Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
178 mencari jalan keluar permasalah


__ADS_3

sintya di perjalanan menuju rumah intan dengan wajah yang begitu pucat karena tidak dandan. saat ini hati nya begitu kacau jangan kan untuk dandan makan saja dia tidak selera


"tok.. tok... tok... " sintya mengetuk pintu rumah nya intan


intan yang lagi di dapur dengan segera dia berlari untuk membuka kan pintu


"sin.... " panggil intan dia kaget dengan wajah pucat sintya


intan.. " tangis sintya pecah di pelukkan intan


"loe sakit?" tanya intan


"enggak gw lagi gak dandan aja" jawab sintya


"loe udah makan? " tanya intan lagi


sintya menggelengkan kepala nya pertanda dia belum ada makan


"kita makan dulu ya baru cerita biar loe lebih tenang juga gw udah masak banyak" ucap intan


"tapi gw gak nafsu makan" jawab sintya


"iya tapi loe harus tetap makan sin, sini ayo kita makan dulu walau pun sedikit gak papa"


"tapi tan... "


"udah gak usah tapi-tapi loe harus makan " ucap intan yang langsung menyeret sintya ke meja makan


mereka pun langsung menikmati makanan yang ada di meja makan intan


"makan yang banyak ya sin" ucap intan


intan pun mengambil ponsel nya untuk mengirim pesan kepada raga


"apa revan masih mencari sintya? " pesan yang dikirim intan kepada raga


"iya sayang dia masih mencari sintya, kenapa apa sintya ada di rumah? " raga membalas pesan intan


"iya sintya ada di rumah ini lagi makan, jangan kasih tahu revan dulu" balas intan lagi


"iya sayang eemmuah" pesan terakhir yang di kirimkan raga


"ada apa loe ketawa? " tanya revan melihat raga tersenyum sendiri saat membaca pesan


"udah gak usah kepo dengan urusan gw, cari istri loe aja dulu" jawab raga yang membuat revan kesal

__ADS_1


lain hal nya dengan intan dan sintya mereka sudah selesai makan dan mereka sedang duduk di ruang tamu


"sin gw nanya boleh? " intan memulai pembicaraan nya, walau pun mereka sudah lama akrab tapi namanya rumah tangga dia tetap takut untuk ikut campur


"tanya tentang masalah aku dan revan? " sintya sudah mengetahui apa yang ingin di tanyakan intan


"iya.. kalo loe mau berbagi cerita kalo gak gw gak maksa kok" jawab intan


"kalo gw gak mau bagi cerita untuk apa gw datang kesini? " jawab sintya


"iya juga sih! lalu apa masalah nya? " intan memulai pertanyaan lagi


"apa sih kurang nya gw tan? " Lagi-lagi sintya memberikan pertanyaan kepada sintya


"loe gak ada yang kurang, loe cantik, baik, pintar dan loe juga sempurna " jawab intan


"tapi kenapa tan suami gw malah tega mengkhianati gw " ucap sintya yang mulai mengeluarkan air mata nya


dengan segera intan langsung memeluk sintya untuk menenangkan nya


"revan sudah menjeleskan nya kenapa dia sudah melakukan itu? " tanya intan lagi


"revan sudah mengakui semuanya dan dia juga sudah minta maaf tapi kenapa hati gw masih gak bisa menerima nya, sakit rasanya kalo mengingat pengkhianatan itu, apalagi mengingat wajah wanita yang tidur dengan suami gw tan" ucap sintya dalam tangisnya yang begitu kencang


"loe yang sabar ya sin semua sudah terjadi, gw mau nanya dari hati loe paling dalam? loe masih sayang kan dengan revan? " tanya intan


"jujur sin.. jangan siksa diri loe dan hati loe hanya karena memenangkan egois loe dan amarah loe, semua sudah terjadi walaupun loe menjauh sejauh-jauhnya tetap gak bisa kembali seperti asal, gw tau hati loe sakit, kecewa tapi mau bagaimana lagi revan juga manusia biasa punya nafsu, khilaf dan pasti punya kesalahan jadi maksud gw kalo loe masih sayang sama dia ya maafkan kesalahan nya dan lupakan masalah itu kembali kerumah selesai masalah baik-baik. kalo loe kabur begini masalah gak akan selesai sin, apa loe gak kesian sama nindi dia masih kecil masih butuh orang tua yang lengkap, masih butuh kasih sayang loe berdua" perkataan intan begitu dalam membuat sintya semakin menangis


"sudah gak usah menangis, menangis tidak menyelesaikan masalah sin" ucap intan lagi


Diam-diam intan mengirim pesan untuk rasa


"sayang bawa revan kerumah, biar selesai masalah nya"


di kantor


"van ikut gw" ucap raga


"kemana? " tanya revan


"udah gak usah banyak tanya loe ikut aja! kalian berdua juga ikut" ucap raga yang juga mengajak heri dan deni


"mereka pun langsung keluar dari ruangan revan untuk pergi mengikuti raga. heri berpapasan dengan dini


" sayang mau kemana? " tanya dini kepada heri

__ADS_1


"kamu sibuk gak? " tanya heri


"sibuk gak juga sih tapi kan jam kerja memangnya kamu mau kemana? "


"ayok ikut aku " ajak heri


"tapi belum jam istirahat " jawab dini


"udah gak papa" sahut heri


raga, revan dan deni satu mobil sedangkan heri satu mobil dengan dini


"ada apa sih! kayak nya ada masalah dari wajah pak revan? " tanya dini lagi dia masih penasaran


"aku gak tau ini raga mau ajak kemana tapi ada apa dengan revan nanti aku jelasin " jawab heri


"iya... " jawab dini


beberapa menit di perjalanan mereka sampai di depan rumah nya raga


"kenapa ke rumah loe? " tanya revan


"udah gak usah banyak tanya, loe mau ketemu sintya gak? " ucap raga


"sintya ada di sini? " tanya revan lagi dan raga mengangguk


tanpa menunggu lama revan langsung masuk ke dalam rumah raga terlihat sintya yang sedang duduk di sopa di samping intan


"kerumah raga ya? " tanya dini


"mau acara apa? makan -makan? " tanya dia lagi. dini benar-benar tidak tahu dengan permasalahan sintya karena heri tidak ada cerita


"kita masuk saja " ucap heri


"sayang aku minta maaf... aku mohon kamu pulang kerumah ya" ucap revan yang berlutut kepada sintya dan sintya langsung memberikan tatapan kepada intan


"gw minta maaf sin, gw mau loe dan revan kembali seperti dulu dan masalah ini cepat selesai gw minta maaf sin" ucap intan


"semua salah aku, aku laki-laki bodoh. aku minta maaf sayang ku mohon maafkan aku kembali bersama ku ku mohon, kembali ke rumah sayang, aku sayang banget sama kamu, aku janji gak akan melakukan hal bodoh itu lagi aku janji sayang" ucap revan yang sambil menangis di kaki nya sintya


sintya melihat orang-orang yang ada di situ


"kakak... " panggil sintya kepada deni sambil mengeluarkan air mata nya


deni mendekat kepada sintya dan langsung memeluk dalam keadaan menangis juga, dia tidak sanggup melihat adik satu-satunya menangis

__ADS_1


"kamu yang sabar dek, semua pilihan ada di tangan kamu, kakak sudah tau semua cerita nya dari revan tapi mamah dan papah masih gak tau, kakak sebenarnya kecewa dan juga sakit apa yang revan perlakukan sama kamu tapi kalo kamu masih sayang sama revan kakak juga tidak bisa melArang, kakak kalo kamu senang kakak juga ikut senang kalo kamu begini kakak juga sedih.. semua pilihan ada di tangan kamu" ucap deni menangis sambil memeluk sintya


__ADS_2