Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
63


__ADS_3

malam ini intan menelpon Sintya untuk mengantarkan mobil nya


" hallo" ucap Sintya


" Lo dimana? "


" di rumah kenapa? "


" gue boleh minta tolong gak? kalo gue gak ngerepotin tolong antarkan mobil gue "


" oh boleh tapi tunggu sebentar ya Revan masih cek kerjaan nya tapi Lo jangan khawatir gue pasti ke rumah Lo"


" makasih ya sin"


"iya santai aja, Lo udah baikan ? "


" nanti gue cerita sama Lo. telepon gue matiin ya"


" iya... " telepon terputus


Sintya dengan segera langsung menghampiri Revan di tempat kerja nya Revan .


" beb...." Sintya memeluk Revan dari belakang dengan manja nya


" kenapa sayang" sahut Revan dengan tatapan pokus ke laptop


" kamu masih sibuk ya"


" enggak sebentar lagi selesai! memang nya kenapa? "


" hhm tadi intan menelpon minta di antarkan mobil nya "


" hhmm " Revan langsung menutup leptop nya " ayo iya kerumah nya sekalian beli makanan aku juga lapar"


" beli makan ? "


" iya kungkin dengan makanan intan bisa tenang" ucap Revan sambil tertawa


" kamu aja yang beli aku duluan bawa mobil nya gimana? "


" iya sayang apa sih yang enggak buat istri aku" Revan mencium kening nya Sintya dan Sintya tersenyum lebar dengan tingkah laku Revan


" aku sayang kamu" ucap Sintya memeluk Revan


mereka pun langsung berangkat menuju rumah nya intan namun di pertengahan jalan mereka berpisah karena Revan harus membeli makanan dan sedikit cemilan untuk di rumah nya intan .sintya sudah berada di depan rumah nya dan menekan bel rumah nya ternyata yang membuka kan pintu nya adalah ibu nya intan. dengan wajah lebab seperti habis menangis dan juga terlihat papah nya intan yang sedang duduk di sofa termenung seperti ada masalah besar dalam keluarga ini .terasa begitu sepi dan hening di keadaan rumah itu


" permisi mah... aku nganter mobil intan, intan nya ada? "


" intan nya ada di kamar " ucap mamah nya dengan suara parau bekas menangis


" ada apa mah? "


"hhmm tidak kamu tanya sama intan aja, kamu langsung ke kamar nya aja" ucap mamah nya dengan suara tahan tangis


Sintya langsung menuju kamar nya intan

__ADS_1


tok..tok...tok Sintya mengetuk kamar nya intan


" Tan nih gue Sintya" ucap Sintya dari luar kamar


intan langsung membuka pintu kamar nya.


" masuk sin" ucap nya dengan nada lemas " Lo sendiri aja?"


" sama Revan tapi Revan masih beli makanan buat kita" ucap Sintya sambil tersenyum


" gue udah makan "


" yah gak papa makan lagi "


intan tidak menjawab ucapan Sintya dia duduk tertunduk dengan tatapan kosong


" Lo kenapa? ada masalah apa?" Sintya mulai bertanya pada intan


mendengar pertanyaan Sintya intan langsung menangis dan memeluk Sintya erat, air matanya terus saja mengalir


" gue...." ucapan intan terputus karena ponsel nya Sintya berbunyi, di lihat Revan yang nelepon


" aku di depan" ucap Revan lewat telepon


"aku di kamar nya intan kamu langsung tanya sama mamah nya intan aja"


Revan menekan bel rumah nya intan dan terlihat mamah nya yang membuka pintu nya


" masuk nak" Sintya nya ada di kamar nya intan


" ini apa? "


" sedikit cemilan dan makanan


" gak usah repot repot kita semua sudah makan malam"


" gak papa mah"


" nanti mamah antar ke kamar intan ya"


" iya " Revan langsung menuju kamar nya intan terlihat di dalam kamar nya intan lagi menangis dalam pelukan istri nya


tok..tok..tok... Revan mengetuk pintu kamar nya


Sintya yang melihat nya memberi kode untuk mempersilahkan Revan masuk dan Revan mengengkat alis nya juga memberi kode pada Sintya seperti ingin berkata " intan kenapa "


" Lo ada masalah apa? Lo bisa cerita sama gue dan Revan siapa tau kami bisa bantu" ucap Sintya


intan yang menyadari kalo ada Revan di kamar nya langsung menghapus air mata nya " gue malu pengen cerita " ucap intan dengan wajah menunduk


"Lo gak usah malu, kami akan bantu Lo, kan Lo udah sering bantu kita" ucap Revan dengan memberi semangat pada intan


" gue ha--mi--l sin" ucap intan dengan suara terputus dan menangis


Sintya dan Revan langsung kaget dengar pengakuan intan, dalam benak nya Revan " berarti benar yang gue duga selama ini" Revan memang sudah menduga setelah melihat intan yang sering mual mual.

__ADS_1


" Lo hamil dengan Edo? " tanya Sintya


" iya tapi.."


" tapi kenapa?apa Edo tidak mau bertanggung jawab" sahut Revan dengan suara geram


intan mengangguk kan pertanyaan Revan


" memang kurang ajar tuh cowo seenak nya aja dia meninggalkan " ucap Revan yang ikutan geram


" orang tua Lo tau " tanya Sintya


" gue udah cerita sama orang tua gue dan mereka sangat menyesal merasa kecolongan banget, gue menyesal sin " ucap intan dalam tangis nya


" terus siapa yang akan bertanggung jawab"


" kata papah akan carikan lelaki yang mau menerima gue dan anak gue tapi gue gak tau bagaimana lelaki nya"


" bagaimana kalo raga" ucap Revan seenak nya seperti tidak memikirkan dulu apa raga mau atau tidak


" tapi.. gue udah nolak raga dan dia pasti lagi marah banget sama dia dan gue rasa dia juga gak mau dengan cewe kaya gue. cewe yang hamil di luar nikah yang tidak ada mau bertanggung jawab "


" gue akan cari Edo " ucap Revan


" tidak usah papah sudah tidak mau melihat wajah nya Edo"


" terus bagaimana dengan anak Lo dan kehidupan Lo? gue mau kok rawat anak lo, Lo tetap kuliah aja" ucap Sintya


" gue gak mau pisah dengan anak gue hiks... hiks . "


" Lo gak terpisah! kalo anak Lo sama gue Lo bebas kapan pun mau jenguk dia "


" gue gak siap, gue rasa itu bikin gue tambah sakit"


"iya beb kita cari lelaki untuk intan aja aku akan bicara dengan raga tentang hal ini "


" udah berapa bulan Lo hamil "


" gue belum periksa tapi gue udah telat hampir 3 bulan "


' Lo yang sabar ya Tan gue yakin Lo pasti ada jalan keluar nya, gue akan selalu bantu Lo dan selalu ada buat Lo kalo Lo kenapa kenapa"


Revan langsung mengambil ponsel di saku celana nya dia langsung menghubungi raga


" hallo" ucap raga seperti bangun tidur


" Lo lagi apa dan dimana? "


" gue di rumah lagi tidur kenapa?"


" temui gue di jalan ××××× ada yang ingin gue bicarakan "


" penting banget ya? gak bisa besok aja? gue capek banget pengen istirahat"


"ya udah besok Lo datang ke kantor gue jam 11 siang tapi sebelum ke kantor gue Lo jemput Aldo dulu! gimana"

__ADS_1


" hhmm ya udah oke bos" telepon langsung di di matikan raga


__ADS_2