
Revan langsung mengakhiri pertemuan nya dengan claen dan segera menjemput Sintya padahal waktu masih jam 2.30 pasti acara seminar nya belum selesai
" pak mau makan siang dulu" tanya dini
" tidak saya masih sibuk "
Revan langsung masuk ke dalam mobil dan saat di perjalanan di berhenti di depan toko Bungan
" ini berapa mba" Revan menunjuk Bungan yang begitu bagus
" murah aja cuman 400. ribu "
" saya beli yang ini "
Revan kembali melanjukan mobil nya dengan perasaan senang pengen ketemu istri nya
di lain tempat
Sintya benar benar merasa perut nya tidak enak sudah berapa kali bolak balik ke wc
" Lo kenapa sin muka Lo pucat " tanya Dewi teman Sintya
" perut gue gak enak mules sudah sering ke wc gue rasa lemas banget "
" Lo udah minum obat"
" sudah"
" beb seminar nya udah selesai aku di parkiran" revan mengirim pesan WhatsAp
"belum kaya nya masih lama" balas Sintya
Revan menunggu di mobil namun dia merasa bosan karena kelamaan, Revan pun melepas jas nya dan keluar dari mobil membawa bunga yang dia beli.
Revan berjalan menuju kantin
" ini berapa Bu" ucap Revan membeli minuman
" 5000 mas "
para mahasiswi memandang ke Revan
" mas mas" panggil para mahasiswi di situ
" saya" ucap Revan sambil menunjuk diri nya
" iya sini"
" ada apa" tanya Revan dengan dingin
" ganteng banget sih, ini bunga nya buat siapa mas" goda mahasiswi
Revan hanya tersenyum tipis dan meninggalkan para mahasiswa Revan terus berjalan mencari ruang seminar
" maaf ruangan seminar dimana ya" tanya Revan
" oh di sana mas"
Revan pun langsung menuju ke ruangan seminar, sampai nya di situ revn duduk menunggu
" ganteng banget" ucap mahasiswi kepada teman nya
" mas kuliah di sini juga ya"
" jurusan apa"
" iya jurusan menunggu " ucap Revan tersenyum
semua mahasiswi di situ heran dengan ucapan Revan
" tidak saya lagi menunggu istri saya di dalam" ucap Revan
" oh, kita duluan ya"
__ADS_1
di lain tempat
Sintya benar benar merasa perut nya tidak enak , begitu sakit rasa nya perut nya selama seminar Sintya tidak pokus dia tau ini pasti gara gara makanan pedas yang dia makan. mau hubungi Revan kalo dia sakit takut Revan panik
seminar pun selesai semua mahasiswa dan dosen di sana sudah keluar namun Revan masih bingung kenapa Sintya belum juga keluar dari ruajgan. Revan langsung masuk keruangan untuk mencek istri ada atau tidak ada.
" beb kamu kenapa" Revan langsung menghampiri hintya yang duduk lemas dengan muka pucat nya
" perut ku sakit" ucap Sintya pelan
" dari tadi dia keluar masuk toilet" ucap teman nya sintya
" kita pulang ya sayang kita kerumah sakit " ucap Revan sambil membantu Sintya berdiri namun begitu lemas nya sintya tidak bisa berdiri
tanpa berkata apa apa Revan langsung menggendong Sintya menuju mobil.
semua mahasiswi di kampus itu tercengang dengan Sintya dan Revan
" eh kenapa " tanya mahasiswi di situ
" istri nya sakit" jawab teman Sintya
benar benar pasangan serasi" ucap mahasiswa
Revan begitu mencemaskan keadaan Sintya
sampai di mobil Revan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
mobil Revan terparkir di depan rumah sakit
" mas tolong istri saya"
para perawat langsung membawa Sintya ke ruangan
" maaf pak bapa tunggu di sini dulu"
Revan menunggu di luar dengan keadaan cemas, sedih campur jadi satu semua, saat itu Sintya tidak sadarkan diri. cukup lama dokter di dalam ruangan akhirnya keluar
" bapa suami nya " tanya dokter
" mari pak keruangan saya"
Revan pun mengikuti ke ruangan dokter
" silahkan " dokter mempersilahkan Revan duduk
" begini pak istri bapa mempunyai penyakit maag yang begitu hebat hampir mendekati kronis jadi saya harap bapak harus menjaga kesehatan dan makanan nya jangan sampai istri bapak makan makanan pedas dan asam "
" baik pak terima kasih banyak "
Revan pun langsung menuju ke ruangan Sintya, terlihat di sana Sintya masih belum sadarkan diri
" cup... Revan mencium kening dan bibir Sintya dengan lembut
" Beby cepat sehat aku sayang dan cinta sama kamu aku akan terus jagain kamu"
Revan langsung menghubungi mamah Erin dan bunda nya
" hallo "
" Bun Sintya sakit "
" kenapa? terus sekarang lagi dimana"
" di rumah sakit"
" baik nanti bunda kesana"
telpon pun terputus
Revan langsung menghubungi mamah Erin
" mah Sintya lagi di rumah sakit"u
__ADS_1
" kenapa Sintya sakit apa, nanti mamah langsung ke situ "
" baik mah"
cukup lama Revan menunggu Sintya sadar datang bunda dan deddy nya revan
" sayang bagaimana istri kamu'"
" belum sadar Bun"
" mami cepat sembuh ya" ucap Aldo
" bagaimana jadi dia bisa sakit seperti ini" tanya pak Arya
" Sintya kemaren makan yang pedas pedas dan aku gak bisa melarang nya" ucap Revan
" lain kali kamu harus jaga istri kamu baik baik "
" iya dad"
sintya pun sadarkan diri
" aku di mana"
" kamu di rumah sakit beb, kamu istirahat aja ya"
" sayang cepat sembuh ya" ucap bunda lili
" mami jangan sakit sakit ya nanti Aldo sedih"
Sintya hanya tersenyum tipis karena menahan sakit, wajah nya begitu pucat
tak lama mamah Erin datang
" sayang gimana kabar kamu"
" masih sakit mah" ucap Sintya
Revan yang melihat istri nya terbaring lemah membuat nya meneteskan air mata
" kamu makan makanan pedas ya, kan kamu tau kalo kamu gak boleh makan makanan pedas "
" maafin Tia mah "
" Revan yang salah Revan tidak bisa melarang Sintya" ucap Revan sambil mencium Sintya
" beb aku minta maaf" ucap Sintya
" kamu tidak salah sayang, kamu cepat sembuh ya kita semua sayang dengan kamu ucap Revan mengecup kening Sintya
cukup lama keluarga di rumah sakit akhirnya mereka pulang
" sayang kami pulang dulu ya" ucap bunda lili
" iya Bu" ucap Sintya
" kamu jangan keras kepala lagu turutin suami mu" ucap mamah Erin
mereka pun pulang
" beb kamu makan bubur ya" ucap Revan
" iya beb, beb kapan aku boleh pulang ?"
" kamu masih belum boleh pulang beb, kamu istirahat di sini aja, aku akan terus menemani kamu" ucap Revan dengan penuh kasih sayang
" kamu makan ya baby, kamu jangan makan yang pedas lagi aku gak mau kamu sakit, kalo boleh rasa sakit itu di pindah biar aku yang merasakan nya"
ucapan Revan membuat Sintya menangis
hiks..hiks.. Sintya terus menangis
"kamu jangan menangis sayang aku akan tetap bersama kamu" ucap Revan sambil menghapus air mata Sintya
__ADS_1
---------------BERSAMBUNG------------
hey guys terus ikuti karya aku ya jangan lupa like, komen dan minta vote nya