
Revan keluar dari kamar mandi di lihat nya Sintya tidak ada di kamar
" beb kamu dimana " teriak Revan sambil berjalan menuruni anak tangga
" iya sayang aku di dapur" ucap Sintya
Revan pun langsung menghampiri Sintya yang lagi di dapur lagi sediakan makan malam nya.
" makan di kamar aja beb, aku mau nonton tv " ucap Revan
" kamu gak ada kerjaan"
" gak ada baby, sini biar aku yang bawa " ucap Revan sambil menarik mangkok bakso yang di bawa Sintya
Revan melihat bakso mercon yang begitu banyak cabai nya membuat Revan khawatir
" kamu yakin beb makan bakso ini"
"memang nya kenapa "
" ini cabe nya banyak banget nanti kamu mencret Lo makan yang lain aja ya gak usah makan ini" ucap Revan sambil khawatir
" tapi aku pengen" ucap Sintya kesal sambil membalikkan badan nya
" jangan ngambek kaya gitu dong beby, ya udah kamu boleh makan tapi tunggu dulu aku mengambil sesuatu ke dapur"
Revan pun berjalan ke dapur
" ada apa lagi? " ucap Sintya dalam hati
lumayan lama Revan di dapur, terdengar suara pintu terbuka, terlihat Revan membawa air susu
" sebelum makan yang pedes kamu makan ini dulu ya Beb" ucap Revan sambil menyodorkan air susu
Sintya pun mengambil air susu dan meminum nya, Sintya sangat menikmati makanan pedas nya dengan keringat dan suara kepedesan nya.
" beb kalo udah gak tahan jangan di terus"
" enggak kok aku sanggup habisin nya, kamu mau"
" enggak aku gak sanggup"
mereka sudah selesai makan namun Sintya tetap kepedasan
" pedes banget ya Beb" tanya Revan sambil membelai rambut sintya
" iya pedas nya pas sudah habis"
" sini biar aku bantu hilangin pedas nya" cup Revan langsung **** bibir Sintya cukup lama *** itu berlangsung , sesekali Revan melepaskan membiarkan Sintya mengambil nafas dan kembali ******* bibir nya Sintya kali ini benar benar lama dan tidak lupa Revan memberi tanda merah di leher nya Sintya yang cukup merah .
saat Sintya hendak ke dapur membawa mangkok kotor di terkejut melihat begitu banyak tanda merah di leher nya.
" beb... kau melakukan ini " teriak Sintya
" hah kenapa " tanya Revan
__ADS_1
" coba lihat ini begitu banyak dan ini pasti sudah hilang nya" ucap nya kesal dengan menunjuk lehernya
" haha .. mau nambah beb" ucap Revan dengan mengedipkan sebelah matanya
Sintya langsung berjalan ke dapur dengan muka kesal
kali ini Sintya masuk ke kamar dengan membawa leptop nya
" kau mau ngerjakan apa" tanya Revan
" kerjaan ku di kantor belum selesai kan kamu bilang di terusin di rumah, nanti kalo gak selesai ibu indah marah sama aku"
" karyawan yang baik, sini biar aku yang mengerjakan nya" ucap Revan dengan mengambil leptop Sintya
" memang kamu bisa"
" kamu meragukan suami mu? ''
Revan langsung mengambil alih pekerjaan Sintya Sintya di sebelah nya cuman menatap dengan penuh kekaguman
" dia begitu tampan saat dia serius aja dia tetap begitu tampan " ucap Sintya dalam hati
" beb.. kenapa kamu menatap aku seperti itu " tanya Revan
Sintya tidak menjawab pertanyaan Revan namun dia langsung mencium pipi Revan " makasih sayang"
tingkah Sintya membuat Revan bahagia " hhm makasih kenapa"
" ya makasih kamu sudah jadi yang terbaik buat aku" ucap Sintya sambil memeluk Revan
" kamu tidak perlu berterima kasih begitu kepada suami mu, sudah tugas nya aku sebagai suami menjaga kamu" ucap Revan dengan mencium kening nya Sintya
" enggak aku mau menemani kamu" ucap Sintya sambil memainkan ponsel nya
Revan tetap pokus dengan leptop nya
" beb... "
" hhm"
" beb..Beby" panggil Sintya dengan manja nya
" ada apa sayang" ucap Revan dengan menatap Sintya
" hhmm besok kamu ada metting atau ketemu dengan claen " tanya Sintya
" iya besok pagi aku metting dengan Heri dan siang setelah menjemput Aldo aku ketemu claen "
" dengan dini? " tanya Sintya sinis
" iya, kamu cemburu? aku janji gak akan macam macam "
" masa" ucap Sintya dengan memalingkan wajah nya
" kamu gak percaya dengan suami mu beb, atau kalo perlu kamu aja yang jadi sekertaris dan asisten pribadi aku"
__ADS_1
" hhm mana bisa aku mengikuti sibuk kamu aku juga punya kesibukan"
" gini kan tadi ada pemberitahuan dari grub kampus kalo besok mahasiswa malam ada acara seminar jam 2 siang"
" iya nanti kalo kamu mau berangkat telpon aku aja biar supir kantor pusat yang antar kamu dan nanti aku jemput kalo aku sudah selesai ketemu dengan claen" tanpa di jelaskan Revan sudah mengerti apa maksud dari Sintya mobil baru Sintya masih belum bisa di pakai karena masih belum pakai nomor polisi
Sintya hanya tersenyum lebar mendengar perkataan suami nya yang begitu mengerti dia
Sintya merebahkan tubuhnya dan tanpa dia sadari dia terlelap, Revan yang di sebelah tersenyum menatap wajah cantik nya
" good night baby" ucap Revan sambil mencium kening, mata nya dan bibir nya
dan Revan juga merebahkan tubuhnya
----🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷------
keesokkan harinya matahari sudah memasuki celah celah kamar jam sudah menunjukkan pukul 6.30. Sintya menggeliat dan perlahan dia membuka mata nya, yang pertama di cek adalah leptop apakah Revan sudah menyelesaikan nya atau belum
" hhmm ternyata sudah selesai "
Revan terbangun dari tidur " kamu masih meragukan aku beb" ucap Revan dengan suara serak bangun tidur
" oh tidak aku cuman takut belum selesai"
tanpa berkata apa apa Revan langsung mengecup leher putih nya Sintya lagi dan juga meninggalkan bekas merah yang begitu nampak
" aku mau mandi" ucap Sintya melepaskan tangan Revan yang melingkar di perut nya
" kita mandi bareng "
" gak" teriak Sintya sambil menutup pintu kamar mandi
Sintya sudah selesai mandi dan keluar menggunakan baju dres putih selutut di padukan nya jaket balero berwarna pink yang agak menutupi leher
" kenapa pakai ini"
" aku gak mau warna merah merah ini kelihatan orang banyak " ucap Sintya
Revan masuk ke dalam kamar mandi, tidak cukup lama Revan mandi dia sudah selesai
" beb kita sarapan di luar aja ya" ucap Sintya sambil memoles bedak ke wajah nya
" iya " aku tunggu di mobil ya
cukup lama revan menunggu Sintya di dalam mobil
" ayo berangkat"
Revan langsung menatap Sintya dengan wajah terpesona " kenapa kau hari ini begitu cantik , kau berdanda untuk siapa hhmm suami mu hari ini gak ada di kantor" ucap Revan
kali ini Sintya kekantor dengan dress nya dan rambut yang di biarkan nya terurai
" bukan nya seperti beb, aku gak mengikat rambut ku karena aku gak mau orang berpikir macam macam tentang ini" ucap Sintya dengan menunjuk tanda di leher nya " ya udah ayo jalan "
Revan pun langsung menjalankan mobil nya dengan kecepatan standar
__ADS_1
---------------BERSAMBUNG------------
hey guys minta like, komen dan vote nya ya