
di perjalanan Sintya melihat orang jualan bubur dan jajanan empek-empek anak di depan sekolah SD
" stop " teriak Sintya membuat Revan kaget
" kenapa beb jadi minta mendadak berhenti"
" aku pengen itu.." ucap Sintya sambil menunjuk jajanan
" tapi beb.. kamu yakin beli di sini "
" aku pengen bubur dan empek empek itu"
Revan tidak bisa menolak permintaan istri nya " hhhmm.. tunggu di sini biar aku yang beli "
" yang pedas ya Beb" teriak Sintya dari dalam mobil
Revan pun berjalan untuk membeli nya
" mas bubur nya satu "
" empek empek nya 1 porsi pedas ya"
para ibu ibu dan Tante Tante yang menunggu anak nya sekolah pada menatap wajah revan
" mas pengantin baru ya" tanya salah satu ibu di sini
" iya " ucap Revan singkat
* nih mas bubur nya "
Revan pun membayar. bubur dan empek empek
revan langsung masuk ke dalam mobil
" makasih sayang" ucap Sintya manja
Revan langsung melajukan mobil nya lagi
sesampai nya di kantor mobil Revan langsung parkir di depan kantor.
" beb ..." ucap Revan
" hemm ada apa" jawab Sintya yang lagi sibuk dengan mengambil leptop nya di kursi belakang
" kamu jangan macam macam ya" ucap Revan sambil mengecup kening
Sintya dan Revan pun keluar dari mobil dan saat itu ada ibu indah yang juga lagi markir mobil
" pak " sapa ibu indah sambil menatap arah Sintya
Revan hanya tersenyum tipis dan tetap berjalan Sintya yang di samping hanya menunduk
" kenapa kamu menunduk " tanya Revan pelan namun Sintya tidak menjawab
saat di muka pintu masuk ada Hendra yang sedang menunggu Sintya
" pagi pak pagi mba Sintya terlihat beda hari ini " sapa scurity di situ
Revan tidak menjawab sapaan
"pagi pak " ucap Sintya sambil tersenyum
" sin Lo hari ini cantik banget" ucap hendra
Revan yang mendengar ucapan Hendra langsung membalikkan pandangannya ke Hendra dengan muka sinis nya
Sintya hanya tersenyum melihat suami nya cemburu
sampai nya di ruangan Revan langsung mengambil ponsel nya di saku
" kamu jangan macem macem beb, aku mau keluar metting" pesan Revan yang di kirim ke Sintya
" ok sayang " balasan sintya
" kamu ke ruangan saya" Revan menelpon dini
" baik pak"
__ADS_1
tak lama kemudian dini langsung menuju ke ruangan Revan
tok..tok..tok..
" masuk"
" permisi pak ada apa bapak memanggil saya "
" hari ini kita pertemuan sama claen siap kan semua berkas berkas" ucap Revan
" baik pak" dini langsung kembali ke ruangan nya
di lain tempat
Sintya menuju ke ruangan ibu indah
" tok.. tok .tok.. "
" masuk " teriak ibu indah
" permisi Bu saya mau menyerahkan file yang kemaren ibu suruh saya" ucap Sintya
" baik silahkan duduk dulu ada yang ingin saya pertanyaan kan"
Sintya duduk " maaf ibu mau bertanya apa? "
" maaf sebelumnya saya bukan bermaksud mengurusi kehidupan kamu tapi saya cuman heran "
" ada apa ya Bu"
" sebenarnya kamu ada hubungan spesial ya sama pak Revan saya lihat kamu begitu dekat dan sering pulang dan berangkat barang , padahal pak Revan orang nya begitu dingin dengan orang tapi dengan kamu enggak "
pertanyaan ibu indah membuat Sintya gugup
" hhmm anu buk saya tidak ada hubungan apa apa kami cuman satu arah biasa dia yang ngajak saya barang " ucap Sintya dengan muka menunduk
" dia suami saya Bu" ucap Sintya dalam hati
" saya boleh permisi bu? "
" iya silahkan "
" bell gue laper" ucap Sintya dengan manja
" ya makan lah, kamu bawa bekal gak"
" ada tadi aku beli jajan sama rev" perkataan Sintya terhenti hampir saja dia keceplosan
" sama siapa sin" tanya Bella kepo
" bukan tadi gue beli jajan di jalan"
" ooh"
Sintya langsung menjauh dan mengambil ponsel nya
" beb kamu udah keluar " Sintya menelpon Revan
" belum aku masih beresin berkas, kenapa Beby "
" temanin aku sarapan"
" kamu ke ruangan aku aja"
Sintya langsung ke ruangan Revan dini yang melihat Sintya masuk membawa bungkusan sangat kesal
" hhm dasar cewe gatal sok bawain makanan " ucap dini
" tok..tok..tok..
" Revan langsung membuka kan pintu nya karena dia tau kalo yang datang adalah istri nya
" kamu laper ya Beb" ucap Revan sambil memeluk Sintya dari belakang
" aku gak ada teman makan "
" sini biar aku siapin "
__ADS_1
sekarang Sintya begitu manja nya dengan Revan begitu juga dengan Revan yang begitu memanjakan Sintya
" pedas gak beb, kamu makan yang pedas terus beb nanti kamu mules " ucap Revan
" kamu jangan khawatir kaya gitu dong beb"
" ya jelaslah aku khawatir kamu kan kamu istri aku "
Sintya sudah selesai makan
" beb aku mau keluar ya ini udah terlambat" ucap Revan
" iya "
" nanti kalo kamu mau ke kampus kamu telpon aku aja biar aku telpon supir buat jemput kamu" ucap Revan sambil mengecup kening Sintya " kamu jangan nakal, aku sayang kamu"
Sintya pun keluar dari ruangan nya Revan dan langsung ke ruangan kerja nya
" kamu dari mana" tanya hendra
" makan "
" dimana tadi aku ke dapur kamu gak adab" ucap Hendra
" ada kok kamu aja kali gak liat aku"
" ooh nanti kamu makan siang bareng aku mau gak "
" kaya nya gak bisa deh soal nya aku mau ke kampus jadi harus selesai kan pekerjaan dulu"
Hendra pun langsung menjauh dari Sintya cukup kecewa dengan tolakkan sintya
--🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷---
waktu sudah menunjukkan pukul 1.30 Sintya langsung mengirim pesan kepada Revan
" beb"
" iya sayang tunggu ya supir sudah on the way ko, kamu tunggu di kantor aja "
" baik lah"
Sintya menunggu jemputan namun perut nya terasa tidak enak dan di harus ke toilet. perut nya terasa mulas seketika
" maaf mas nyonya Sintya dimana ya" tanya supir kepada scurity di situ
" oh di dalam pak" scurity itu merasa heran kenapa Sintya di panggil nyonya seperti orang penting dan tidak kalah mobil yang menjemput nya juga begitu mewah
supir itu bertanya kembali kepada resepsionis
" maaf ada melihat nyonya Sintya mba"
" ruangan nya di sana pak tapi orang nya lagi ke toilet" ucap resepsionis itu
tak lama supir itu menunggu Sintya
" supir dari kantor pusat pak" tanya sintya
" iya nyonya"
" maaf ya pak lama menunggu perut saya lagi mules" ucap Sintya
" nyonya tidak apa apa "
" iya pak, kita langsung berangkat aja "
supir pun langsung menuju mobil dan membukan pintu kepada sintya. perlakuan supir ke Sintya semakin membuat para karyawan bertanya tanya
suara telpon Sintya berbunyi
" hallo"
" beb kamu udah di jemput" tanya Revan dari telpon
" sudah.. " suara Sintya lemes
" kamu kenapa beb kok suara nya kaya gitu"
__ADS_1
" aku gak kenapa kenapa "
" sebentar lagi aku selesai nanti aku langsung jemput kamu aja