
saat Revan lagi di rumah sakit Sintya menelpon
" kenapa sayang.. kamu masih sakit?" tanya Revan khawatir kepada Sintya
" iya sakit nya masih terasa, bagaimana kabar Aldo"
" Aldo demam panas nya tinggi tapi sekarang sudah mendingan"
" syukur lah.. aku cuman mau tau kabar nya aldo aja, dan bilang sama bunda dan Daddy aku minta maaf gak bisa temui Aldo"
" bunda ngerti dengan keadaan kamu sayang.. kami istirahat aja ya jangan banyak pikiran dan jangan lupa makan"
" iya syang " telepon pun langsung di matikan Sintya
" langsung di matiin" ucap Revan sambil tersenyum sendiri
Ririn yang berdiri di sebelah Revan langsung memasang wajah kesal melihat kebahagian Revan .
" kenapa dengan wajah kamu?" tanya Revan
" kenapa? wajah aku biasa biasa aja"
" kaya gak suka liat aku bahagia" di ruangan itu cuman hanya ada reban, Ririn dan aldo. bunda dan dady nya Revan sedang keluar untuk mencari makan. jadi Revan lebih leluasa bicara dan ungkap kan kebencian nya pada Ririn
" biasa aja" sahut Ririn judes. " hhm dulu aku kira kamu gak bisa lupain aku dan gak bisa buka hati kamu untuk orang lain lagi"
" tapi perkiraan kamu salah dan yang sangat salah kenapa dulu aku memilih kamu menjadi istri ku" ucap Revan kesal " aku benar benar merasa menyesal karena telah menikah.dengan kamu"
Ririn benar benar kesal mendengar ucapan Revan
__ADS_1
'' itu semu salah kamu"
" terserah kamu, ku sudah gak ingin mengingat itu lagi "
" huh.. " Ririn pun lngsung keluar dari rungan
lain hal nya dengan Sintya dia berusaha menelpon intan untuk datang ke rumah nya .
Tut..Tut..Tut ...
" ada apa sin?" tanya intan dari telepon
" Lo lagi dimana? Lo sibuk gak?"
" enggak sibuk lagi di rumah aja kenapa?"
" Lo main dong ke rumah gue temenin gue, gue lagi sakit "
" gue pengen rujak.. sama mie ayam"
" hhm sakit aja makanan masih mau yang enak enak" ucap intan sambil meledek
" iya kan napsu makan gue kurang jadi gue pengen makan yang enak enak, kalo Lo keberatan ya gak usah biar gue pesan online aja"
" iya.. iya.. gue gak keberatan.. setelah ini gue langsung ke rumah Lo"
" makasih ya cantik" ucal Sintya mulai memuji intan
" ada mau nya aja baru muji"
__ADS_1
telepon pun langsung di matikan intan dan dia segera pergi ke rumah Sintya dengan perut nya yang sudah mulai membesar.
saat intan beli rujak ternyata di situ juga ada Edo maantan kekasih nya. intan langsung pura pura tidak melihat dengan Edo namun Edo melihat dengan intan.
" intan.." ucap Edo yang langsung mengraih tangan intan
" aw.. sakit" ucap intan sambil berusaha melepaskan cengkraman Edo
" eh maaf kalo aku ke kencengan.. aku kangen kamu"
" aku udah gak ingin kenal kamu lagi" ucap intan dengan tatap yang lurus ke depan
" coba kamu liat aku" Edo berusaha meraih wajah intan dengan tangan nya namun intan menghindar " ini anak aku kan?" tanya Edo dengan lancang nya
" bukan.. ini bukan anak kamu"
" aku yakin ini pasti anak aku, aku minta maaf"
" kamu jangan kepedean ini bukan anak kamu ini anak aku dan suami aku"
" anak kamu dengan suami kamu? aku gak percaya "
" terserah kamu kalo kamu gak percaya" intan pun langsung beranjak dari duduk nya
" tunggu sebentar.. aku masih mau ngomong''
" ngomong apa lagi sih... kita itu sudah gak ada urusan lagi, aku sudah punya suami dan pasti kamu juga sudah punya istri, dan anak kamu sudah aku gugurin jadi kita udah gak ada urusan lagi"
" kalo suami kamu jahat sama kamu kamu bisa kembali dengan aku" ucap Edo dengan pede nya
__ADS_1
" yang jelas suami aku gak brengsek kaya kamu" intan pun langsung pergi meninggalkan Edo