Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
82


__ADS_3

selama di mall Revan benar benar bete dia cuman duduk menunggu Aldo bermain game kadang membawakan belanjaan nya aldo. benar benar membosankan tidak sama sat dia ke mall dengan Sintya dan Aldo.


malam sudah mulai larut aldo pun juga sudah mulai mengantuk


"kita pulang ya papah capek " ucap Revan pada Aldo selama di mall Revan bicara dengan Ririn hanya sekata dua kata. hanya seperlunya saja. entah kenala dia masih merasa benci banget dengan Ririn. apalagi kalo ingat saat Ririn meninggalkan dia dan Aldo itu membuat Revan benar benar benci dia.


plasback


dulu waktu Ririn meninggalkan Revan saat itu Aldo masih sekolah TK anak yang sekolah TK masih perlu ibu masih perlu kasih sayang ibu. dimana peran ibu yang mengantar nya sekolah namun lain dengan Aldo dia berangkat sekolah selalu dengan baby sister. sedangkan ibu nha asik dengan lelaki gelap nya. semua kenangan pahit itu membuat sakit hati


selama di perjalanan Revan tetap terdiam dengan pandangan yang pokus ke depan. sedangkan Aldo yang duduk di belakang tertidur lelap karena kecapean bekas bermain game.


"hhmm Aldo tertidur" ucap Ririn yang memulai pembicaraan pada Revan


Revan hanya menoleh pada Aldo dan kembali pandangan nya ke depan


" hhmm... kamu udah berapa lama menikah dengan wanita itu" ucap Ririn


"udah satu tahun " sahut Revan datar


" oh satu tahun...tapi masih belum hamil ya? jangan jangan gak bisa hamil "


"jaga omongan kamu... sekarang dia lagi hamil jadi kamj jangan macam macam sama dia kalo kamj macam macam sama istri aku akan berhadapan dengan aku"


"uups... seram banget" ledek Ririn yang membuat Revan begitu jengkel .


"terus kenapa kamu jadi balik ke Indonesia bukan nya kamu sudah bahagia dengan lelaki yang kamu kejar kejar dulu! apa kamu di tinggal kan nya lagi?"


Ririn hanya terdiam tidak menjawab ucapan Revan.


"kalo mulai awal jalan nya tidak baik akhirnya juga akan tidak balik. hukum karma itu pasti ada" ucap Revan


"ya aku menyesal sudah meninggal kamu dan aldo aku minta maaf"


"udah gak ada yang perlu di sesalkan itu udah pilihan kamu aku dan Aldo tanpa kamu juga bisa bahagia, dan aku juga gak akan mau memungut yang sudah dibuang"


"apahhh.. kamu bilang memungut yang sudah di buang? itu arti nya kamu bilang aku sampah?" ucap Ririn kesal


"kamu sendiri yang bilang" sahut revan cuek


"selagi ada Aldo aku masih bisa dapat kan cara buat dapatin kamh lagi " ucal Ririn


"jangan mimpi " sahut Revan


akhirnya mereka pun sampai di rumah nya bergegas Revan langsung mengangkat Aldo dan mengantar ke kamar nya .tanpa menghiraukan Ririn yang masih di dalam mobil .


setelah Revan mengantar Aldo ke kamar nya Revan berpapas dengan Ririn namun Revan membuang muka nya dan langsung masuk ke dalam kamar nya. saat dia masuk ke dalam kamar nya terlihat Sintya yang sudah tertidur menggunakan baju daster. Revan langsung mendekat dan menatap Sintya dalam.


"kamu pakai daster cantik kamu semakin keluar walaupun kamu sedang tidur " ucap Revan lelang terus mencium kening dan pipi Sintya membuat sjntya terbangun dari tidur nya .

__ADS_1


"kamu udah pulang?" tanya sintya dengan suara serak bangun tidur nya


"iya sayang.. aku minta maaf ya kamu gak marah kan" ucap Revan sambil mencium kening Sintya dan tangan nya mengelus perut Sintya yang masih kecil


"iya sayang aku gak marah! tapi kamu harus jaga jarak ya sama dia kaya nya dia gak suka dengan aku"


" aku janji akan jaga jarak sama dia dan akan selalu jaga kamu dan anak kita" ucap revan mencium perut sntya. entah kenapa Revan begitu sayang nya dengan sintya. tidak bisa terbayang kan kalo seandainya dia jauh dari Sintya.


----🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷-----


' ahggg enak nya" raga menghempaskan tubuh nya di kasur "hari ini benar benar hari yang paling melelahkan " ucao raga sambil berbaring


"melelahkan?" tanya intan yang sedang duduk di samping nya


"iya.. melelahkan tapi aku bahagia sudah bisa miliki kamu seutuh nya " ucao raga manja sambil tengkurap menghadap arah intan


"udah jangan manja mandi sana"


"baik lah aku akan mandi supaya aku bisa lebih segar saat olahraga" ucal raga


"eh aku mau tanya sesuatu boleh?"


"boleh dong cinta apa sih yang gak boleh buat kamu" rayuan mau nya raga keluar


" sebelum menikah dengan aku apa kamu pernah melakukan sesuatu dengan cewe atau kamu masih perjaka"


"aku sudah tidak perjaka"


"enggak"


"terus sama siapa" tanya intan pemasaran


"aku gak perjaka nya di tangan ahaha" ucap raga sambil tertawa lepas


"ih kamu mah gitu"


"dah aku mau mandi dulu! kamu mau ikut mandi sayang "


"gak" sahut intan sebal


cukup lama raga di dalam kamar mandi dan akhirnya selesai namun saat raga keluar dari kamar mandi intan tidak ada di dalam kamar.


"kemana istri ku" tanya raga dalam hati


"yankk.. " raga memanggil intan


"iya sayang... aku di dapur" ucap intan menyahuti panggilan raga


"huus... kamu jangan teriak teriak begitu sama suami kamu" ucap mamah nya intan

__ADS_1


"maaf mah.. "


"udah temui sana suami kamu"


"iya... " intan pun langsung menemui raga dengan membawa segelas teh hangat


terlihat raga yang sedang duduk di pinggir jalan sambil memainkan ponselnya.


"nih teh nya! siapa yang hubungi kamu" ucap intan sambil melirik arah ponsel nya raga


"gak ada sayang aku cuman liat liat aja kan aku seharian gak main hp"


"ooghh..."


"makasih ya teh nya" raga mencium pipi intan


lain hal nya dengan Bella malam ini dia mencoba menghubungi deni apa kah benar nomkmr yang di kasih Deni beneran punya dia.


"hallo" ucap Bella gugup


"iya hallo"


"hhmm ini siapa?"


"kok nanya ini siapa? kan tadi kamu sendiri yang minta nomor aku"


"oh hhmm iya aku kira bukan kamu! kalo aja kamu kasih no orang"


"aku bukan lelaki sejahat itu " sahut Deni


"terus kammu lelaki sejahat seperti apa?"


"ahh gak usah di bahas ya. kita bahas yang lain aja"


"hhmm mulai mengalihkan pembicaraan nih hehe... hhmm baik lah"


"udah jangan bahas itu lagi! kamu lagi apa?"


"yah lagi santai aja"


"oh gak telepon sama cowo kamu?"


"ahah..." Bella tertawa lepas


" kok kamu ketawa? ada yang salah ya"


"aku gak ada cowok"


"terus cowok yang kemaren di kondangan itu siapa? kaya nya perhatian banget sama kamu'"

__ADS_1


"ooh itu cuman teman di kantor aja"


------ BERSAMBUNG----


__ADS_2