
sesampainya di rumah intan Sintya dan
Revan langsung berpamitan sama orang tua nya intan
" kalian dari mana? mobil intan mana?" tanya mama intan gak biasa nya intan gak pakai mobil di tambah lagi dengan wajah intan yang tidak seperti biasa nya
" intan mau istirahat" ucap intan yang langsung menyelonong masuk ke dalam kamar
" kami dari pantai mah mobil intan ada di rumah aku nanti aku antar"
" oh gak papa kalo di rumah kamu tapi... kenapa dengan intan " tanya mama nya sedikit khawatir
" kaya nya dia lagi ada masalah, ya udah kamu langsung pamit aja " sahut Revan
" iya "
Sintya dan Revan bersalaman dan langsung pulang kerumah nya
mamah nya intan langsung menghampiri intan ke kamar nya dia penasaran apa yang terjadi dengan anak gadis satu satu nya itu
tok..tok..tok.. mamah intan mengetuk pintu kamar nya namun tak ada sahutan.tanpa menunggu lama mamah nya langsung memejabg ganggang pintu dan membuka nya . " mamah masuk ya" ucap nya yang terlihat intan sedang berbaring di kasur nya
" iya" sahut intan pelan
" kamu kenapa? kamu ada masalah lagi dengan Edo? " mamah nya tahu betul bagaimana kisah cinta nya intan dan Edo yang sering bertengkar
intan hanya mengangguk " papah mana ?" tanya nya pelan dengan suara sedikit gugup
" papah kerja mungkin sebentar lagi juga pulang! tumben kamu tanya papah "
" intan lagi ada masalah mah intan mau cerita sama mamah dan papah! tapi mamah gak marah atau benci intan kan kalo intan cerita "
" memang nya masalah apa? masalah besar? kamu putus sama Edo? " mamah nya terus memberi pertanyaan namun intan tetap saja tidak menjawab " ya sudah kalo kamu gak mau jawab mungkin kamu capek kamu istirahat aja "
jam sudah menunjukkan pukul 07.00 mamah nya intan sudah menyiapkan makan malam di meja makan nya .
__ADS_1
" pah makan dulu "
"iya "
" mamah panggil intan dulu" ucap mamah nya
" intan ada mah? kok papah gak lihat dia ya? "
" intan ada di kamar nya tadi dia di antar sintua. yah... intan lagi ada masalah pah" ucap mamah nya dengan berat berkata
" masalah apa? masalah dengan lelaki itu lagi " memang papah nya intan sudah tidak suka dengan Edo semenjak dia tidak mau di suruh melamar intan. sudah lama papah nya minta intan putusin saja Edo dan cari lelaki yang jauh lebih baik dari Edo namun intan tetap keras mempertahankan Edo .
" sayang... kita makan malam ya" panggil mamah nya yang langsung masuk ke dalam kamar
" papah ada mah? "
"ada papah sudah menunggu kita di meja makan.. ayo "
agak berat intan melangkah kan kaki nya menuruni anak tanggak dari meja meja makan papah nya intan sudah menatap tajam anak gadis nya itu seperti ada yang ingin di bicarakan dan di tanya kan.
" pah... nanti dulu nanya nya kita makan dulu " ucap mamah intan untuk menenangkan suasana kalo duluan berantem pasti nafsu makan akan hilang . tanpa berkata apa apa papah hya langsung menyuap makanan yang sudah di hidangkan di piring nya .
selesai makan malam nya intan memulai pembicaraan nya .
" Pah mah intan minta maaf" ucap intan dengan terputus putus antara takut
" minta maaf kenapa? " tanya papah nya tegas
" kamu jangan takut cerita dengan mamah dan papah mamah dan papah gak akan marah ya kan pah" ucap mamah Erin menenangkan hati intan
" intan ha--mi--l" ucap intan terputus
ketika mendengar anak nya hamil papah nya intan gusar sekali ibu nya juga kesal, kecewa, merasa kecolongan . mereka menyesal karena kurang memperhatikan anak perempuan nya mereka lebih menyesal lagi kalau tahu di mana intan menyerahkan kehormatan nya.
" siapa yang menghamili kamu?" tanya papah nya dengan suara keras
__ADS_1
intan tidak menjawab pertanyaan ayah nya mamah intan langsung memeluk erat anak nya itu biar bagaimana pun anak nya itu tetap anak .
tetapi setelah pikiran jernih kembali kepala papah nya intan, ayah intan bisa menerima musibah itu. dia bisa menerima anak nya hamil . asal lelaki yang menghamili nya bersedia menikahi nya.
yang membuat tambah jengkel . Edo tidak mau bertanggung jawab dia malah pergi begitu saja.
" aku lebih memilih Edo pergi dari kehidupan aku " ucap intan yang memulai pembicaraan lagi
" terus siapa yang akan bertanggung jawab dengan semua ini" tanya papah nya intan dengan suara geram
"intan tidak tahu pah.." ucap intan dengan tangis nya tapi kalo papah dan mamah tidak bisa terima intan intan bisa keluar dari rumah ini dan urus anak ini sendiri " ucap intan dengan keras nya . sama keras nya dengan kepala dan hati nya. " ini kesalahan intan.. jadi intan yang akan rawat anak ini! papah sendiri kan yang bilang kesalahan harus di pertanggung jawab kan"
" tapi bukan dalam masalah seperti ini ! kalian belum menikah kamu mengandung anak nya Edo tapi .. Edo nya malah lepas tangan begitu saja. papah betul betul marah dengan Edo "
" pah ngeri aku..." ucap intan yang terus menangis dan berlutut dengan papah nya
orang tua intan tidak menerima keinginan anak perempuan mereka . tidak masuk akal!
intan hamil tatapi lelaki ******** itu tidak bertanggung jawab . mengapa putri mereka yang cantik, anak kuliahan harus berkorban untuk orang lain? " itu yang terus ada di benak papah nya intan.
" ini sudah jalan nya intan pah."
" tapi bagaimana dengan kuliah kamu? apa pandangan orang orang terhadap keluarga kita? papah akan carikan lelaki yang mau terima kamu dan anak kamu! tapi kamu harus janji sesudah menikah kamu harus tetap kuliah! biar mamah mu yang mengurus anak mu"
" intan gak mau terpisah dengan anak intan "
" kamu tidak terpisah dengan anak mu! anak ku di rawat nenek nya! ayah akan mencarikan kamu suami secepat nya dan kamu harus menikah dengan nya, papah sudah tidak mau dengar atau melihat lelaki ******** itu "
ibu nya intan terus menerus meneteskan air mata terasa harapan mereka pada anak satu satu nya sudah hancur. hancur karena lelaki yang tidak bertanggung jawab
" ibu jangan terus menangis.. intan minta maaf ini salah intan . ini awal hidup intan bukan akhir hidup intan ! intan janji setelah ini intan gak akan buat papah dan ibu kecewa lagi.. intan janji" ucap intan dengan memeluk erat ibu nya dan terus menangis
" IYA ...kamu istirahat kamu jangan capek dan jaga kandungan kamu" ucap mamah intan dengan air mata yang terus keluar
----BERSAMBUNG ----
__ADS_1