Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
145


__ADS_3

Revan dan Sintya sudah menyelesaikan tugas nya masing masing, rasa kangen, rindu sudah terluapkan, setelah selesai mereka berdua tertidur dengan posisi Revan memeluk dari belakang.


" sayang.." bisik Revan lagi


" apa? aku udah capek" ucap Sintya lemes dengan mata tertutup


" punya ku masih keras" bisik Revan yang masih mau minta jatah


" hhm " cuman itu sahutan sintya


tanpa izin istri nya Revan kembali memasukkan miliknya dari belakang,


" kamu tidur aja biar aku yang bekerja sayang"


Sintya hanya mengangguk dan pasrah dengan nafsu Revan MLM ini


"hhmm ahhhh " Revan mendesah ke enakkan "aku gak pernah bosan dengan milik kamu sayang.. hhmm" ucap Revan sambil keenakkan


Revan dan Sintya asik bercumbu lain hal nya dengan Deni yang sedang berjuang untuk keselamatan nya Dewi. semua dokter dan tim nya sudah berhasil melakukan operasi dan satu Minggu lagi Dewi sudah di perbolehkan untuk pulang ke Indonesia. perjuangan Deni selama ini tidak sia sia.


" Deni.. Dewi sudah selesai operasi dan operasi nya berhasil" ucap om nya Deni


" iya om" sahut Deni sambil tersenyum " tapi Dewi masih belum sadarkan diri mungkin efek dari obat bius nya om"

__ADS_1


" iya kamu sabar saja"


" iya kamu sabar saja den"


ibu nya Dewi pun segera menghubungi Heri malam itu juga untuk memberi kabar bahagia itu


Tut..Tut .Tut..


Tut..Tut..Tut..


assalamualaikum bu, bagaimana kabar ibu" kabar ibu nya lah yang pertama Heri pertanyakan karena kesehatan ibu nya juga sangat berarti buat Heri dan Dewi


" walaikumsalam salah her, ibu baik baik saja, her.. operasi adek kamu berhasil her"


" Alhamdulillah Bu.. aku ikut senang Bu! terus kapan ibu dan Dewi kembali ke Indonesia?"


" boleh Bu bilang aja kalo ibu perlu apa, aku gak akan marah Bu"


" uang pegangan ibu sudah habis her, ibu takut kalo nanti nanti adik kamu ada menebus obat, ibu gak enak bilang sama Deni kali uang ibu habis, dia sudah banyak habis juga untuk operasi adek kamu" ucap ibu nya


" iya Bu nanti kau transfer ya Bu, aku masih ada simpanan kok bu ibu gak usah takut"


" iya her, terus bagaimana kabar kamu, dan pekerjaan kamu?"

__ADS_1


" kabar aku baik Bu, kalo pekerjaan ku ya seperti biasa Bu aku selalu sibuk dengan berkas berkas" ucap Heri sambil tertawa


" kamu pasti lelah her, sudah sibuk di kantor dan di rumah gak ada ibu yang bisa masakkin kamu"


" gak papa kok Bu, tapi Alhamdulillah Bu aku kemaren kan berangkat ke Kalimantan dan Revan memberikan bonus yang lumayan Bu "


" Alhamdulillah, rejeki kamu memang selalu ada her karena kamu sayang sama ibu dan adek kamu" ucap ibu nya " terus bagaimana her kabar dini? hubungan kalian baik baik saja kan?"


" Alhamdulillah hubungan kami baik baik aja Bu, tapi ya begini lah Bu kami juga sama sama sibuk dengan pekerjaan masing masing Bu jadi jarang ada waktu untuk ketemu"


" kamu harus bisa her luangkan waktu kamu untuk dini, kesian dia "


" ibu Bu aku pasti luangkan waktu ku nanti"


" apa kamu mau melamar dini her?" pertanyaan ibu Heri langsung membuat Deni kesedak " kamu kenapa her?" tanya ibu nya khawatir saat mendengar Heri yang batuk


" aku cuman lagi sambil minum kopi aja Bu, " sahut Heri..


" padahal itu permasalah aku dan dini Bu" ucap Heri dalam hati nya


" hati hati her"


" iya Bu, ya sudah Bu di sini sudah malam aku mau istirahat dulu ya Bu, besi.aku transfer Bu"

__ADS_1


" iya her terima kasih "


" iya Bu sama sama" ucap Heri


__ADS_2