
"pas banget berarti aku kesana gak lama lagi nunggu mas Revan jadi kan dia bisa antar aku ke mall" ucap Sintya dalam hati dan dia pun langsung melajukan mobil nya
Beberapa menit kemudian Sintya pun sampai di depan kantor nya
"selamat sore Bu" sapa security di kantor itu
"sore.. minta tolong ya pak parkirin mobil saya"
"baik Bu" Sintya pun langsung mengalihkan kunci mobil nya dan masuk ke dalam kantornya
"gue senang deh kalo liat ibu Sintya, orangnya baik dan sopan banget" percakapan antara security
"iya.."
"hii.. suami saya dimana?" tanya Sintya kepada resepsionis di kantor itu
"ada Bu, pak Revan nya di ruangan "
'makasih ya.."
"mau kemana Bu, kok cantik banget "
"mau ke mall hehe, dah saya mau ke ruangan pak Revan dulu " sahut Sintya sambil ketawa pelan
"iya Bu.."
di perjalan menuju ruangan lagi lagi Sintya menemui teman temannya
"hii.. Lo kok udah gak pernah lagi main ke rumah?" tanya Sintya kepada Bella
" iya sin gue sibuk.dan terkadang capek males kemana mana" sahur Bella
"gimana kabar Lo, baik aja kan?"
"Alhamdulillah baik, kalo Lo gimana baik kan? dan gimana kabar nya baby "
"gue juga baik, semenjak ada nindi hidup gue terasa semakin lengkap"
"syukur deh.. oh nih Lo mau kemana kok cantik banget"
"gue mau ngajak Revan ke mall dan me salon, udah lama nih gue gak ke salon, muka gue rasa nya kusam banget"
"hhm ya udah semoga Revan gak sibuk ya"
"dah nanti kita ngobrol ngobrol lagi, gue kangen banget sama lie dan Lo harus main kerumah gue nanti kali Lo ke rumah gue gue mau masakin masakan yang enak buat Lo"
"oke janji ya kalo gue kerumah Lo Li harus masakin yang enak buat gue"
__ADS_1
" iya dong.. "
"yaudah sana temui suami Lo nanti kesorean"
" dah bell"
Sintya pun melanjutkan langkah nya untuk ke ruangan Revan
"tok..tok..tok.." Sintya mengetuk pintu ruangan nya, walau pun dia istri seorang CEO perusahaan ini dia tetap mengikuti peraturan yang ada di perusahaan ini, ya salah satu peraturan nya mengetuk pintu sebelum masuk keruangan CEO atau manajer
"masuk.." terdengar suara Revan dari dalam ruangan
"hii.. " Sintya membuka pintunya sambil mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Revan
"aku kira siapa, kalo kamu gak perlu ketuk pintu sayang"
"aku di sini tamu jadi aku harus ngikutin peraturan di perusahaan ini"
Revan hanya tersenyum tipis dengan tingkah nya Sintya
"sini" Revan menepuk paha nya untuk mempersilahkan Sintya duduk
dengan senang hati Sintya langsung duduk di pangkuan nya Revan dan melingkarkan tangan nya ke leher Revan
"mau kemana sayang kok cantik banget" ucap Revan sambil mencolek hidung Sintya
"kesalon? kok dadakan kan aku masih ada pekerjaan"
" iya.. udah lama banget aku gak ke salon dan aku merasa muka aku kusam dan kering banget, coba kamu sentuh kalo kamu gak percaya"
" cup.. cup" Revan mencium pipi kanan dan kiri Sintya
" sentuh sayang bukan cium" ucap Sintya protes
"hehe... lembut kok muka kamu, gak percaya sini aku cium lagi" Revan ingin menyodorkan bibir nya kembali ke pipi Sintya namun Sintya mengalihkan muka nya..
beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan pintu
"tok...tok...tok..."
"masuk " teriak Revan
"siapa ? "tanya Sintya dan Sintya ingin melepaskan tangan Revan yang melingkar di pinggang nya
"gak tau" sahut Revan terdengar santai tidak takut kelihatan orang lain dengan kelakuan mesumnya terhadap Sintya
"lepasin..." rintiu Sintya namun Revan tetap mengabaikan rintihan itu
__ADS_1
pintu terbuka terlihat seorang cewe cantik menggunakan baju kemeja yang ngepas di badan dengan di pandukan rok hitam pendek di atas lutut dengan rambut yang tertata rapi, sampai Sintya pun takjub dengan penampilan cewe itu
"siapa?" tanya Sintya kepada Revan
"oh itu Wati asisten aku" ucap Revan santai dengan posisi tangan masih memeluk Sintya
"kok cantik?" tanya Sintya dengan mata melotot ke Revan
tanpa penjelasan apa pun Revan sudah mengetahui kalo Sintya cemburu dengan kecantikan Wati
"ada apa?" tanya Revan kepada watu yang masih berdiri tegak di hadapan Revan dan Sintya
"maaf pak, sekarang kita ada jadwal metting karyawan lain sudah menunggu di ruangan mettting "
"astaga... saya lupa.. sorry ya" ucap Revan dan dia pun langsung melepaskan pelukannya kepada Sintya
" sampai jam berapa kamu metting?" tanya Sintya yang mulai cemberut
"gak lama kok, kamu mau nunggu di sini atau ikut ke ruangan metting?"
"nunggu di sini aja"
"nanti kalo kami bosan ingin memesan makanan kamu bisa telpon orang dapur ya sayang, aku metting dulu" Revan langsung mengecup kening, bibir, dan pipi nya Sintya di depan Wati
.
"oh jadi ini istri nya pak revan, yang kata orang orang dia hanya karyawan biasa yang beruntung bisa dapatin pak Revan " batin Wati berkata
Revan dan Wati meninggalkan Sintya di ruangan itu
saat di dalam lift Wati hampir terjatuh karena sepatu nya yang tinggi dan lantai yang licin, dengan cepat Revan menangkapnya
"sepatu kamu terlalu tinggi, seharusnya kamu kerja tidak perlu menggunakan sepatu setinggi itu" ucap Revan
"makasih pak sudah menolong saya" sahut Wati
"it's oke" sahut Revan
"terlihat cuek tapi ternyata hati nya begitu lembut" ucap Wati dengan tatapan ke arah Revan
novel yang sangat terbaru juga ada judulnya "Korean full off love"
Korean full of love menceritakan seorang gadis yang hanya hidup sebatang kara dimana orang tua nya sudah lama meninggal dunia semenjak dia berusia 10 tahun, dulu dia bekerja sebagai karyawan cafe namun semenjak masa pandemi beberapa tahun yang lalu cafe tempat dia berkerja mengalami kebangkrutan hebat yang menyebabkan semua karyawan nya di pecat, sudah hampir 4 tahun dia sudah tidak mempunyai pekerjaan tetap sampai dia dijuluki dengan Tante nya sebagai pengangguran sukses, karena prustasi kelamaan tidak bekerja dia pun memutuskan untuk melamar bekerja menjadi tkw di Korea dengan hanya bermodal tekat yang kuat, semenjak jadi TKW nasib berpihak dengan nya, dia memiliki majikan seorang artis yang sangat terkenal di Korea bahkan di seluruh dunia mengenali artis itu.. penasaran dengan cerita nya kalian bisa buka profil saya"
__ADS_1