Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
21


__ADS_3

waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam Revan langsung bergegas untuk menuju kampus sintya, cukup lama mobil nya terparkir di depan kampus namun Sintya tetap tidak keluar


" maaf pak apa mahasiswa masih ada yang belum pulang " tanya Revan kepada satpam di situ


" udah pulang semua pak i lni sudah jam 11 malam sudah tidak ada jadwal lagi"


" oh baik lah pak terima kasih"


" kemana gadis itu" Revan tetap berusaha menelepon Sintya namun tetap gak diangkat, Revan pun kembali ke rumah nya


sampai nya di rumah Revan tetap menghubungi nya namun tetap tidak ada balasan, itu sudah membuat Revan sangat ke bingungan. beberapa menit masuk pesan dari WhatsApp.


" kau tidak usah mencari saya lagi, saya cuman mau bilang kita pisah saja" pesan dari Sintya


" saya mau bicara langsung dengan mu kau dimana"


" tidak usah, kita berpisah saja"


" apa kau sudah yakin dengan yang kau pikirkan " pesan yang di kirim Revan


" ya, saya sudah yakin "


" baik lah" pesan singkat Revan


Revan pun menuruti kemauan sintya, dia sangat bingung dengan perasaannya saat ini sedih dan rasa kehilangan tapi dia bingung harus berbuat apa.


" besok saya harus berangkat pagi pagi supaya bisa ketemu dia" ucap Revan dalam hati


Revan pun berbaring di kasur nya dan terlelap dengan sendirinya nya.


keesokan harinya waktu sudah pukul 6.30 terlihat Revan sudah menggunakan pakaian kantor nya, dia ingin bergegas berangkat agar bisa bicara dengan sintya.


namun sampai nya di kantor dia tidak menemui Sintya


" kemana dia, apa belum datang" tanya Revan dalam hati


Revan pun masuk ke dalam ruangan nya berdiri menatap jendela sambil memikirkan sintya.


tok..tok..tok


" masuk " teriak Revan


" maaf pak kalo mengganggu, hari ini bapak ada jadwal ketemu claen jam 11 siang" ucap dini


" batal kan saja, saya lagi gak mau ketemu sama orang" ucap Revan dengan nada keras


" tapi pak ini.." kata kata dini terputus

__ADS_1


" tidak ada tapi tapi an, silahkan kamu keluar dari ruangan saya " ucap Revan seperti begitu kesal sama dini


" baik" dini pun langsung keluar dari ruangan Revan " kenapa ya pak Revan hari aneh tidak seperti biasa nya" ucap dini


Revan pun keluar dari ruangan nya dan berjalan menuju tempat kerja Sintya untuk men cek apa Sintya sudah masuk namun..


" Sintya mana apa dia tidak masuk" tanya Revan dengan nada angkuh


" dia tidak ada kabar nya pak " jawab bella


Revan pun kembali ke ruangan nya dan duduk di sofa menyenderkan badan nya" hhmmmm " di tarik nya nafas panjang " kemana kau kenapa menghilang dari ku" ucap Revan sambil mengacak ngacak rambut nya.


" kenapa kau buat ku gila seperti ini " ucap nya dalam hati


di ambil nya telpon dari saku dia terus berusaha menghubungi Sintya namun tetap tidak terjawab.


jam sudah menunjukkan pukul 12 siang dari pagi Revan cuman kebingungan di ruangan nya tanpa melakukan pekerjaan nya.revan pun sekarang keluar untuk menuju suatu tempat.


" pak" sapa dini sambil tersenyum


namun Revan mengacuhkan nya dengan muka angkuh nya


beberapa menit di perjalanan akhirnya Revan sampai di sebuah kantor yang lumayan besar dan tidak kalah mewah nya dengan kantor revan. tanpa ketuk pintu Revan langsung membuka ruangan


terdengar suara pintu terbuka membuat orang yang di dalam nya kaget dan marah.


" gue liat Lo juga gak sibuk " ucap Revan angkuh sambil berjalan menuju sofa


" eh Lo kebiasaan, kalo gue aja ke ruangan Lo harus pakai ketuk pintu " jawab raga namun Revan tidak menjawab ucapan raga


" kenapa loe bro kusut banget" ucap raga sambil melihat wajah Revan


" Sintya minta pisah sama gue" ucap revan lemas


" memang nya kenapa jadi dia minta cerai" tanya raga serius


" ya ini cuman salah paham "


" ya kalo salah paham di jelaskan biar dia ngerti " ucap raga dengan santai nya membuat Revan kesal


" kalo orang nya ada pasti gue jelaskan tak perlu gue kesini, Sintya nya kabur entah kemana" ucap Revan dengan nada keras


" Revano Saputra orang paling kaya dan paling pandai dalam masalah bisnis, tapi sayang Lo bodoh dalam percintaan" ucap raga sambil berjalan menghampiri Revan


" maksud Lo" tanya Revan


" ya kalo orang kabur itu di cari lah"

__ADS_1


" gue udah cari sudah hubungi dia jua tapi telepon gue gak di jawab" ucap Revan


" Lo udah tanya orang tua nya siapa tau dia di rumah orang tua nya"


" gue gak ada kerumah orang tua nya , gue takut kalo Sintya gak ada di sana malah bikin orang tua nya khawatir "


" terus Lo mau cari kemana Lo aja gak ada yang tau teman teman dia dimana rumah nya, kalo Lo tetap gak nanya orang tua nya ya Lo bakal gini aja terus, dia gak bakal kembali "


" terus dia minta pisah sama Lo Lo jawab nya apa" tanya raga


" ya gue jawab kalo memang ini sudah di pikirkan baik baik ya sudah, tapi nyata nya gue angkat merasa kehilangan banget"


" hahaha" terdengar raga tertawa lepas


" gini ya bro cinta itu perlu perjuangan dan harus di kejar, cinta gak akan dalam kalo kita cuman menunggu dan berdiam diri, tapi menurut gue sih bagus keputusan Sintya dari pada dia harus menghabiskan waktu muda nya bersama dengan orang tua kaya Lo"


" maksud Lo apa" tanya Revan dengan muka kesal


" gini gue mau nanya sekali lagi, Lo menikah sudah berapa lama"


" sudah 1 bulan"


" oh satu bulan, pengantin baru yang lain nya waktu satu bulan menikah itu masih di negara orang bro masih bulan madu, sedangkan Lo jangan kan jalan jalan bulan madu mikirin nya aja Lo gak sempet" ucap raga sambil meledek


" Lo pernah nonton dengan Sintya "


" gak pernah "


" Lo nonton kapan terakhir" tanya Revan


" gue lupa Pokok nya udah cukup lama"


" kesian suram banget hidup Lo bro" ucap raga dengan tertawa


" cepat nya cari Sintya tanya sama orang tua nya apa dia ada di rumah tau gak, kalo Lo gak mau cari gue mau kok mencari namun gak bakal gue kembali kan " ucap raga sambil ketawa


" baik lah makasih nasehat Lo bro , Lo memang sahabat gue, tapi gue mau nanya sama Lo"


" apa itu" tanya raga dengan penasaran


" Raga Sumarno memiliki wajah yang tampan berusia 30 tahun dan sangat pandai masalah percintaan tapi yang gue heran kan kenapa Lo belum juga menikah, apa Lo masih normal" tanya Revan sambil berdiri " gue pulang dulu thanks nasehat nya" sambil berjalan


" kurang aja Lo" ucap raga teriak


---------------BERSAMBUNG------------


makasih ya yang sudah ikuti karya saya dan jangan lupa like, komen dan minta vote nya

__ADS_1


__ADS_2