
Heri dan dini saat ini di sibukkan dengan pekerjaan nya masing. di lihat Heri dini sudah berapa kali menguap
" Lo ngantuk? " tanya Heri kepada dini
* enggak " sahut dini santai dengan tatapan masih ke pokus ke leptop
" eh.. gue boleh nanya sesuatu ?"
" boleh kenapa?"
" sebenar nya Lo ada masalah apa dengan sintya istri nya revan? kelihatan nya kalian berdua sama sama saling membenci "
' hhmm oh itu... enggak ..." ucap dini Bingung mau jawab apa karena dia juga gak tau kenapa sering berantem dengan Sintya
" kenapa apa karena Revan ? kamu naksir Revan? maaf sebelum nya kalo Lo tersinggung dengan ucapan gue"
" cewe mana yang gak suka dengan Revan udah tampan,,keren dan kaya lagi" ucap dini
" dia udah punya istri dan anak jadi menurut gue Lo gak usah mengharap yang bukan milik Lo, dan setahu gue Revan orang nya paling Setia sama istri nya jadi bagaimana pun cara nya Lo bikin rusak rumah tangga nya gak akan bisa! Lo ngejar ngejar Revan itu buang waktu dan tenaga Lo aja " ucap Heri seperti memberi kode pada dini . "ngafain suka dengan suami orang mending sama gue yang jelas jelas jomblo "
" iya gue tau kok" sahut dini pelan
" bagus lah kalo Lo udah sadar! kerjaan Lo udah selesai? "
" belum... maka gue udah ngantuk banget " ucap dini sambil menguap
" ya sudah Lo tidur aja biar nanti gue yang lanjut "
" Lo yang lanjut ?? emang Lo bisa ? "
" kita kan satu team masa gue gak bisa " ucap Heri yang sok jadi pahlawan untuk dini .
" ya udah Lo tidur, semoga gak jalan seperti tadi malam lagi "
dini tersenyum malu " maafin gue ya"
" iya santai aja " ucap Heri sambil mengambil alih laptop dini
__ADS_1
di lain tempat .
Sintya menunggu intan belum datang datang juga udah jam 22.00
" Lo dimana? " tanya Sintya mengirim pesan kepada intan
" gue udah di jalan sebentar nb lagi sampai !" balasan dari intan
beberapa menit setelah itu intan datang pakai mobil seperti nya di antar seseorang. Sintya yang melihat dari jendela .
" hey.. Lo dari mana aja? "
" gue mandi dulu " ucap intan datar seperti lagi menahan tangis
" iya"
cukup lama intan di dalam kamar mandi membuat Sintya cemas
" Tan Lo jangan lama lama berendam ini sudah malam nanti Lo masuk angin "
pintu kamar mandi intan keluar sudah menggunakan baju tidur
" sudah " sahut intan yang diduduki di sebelah nya Sintya
" lo kenapa ? Lo dari mana ? Lo lagi ada masalah apa?" Sintya memberi pertanyaan kepada intan yang membuat intan tidak menjawab " Lo gak mau cerita. sama gue gue sahabat Lo Tan udah lama kita kenal dan gue aja kalo ada masalah selau cerita sama Lo bahkan masalah rumah tangga aja gue juga cerita ke lo! apa Lo gak yakin sama gue? "
mendengar perkataan Sintya tangis intan pecah " hiks....hiks....hiks.."
" gue ada masalah dengan pacar gue" ucap intan dalam tangis nya
" Lo punya pacar tan? kok gak pernah cerita sama gue"
" ini gue mau cerita" sahut intan kesal
" iya maaf maaf ya udah lanjut" ucap Sintya
" gue punya masalah sama pacar gue, gue udah pacaran udah hampir lima tahun terus orang tua gue mau tau keseriusan nya hari ini. orang tua gue mau dia melamar gue. tapi kalo setiap gue tanya soal lamaran dia selalu bilang belum siap dia masih ingin terus berkerja . yang gue heran kan dia udah punya yang dia mau seperti dulu ingin beli mobil dan rumah dulu baru menikah tapi sekarang dia udah punya yang dia mau. Lima tahun menunggu itu bukan waktu yang lama sin hiks hiks. " ucap intan dalam tangis nya yang semakin menjadi
__ADS_1
" Lo sabar ya Tan , Lo sayang sama dia? "
" iya gue sayang maka nya gue mau menunggu dia selama lima tahun, dia selalu bilang kalo menikah takut bercerai,. tidak tahu satu sama lain "
" kalo kita menikah kelamaan pasti akan tahu satu sama lain. masalah perceraian itu tergantung antara kedua pihak . kita menikah pasti harus berjanji untuk selalu menjaga rumah tangga itu. semoga Lo berdua dapat jalan terbaik nya "
" sekarang dia malah ngajakin putus, kata nya kalo gue dan orang tua gue gak mau nunggu " hiks.. hiks.. hiks.. intan terus menangis di dalam pelukan sintya
" Lo sabar ya, lo pasti akan dapat jalan keluar nya gak jodoh ya gak di paksa juga Tan , tapi gue yakin pasti Lo akan dapat lelaki yang baik dan sayang banget sama Lo. karena Lo orang nya baik " ucap Sintya memenangkan sahabat nya itu
" ternyata intan yang di lihat bahagia terus kaya gak ada beban hidup ternyata dia punya masalah yang berat juga " ucap Sintya dalam hati
( tidak ada orang yang gak Punya masalah namun masalah orang itu berbeda beda dan berbeda beda orang bagaimana orang orang itu menghadapi masalah nya . makanya kita jangan memandang orang dari luar nya saja. selalu bersyukur apa yang kita miliki )
" iya sin gue tau itu. jodoh memang gak ada yang tahu tapi untuk saat ini gue masih belum bisa putuskan hubungan. gue sayang dia gue udah lama menunggu nya selama lima tahun, gue juga selalu sabar sama dia kalo dia bilang sibuk kerja . dia selalu sibuk kerja cuman karir yang di kejar nya sin "
" lo sabar sin mending Lo tidur, istirahat bait Lo tenang " ucap Sintya memenangkan inta
intan mengangguk mengikuti ucapan sintya. terdengar suara telepon Sintya berdering. dilihat nya telepon masuk dari Revan
" sayang ... lagi apa udah tidur ?"
" ini mau tidur " balas Sintya
" ya sudah istirahat ya sayang, dah aku kangen kamu love you " pesan dari Revan
" iya love you to. cepat kembali ya" Sintya memejamkan mata
di lain tempat
Heri sudah selesai menyelesaikan pekerjaan dini di lihat nya dini sudah tertidur nyenyak di kasur nya
" semoga malam ini kamu tidur nyenyak " ucap Heri sambil menutupi tubuh dini dengan selimut .
di tatap Heri wajah dini cukup lama " cantik .. tapi galak " ucap Heri sambil tersenyum tidak lama Heri menatap wajah nya dini takut dia bangun kalo dia bangun pasti akan ngamuk lagi kalo tau wajah nya di tatap kaya gitu. Heri kembali ke tempat tidur nya dan juga memejamkan mata nya .
----------BERSAMBUNG-------
__ADS_1
HEY jangan lupa like, komen dan vote nya ya
makasih sudah ikuti karya aku