Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
127


__ADS_3

heri menelpon ibu nya


" ibu sudah dimana? aku minta maaf baru hubungi ibu"


" ibu sudah tiba di rumah om nya deni, kamu kenapa baru hubungi ibu? "


"gak papa bu" ucap heri dengan suara datar


" kamu kenapa kamu ada masalah apa di sana? "


" aku gak kenapa kenapa bu"


" kamu bohong.. " ucap Ibu nya tegas " ibu tahu kamu her, kamu ada masalah apa coba kamu cerita sama ibu"


"ibu gak usah pikirin heri, heri gak kenapa kenapa ibu fokus sama dewi aja dulu"


" kamu anak ibu juga memang salah kalo obi khawatir dan pengen tahu masalah kamu? "


heri langsung terdiam mendengar ucapan ibu nya


" her.. " panggil ibu nya dari telepon


" iya bu.. "


" kamu cerita sama ibu kamu kenapa? "


" dini bu... orang tua nya minta aku lamar dia" ucap heri tersendat sendat


" apa kamu masih punya tabungan? " ibu nya langsung iba dengan anak laki laki nya itu


" ibu kan tahu kalo tabungan aku sudah habis, maka nya aku bingung harus cari uang gimana lagi"


" bagaimana kalo kamu minta waktu dulu sama orang tua nya dini "


" sudah bu.. tapi mereka bilang gak bisa lama lama kalo lama lama dini akan di jodohkan bu.. "


" bagaimana her ibu juga bingung... kenapa kamu gak bilang dari awal jadi ibu dan dewi gak berangkat kesini"

__ADS_1


" aku gak jadi masalah bu kalo dewi berangkat kesana, ini kesempatan baik untuk jm dewi bu"


" terus bagaimana dengan nasib kamu? "


" doa kann saja bu. kalo kami memang jodoh pasti sampai nikah kalo memang enggak aku ikhlas bu"


ibu nya langsung menangis mendengar ucapan heri " kamu sudah banyak berkorban untuk orang lain her"


" aku berkorban untuk ibu dan dewi bukan orang lain bu"


" iya her.. ibu selalu doakan yang terbaik untuk kamu dan doakan juga adik kamu operasi nga cepat dan bisa balik ke indo dengan cepat "


" iya bu aku selalu doakan untuk ibu dan juga dewi, ibu sehat sehat ya di sana jaga kesehatan ibu juga"


.


" iya her.. "


" ya sudah telepon nya aku tutup dulu bu"


" iya nak.. "


" sayang... "


" ada apa sayang? " jawab intan yang sibuk baca majalah


" kamu bosan gak di rumah terus? "


" ya sedikit sih.. ? memang nya kenapa? "


" kita jalan jalan ke mall yuk.., yah itung itung aku bahagia kan istri aku"


" bahagiakan istri? kamu harus tau ya yank, tanpa jalan jalan ke mall aku selalu bahagia hidup dengan kamu"


" iya sayang" raga langsung memeluk intan dari samping " terus kamu gak mau nih ke mall"


" hhmm tapi kamu bilang dulu, yang mau ke mall itu kamu kan?kalo aku mah sudah bias diam di rumah"

__ADS_1


" hehe iya sayang kan kita udah lama gak jalan jalan, akhir akhir ini aku sibuk dengan kerjaan kan"


" iya.. aku ganti baju dulu"


intan pun ganti baju yang awal nya cuman pakai baju daster karna di rumah sekarng dia sudah menggunakan dress yang pas di badan nya.


"sayang aku sudah siap" teriak intan dari dalam kamar


" iya sayang aku juga udah siap"


intan pun keluar dari kamar nya di lihat nya suami nya masih pakai baju yang tadi kaos oblong dan celana pendek dengan memainkan kunci mobil dan HP di tangan nya


" siap apa nya? kamu aja masih pakai baju itu" ucap intan sebal melihat suami nya


"hah kenapa? aku pakai baju ini aja sayang "


" kata nya mau ke mall tapi kamu gak ganti baju"


"iya ke mall tapi gak papa aku pakai baju ini, aku juga biasa aja kalo ke mall dengan penampilan begini, kenapa kamu malu? "


" enggak biasa aja" ucap intan dengan nada kesal dan memalingkan wajah nya


" sayang... aku itu mau udah ganteng jadi mau pakai baju apa aja tetap ganteng percaya deh sama aku" rayuan maut nya raga keluar


" ya udah kalo begitu kamu gak usah pakai baju aja"


" eh jangan... tubuh aku ini hanya milik kamu cuman kamu yang boleh melihat "


" hhm gombal " intan lagi lagi memalingkan wajah nya


" terus jadi gak kita ke mall nya? "


" ya jadi.. kamu gak liat aku udah ganti baju kaya gini"


" ya udah ayo kita berangkat" raga pun merangkul pinggang nya intan " sayang...? " bisik raga


" ada apa? "

__ADS_1


" kamu tambah gendutan ya hahah" raga tertawa dengan lebar nya.


intan pun langsung mencubit pinggang raga


__ADS_2