menghampiri " duh mah maaf ya kalo kita ke sini merepotkan "
" aghh enggak .. mau makan di sini aja?" tanya mamah nya jnta
" iya mamah juga ikut makan" ucap Sintya
" tidak usah mamah masih kenyang, mamah kembali ke dapur ya"
" iya makasih banyak "
mamah nya intan kembali ke dapur
" Tan Lo ikut makan ya?"
" gue masih kenyang " sahut intan
" ini ada apel juga Lo makan apel aja ya ! Lo harus jaga kesehatan dan kandungan Lo juga Kan beb"
" iya" sahut Revan
intan hanya mengambil satu biji apel itu pun tidak habis di makan nya
setelah selesai makan intan dan Revan langsung berpamitan untuk pulang karena malam sudah terlalu larut .
" mah pah Sintya pulang ya" ucap Sintya yang berpamitan dengan orng tua nya intan
" iya hati hati di jalan" ucap papah nya intan
di perjalanan Sintya masih agak shock tau sahabat nya hamil di luar nikah
" kamu kenapa beb?" tanya Revan sambil mengelus rambut nya Sintya
" aku masih gak percaya Lo beb dengan semua ini karena menurut aku intan itu orang nya gak kaya gitu"
" terus kalo kamu gak percaya, kenyataan nya gimana?"
" iya sih"
" ya udah kamu jangan terlalu mikirin kita cari jalan keluar nya aja supaya ada yang mau terima inta"
" hhmm iya "
keesokkan hari nya jam sudah menunjukkan pukul 07.00 namun Revan belum juga bangun
" sayang ..." panggil Sintya dengan lembut
' hhmm" sahut Revan dengan mata yang masih terpejam
" kamu gak ke kantor?"
"ke kantor.. tapi nanti agak siangan aku masih capek " sahut Revan dengan suara serak bangun tidur
" kamu gak ada metting hari ini"
" gak ada,, kamu gak usah kerja ya kamu di rumah aja"
__ADS_1
" tapi.. "
" pokok nya kamu di rumah aja hari ini " ucap Revan manja
tanpa membantah apa apa Sintya menuruti permintaan suami nya dan dia juga sekarang keseringan males ke kantor. ya lebih enak di rumah dengan kehidupan mewah tanpa dia bekerja pun kehidupan nya tidak akan kekurangan .
Sintya merebahkan kembali tubuh nya di samping Revan
" beb menurut kamu raga mau gak ya sama intan" tanya Sintya
" ya gak tau kita usahakan aja" sahut Revan sambil memeluk Sintya " temani aku tidur lagi" bisik Revan
" iya..."
jam sudah menunjukkan pukul 08.15 Revan sudah bersiap siap pergi ke kantor sedangkan Sintya yang lagi sibuk di dapur yang masih menggunakan baju tidur nya.
" kamu masak apa?" tanya Revan
" masak terong balado dan nasi goreng! kamu mau yang mana?
" aku mau nasi goreng aja" ucap Revan dengan tangan yang melingkar di pinggang ramping jua Sintya
" beb jangan gitu aku belum mandi.. bau"
" enggak kok" Revan sambil mencium leher jua Sintya " walau kamu gak mandi kamu tetap wangi nih "
" kamu tunggu di meja makan dulu aku siapin makanan kamu"
" bi Inah mana? kok gak kelihatan "
" bi Inah lagi ke pasar soal nya sayuran dan yang lain nya. sudah pada habis "
" Nih makan nya, aku makan juga "
Sintya dan Revan pun menikmati makanan yang Sintya masak " kamu memang pintar masak" gombal Revan sama Sintya
beberapa menit setelah mereka makan Revan langsung berpamitan untuk berangkat nke kantor
" aku ke kantor dulu ya sayang , kamu jangan macam macam di rumah, kalo mau kemana mana telepon aku" ucap Revan sambil mencium pipi, kening dan bibir Sintya
" iya sayang! udah sana berangkat "
Revan pun masuk kedalam mobil nya dan langsung menjalankan mobil nya dengan kecepatan tinggi
sesampainya di parkiran mobil terlihat mobil nya Heri yang baru juga parkir Revan langsung bergegas menghampiri Heri
" dari mana Lo" tanya Revan dengan tegas
" dari luar beli makan, Lo gak kerja ?" terlihat di dalam mobil nya heri ada dini yang sedang tertunduk antara takut dan malu
" Lo gak kerja? yah Lo baru juga pacaran udah berani keluyuran di jam kerja " ucap Revan
dini keluar dari mobil nya Heri " permisi pak saya ke dalam"
" hhm " dengan cuek Revan menyahuti dini, kali ini dini benar benar takut, takut Heri di marahi habis habisan dengan Revan
" hari ini kita gak ada metting jadi Lo ikut ke ruangan gue, nanti raga juga ke sini" ucap Revan
" ngafain..."
__ADS_1
" pokok nya ikut aja "
Revan dan Heri pun masuk ke dalam ruangan nya Revan terlihat dini yang pokus dengan pekerjaan nya .
" hey sayang" panggil Heri ke dini. dini langsung kaget melihat Heri masuk ke dalam kantor nya
" kamu ngafain ?" tanya dini dengan muka gugup
" di suruh Revan ke ruangan nya"
" ngafain? kamu gak akan di marahin kan"
" yah gak tau "
Revan yang berjalan di depan nya Heri baru menyadari kalo Heri tidak ada di belakang nya dan Revan kembali mencari Heri
" pasti lagi sama dini" ucap Revan kesal
" Lo di suruh keruangan gue malah mampir nya disini " ucap Revan yang langsung menarik dasi nya Heri
" dah.. nanti pulang sama aku ya" teriak Heri
" pulang masih lama" sahut Revan
" Lo gak bisa banget liat teman bahagia "
" masih jam kerja " sahut Revan yang terus menarik Heri
sampai nya di ruangan Revan
" Lo ngafain ngajak gue kesini?
" kita tunggu raga, ada yang gue omongin " ucap Revan
" raga jam berapa datang "
" jam 11 setelah pulang nya Aldo "
Heri melihat jam tangan nya masih jam 09.00 " ini masih jam 09.00 raga datang jam 11.00 berarti gue harus menunggu raga 2 jam lagi dong" ucap Heri bete " gue nunggu di luar aja"
" Lo berani keluar dari ruangan gue, gue gak akan perbolehkan Lo lagi masuk ke dalam ruangan gue" ancaman revan memang sadis
kalo gak boleh masuk ke dalam ruangan Revan sama aja dia di pecat .. " hhmmm " Heri menarik napas panjang dan mengambil ponsel nya.. terlihat begitu bete Heri di ruangan Revan
" gue ngantuk..." teriak heri
Revan hanya melihat tingkah laku sahabat nya ini " emang enak gue kerjain, siapa suruh jam kerja. malah keluyuran " ucap Revan dalam hati
terdengar suara ponsel Heri berbunyi
langsung dengan cepat Revan mengangkat telepon nya. terlihat dari layar telepon nya dini yang nelepon
" hallo sayang..kamu kenapa lama banget di ruangan Revan "
" jam kerja gak boleh telepon nan " sahut Revan dengan suara seram nya .
dini yang mendengar Revan mengangkat telepon nya langsung mematikan telepon nya
----BERSAMBUNG
__ADS_1