Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
126


__ADS_3

sintya sudah di perbolehkan rumah sakit pulang ke rumah, sudah beberapa hari revan tidak masuk kantor karena dia tidak ingin meninggal kan sintya sendiri di tambah lagi sintya masih bingung menjadi ibu baru maka nya revan yang membantu. sebenar bunda nya revan dan mamah nya ingin selaki menginap dan merawat cucu nya namun sintya menolak nya dengan alasan dia ingin mandiri merawat anak nya sendiri walau pun revan yang selalu jadi sasaran nya.


" sayang... " teriak sintya dari dalam kamar


" iya sayang kenapa? " sahut revan yang sedang duduk di kursi depan kamar mereka


" bikinkan susu sayang "


" iya sayang... "


beberapa menit kemudian revan belum juga datang


" sayang kok lama sih.. dira nya udah nangis, aku lagi ganti pempers nya" lagi lagi sintya berteriak memanggil revan


" iya ini aku datang.. " revan membawa sebotol odot yang berisi susu. karena ASI nya sintya tidak mau keluar terpaksa anak nya di minumin susu formula

__ADS_1


" kamu lagi sibuk apa sih? kaya nya sibuk banget dengan tab kamu? " tanya sintya curiga


" aku sibuk dengan dokumen dokumen kantor sayang"


" hhm ya udah kalo gitu besok kamu masuk kantor aja " ucap sintya judes dengan muka datar nya dan dengan sibuk menggendong bayi nya yang sudah mulai rewel


" kok kamu marah sih.. kan aku sudah janji sama kamu untuk sementara aku temani kamu dulu di rumah tapi kan kamu juga tau bagaimana tanggung jawab aku di kantor sayang "


" gak papa kalo kamu mau kerja besok aku gak melarang aku biar sama bi inah aja"


" tau lah terserah.. nih gendong dira aku mau ke dapur siapin makan malam" sintya menyerah kan anak nya kepada revan


lain hal nya dengan deni yang sedang berada di Amerika Serikat. dan kebetulan di sana sedang musim dingin


di rumah nya om Faris adik dari mamah nya.

__ADS_1


dewi merasa canggung karena numpang dan hidup di rumah om nya deni


" ayo makan" ajak om nya yang sudah duduk di meja makan dan makanan enak yang sudah terhidang di atas meja makan


" tidak usah kita biar makan di luar aja " ucap Ibu nya menolak dengan sopan


" kenapa harus makan di luar, gak usah sungkan anggap saja rumah sendiri.. sebelum ibu dan anak ibu datang kesini deni dan mba saya sudah menelpon dan meminta ijin kepada saya dan saya merasa senang karena deni bisa berkunjung kesini lagi dan saya juga sudah temukan rumah sakit yang bagus di sini"


ibu nya dewi benar benar terharu mendengar kebaikan dan ketulusan keluarga nya deni


" ayo bu makan " ajak deni


" Terima kasih karena pak Faris dan istri sudah Terima saya dan anak saya, saya benar benar minta maaf kalo merepotkan di sini dan Terima kasih juga untuk nak deni karena sudah tulus membantu keluarga kami"


" ibu jangan seperti itu saya ikhlas membantu dan saya ingin dewi bahagia " ucap deni sambil mengelus tangan nya dewi yang duduk di samping nya

__ADS_1


__ADS_2