
" jangan " ucap sitnya setengah putus asa. saat ini dia merasa dia dia untuk meronta. karena saat itu tubuh nya sudah ingin mengikuti perintah otak nya.
bagaimana Sintya bisa menolak lengan Revan yang kokoh membenamkan seluruh tubuh nya dalam dekapan erat yang meluluhkan semua nya. Sintya merasa lemas tak berdaya . Revan yang merasa tubuh Sintya yang lembut dan hangat melunak pasrah dalam pelukan nya semakin membuat hasrat Revan semakin bergelora.
di *** kembali bibir sintua, bibir yang terasa lembut dan manis, basah dan kenyal . menantang segenap kelakuan lakukan revan.
ketika Revan merasa bibir Sintya yang berada di bawah bibir nya bereaksi sama hangat nya. dia langsung membangun bibir itu. dan **** dengan mesra. ketika hendak lebih jauh lagi revan menyeret nya ke kasur .
Revan mendekap Sintya dengan begitu erat . Sintya membalas """ panas Revan sambil mengerang membuat Revan semakin bergairah. seluruh keinginan yang telah lama di pendam seperti menemukan tempat pelampiasan nya.
Revan terus menjelajahi sekujur tubuh Sintya dengan **** panas nya. Sintya meremas rambut Revan sambil menahan gairah yang meluap. darah nya menggelegak. Dadanya membuncah.
lalu semua nya berlangsung begitu cepat, tak ada lagi kekuatan yang dapat menahan mereka untuk menyatukan dua tubuh yang melekat erat itu.
semua pikiran dan ketakutan menghilang bersama desah napas yang membuat ke puncak kenikmatan.
setelah itu mereka berdua langsung tertidur pulas karena merasakan kepuasan .
cukup lama Sintya tertidur dia terbangun di tengah malam karena merasakan perut nya yang keroncong an karena tidak makan malam
Sintya memberanikan diri untuk membuka mata nya, di lihat nya lelaki di samping nya tertidur pulas tidak mengenakan pakaian yang hanya tertutup selimut putih yang ada sedikit bercak darah .
melihat bercak darah itu Sintya terdiam mematung " dia sudah merebut nya " ucap Sintya pelan . Sintya pun langsung beranjak dari tempat tidur itu dan segera untuk menuju kamar mandi
" aw sakit " rintih Sintya seperti ada yang luka di bagian sensitif nya namun Sintya mengabaikan nya dia tetap berdiri untuk ke kamar mandi membersihkan tubuh nya .
di dalam kamar mandi sintya merendam tubuhnya dengan air hangat sesaat dia teringat apa yang sudah dia lakukan. dengan Revan tapi yang dia tidak habis pikir kenapa dia tidak bisa menolak nya bahkan dia begitu menikmati .
Sintya sudah keluar dari kamar mandi di lihat nya lelaki itu masih tertidur pulas seperti kecapean . dia tidak membangun kan Revan dia langsung keluar kamar dengan menuruni anak tangga untuk menuju dapur
" malam malam begini enak nya makan mie " ucap Sintya
Sintya pun memasak mie langsung dua bungkus. entah kenapa akhir-akhir ini dia merasa banyak makan .
lain tempat Revan yang lagi tidur tergerak dengan sendirinya di rasa rasa nya di sebelah nya tidak ada Sintya dia langsung bangun
" kemana Sintya" Revan kaget Sintya tengah malam begini tidak ada di samping nya " apa dia marah karena ulah nya tadi" Revan langsung bergegas mengambil pakaian nya dan langsung keluar kamar .
" beb.." teriak Revan dari atas namun Sintya tidak menyahut
Revan begitu di buat nya khawatir Revan takut Sintya marah dan kabur lagi, Revan langsung menuruni anak tangga dan ingin langsung menuju pintu depan namun saat dia ingin membuka pintu
" mau kemana " teriak Sintya yang membuat Revan kaget
__ADS_1
" hhmm, kamu di dapur beb, aku mencari kamu " ucap Revan yang langsung melangkah ke dapur
" kamu lagi apa? " tanya Revan
" aku lapar jadi aku masak mie"
" hhmm apa tidak ada yang sakit beb" tanya Revan
" apa nya ? " ucap Sintya seperti tidak mengerti
" kamu tidak merasa sakit apa apa, kalo kamu tidak merasa sakit kita ulang lagi aja " ucap Revan
" ulang kamu bilang? enak aja ! dasar om om mesum "
" tapi enak kan" ucap Revan sambil berjalan mengambil gelas
Sintya hanya memanyunkan bibir nya
----🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷----
pagi ini begitu cerah matahari yang sudah terlihat jelas mulai memasuki celah celah lubang kamar itu membuat Revan terbangun dari tidur nya . di lihat nya jam yang sudah menunjukkan pukul 7.00 pagi Revan langsung bergegas bangun karena dia jam 08.00 ini ada janji ketemu claen .
Sintya yang merasa kasur nya bergerak dengan keras seperti orang yang ingin melompat dari kasur membuat nya terbangun .
" beb kamu kerja ya hari ini ? "
" iya sayang, memang nya kenapa" sahut Revan dari dalam kamar mandi
" bareng ya aku juga kerja "
" iya tapi cepat ya nanti mandi nya soal nya nanti jam 08.00 aku ada janji" ucap Revan yang sudah selesai mandi nya . Revan keluar dari kamar mandi cuman menggunakan handuk yang terlilit di pinggang . seperti sudah tidak ada malu nya dengan Sintya
" cepat mandi" ucap Revan sambil mengeringkan rambut nya
Sintya pun langsung masuk ke dalam kamar mandi cukup lama Sintya di dalam kamar mandi
" beb cepat mandi nya ini sudah jam berapa , aku tunggu di mobil ya "
" bawel banget..!" ucap sintya kesal
Sintya keluar kamar mandi sudah mengenakan baju kantor nya tanpa berpikir apa apa lagi Sintya mengambil tas kerja nya dan tas make up nya dia pun langsung turun keluar
" kamu gak dandan ?"
__ADS_1
" kalo aku dandan kamu bakalan telat" "
" terus kamu mau dandan dimana ? "
" di mobil ..! " ucap Sintya santai
" hhm" Revan pun langsung melajukan mobil nya
" beb pelan pelan nanti aku kecoret " ucap sitnya sambil mengukir alis nya dengan pengsil alis
Revan hanya tersenyum melihat ke hebohan istri nya . Revan memberhentikan mobil nya di pinggir jalan .
" kenapa berhenti ? " tanya Sintya bingung
namun Revan tidak menyahut pertanyaan Sintya Revan malah turun dari mobil .
tidak terlalu lama Sintya menunggu revan, Revan datang dengan membawa bungkusan kecil berwarna hitam
" nih.."
" ini apa ? " tanya sintya
" nasi aku beli di situ buat kamu sarapan"
" makasih beb " ucap Sintya sambil memeluk dan mencium pipi Revan
Revan begitu perhatian walau pun dia sudah terlambat dia tetap memperhatikan kesehatan Sintya , dia tidak mau istri nya sakit karena tidak makan.
mobil Revan terparkir di depan kantor
" beb " panggil Revan
" hhmm" sahut Sintya sambil membalikkan muka nya ke arah Revan
" kamu jangan macam macam ya, jangan nakal, dan jangan lupa sarapan dulu "
" iya " sahut Sintya singkat
" mungkin hari ini aku gak ada di kantor, nanti kalo kamu pulang kabari jadi alu jemput, dan harus ingat jangan nakal ! jaga mata, jaga hati, jaga cinta kita, ingat hati kamu mlik aku dan aku juga selalu ingat hati aku milik kamu ! ucap Revan sambil memeluk erat Sintya
" iya iya ... udah aku mau turun " ucap sinty
Revan pun melepaskan pelukan nya dan mengakhiri ciuman di kening
__ADS_1