Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
51


__ADS_3

" kita balik ke hotel udah larut malam hari nya juga semakin dingin " ucap heri


sekarang sudah jam 22.00 taman itu juga sudah mulai sepi Heri dan dini kembali ke kamar nya . saat hendak masuk kamar mereka ketemu raga


" eh eh... dari mana kalian" ucap raga kepo


"dari luar makan " sahut dini datar


" kalian udah pacaran ya? "


" hhmm pasti kalo sama satu orang nih kepo nya kaya cewe " ucap Heri geram dengan raga


" hhmm kan gak papa kalo sudah pacaran, jadi gue bisa di terakhir "


" bilang aja lo mau makan gratis " ucap Heri. Heri hapal betul dengan tingkah nya raga


" nah.. tuh Lo tau "


" kita gak pacaran kok " ucap dini


" hhmm berarti gue gak jadi di teraktir dong" ucap raga lemas


" gue masuk kamar dulu" ucap dini


" iya" sahut Heri


"eh bro kenapa gak Lo tembak ?"


" apaan sih Lo " ucap Heri geram


"alah Lo kisah gak ngaku, gue sama revan udah tau kalo Lo suka sama dini, dari gerak gerik Lo aja ketahuan "


" gue takut di tolak "


" dasar pengecut, bagaimana mau punya istri" ucap raga asal


" Lo berani sama cewe rayu cewe sana sini kenapa Lo belum punya istri juga ?"


" gue belum ketemu jodoh yang pas" ucap raga kesal " dah gue mau tidur "


" ahahaha... Lo takut juga kan" teriak Heri kepada raga


" sama sama jomblo sok nasehatin orang " gerutu Heri


Heri masuk ke dalam kamar terlihat dini sudah berganti baju menggunakan aku tidur


"gue tidur duluan" ucap dini


" oh iya, semoga Lo malam ini gak jalan kemana mana" ucap Heri padahal Heri ingin sekali ngucapin selamat malam tapi dia malu.


waktu sudah menunjukkan pukul 7.30 matahari begitu bersinar sudah memasuki celah celah lubang di kamarnya Heri dan dini . dini menggeliat dan membuka mata nya


" hhm syukur gue malam tadi gak kemana mana" ucap dini tersenyum . dia tatap nya lelaki di sebelah nya yang sedang tidur dengan tenang seperti tidak ada masalah besar dalam kehidupan nya .


" dia tampan, penyayang, dan baik. sama adik nya saja dia sayang banget apa lagi sama istri dan anak nya. hhm semoga gue bisa dapat suami kaya dia " ucap dini dalam hati " kesian beban hidup nya begitu berat "


dini pun tersadar dari lamunan nya dan beranjak dari kasur nya menuju kamar mandi


di lain tempat. pagi sekali Revan sudah memvidio call Sintya

__ADS_1


" pagi baby ku" ucap Revan manja " ih belum bangun "


" ini aku udah bangun " ucap Sintya antar masih mengantuk


" beb aku hari ini balik ke Jakarta jam 1 siang terus rapat di kantor pusat dulu "


" rapat nya gak bisa di tunda? "


" gak bisa sayang, ini rapat penting "


" kamu ih gak kangen banget sama istri nya selalu kerjaan kerjaan terus " ucapan tya geram


" bukan begitu beb tapi ini harus di selesaikan"


" tau lah terserah kamu aku masih ngantuk mau tidur"


" ya udah nanti kalo sudah di Jakarta aku telepon lagi "


" hhmm.. " telepon di matiin Sintya


" aku kangen kamu sayang " ucap Revan sambil memandang foto Sintya


di lain tampat. di kamarnya Heri dan dini


Heri baru terbangun dari tidur nya rasa nya tidur nya malam ini begitu nyenyak .


" Lo udah mandi?"


" iya " ucap dini yang sedang sibuk membereskan barang barang nya


" kita jam berapa berangkat nya? "


" gak tau... nanti Revan pasti ngabarin "


Heri langsung masuk ke dalam kamar mandi


tok .tok...tok . terdengar suara ketukan pintu dari luar, dini langsung membuka pintu


" Heri mana?" tanya Revan datar


" Lagi mandi! kenapa? "


" gak papa di kita belum bangun, oh ya kita berangkat jam 11 siang jadi sebelum ke bandara kita makan dulu, bilang juga sama Heri"


" hhmm iya" ucap dini


Revan pun menuju kamar nya raga


"tok .tok..tok.... Revan mengetuk kamar nya namun tidak di buka tok..tok..tok.. Revan terus mengetuk pintu kamar nya raga


" sebentar..." teriak raga dari dalam " ada apa" ucap yang masih mengumpulkan nyawa nya karena bangun tidur


" cepat mandi kita penerbangan jam 11 dan sebelum ke bandara kita makan dulu


" hhmm" ucap raga dengan menutup pintu kembali


waktu sudah menunjukkan pukul 10.15 Revan dan rekan rekan nya sudah berada di restoran hotel itu sedang menikmati makanan nya


" kita setelah sampai di Jakarta kita rapat dulu di kantor pusat! gak keberatan kan? " ucap raga

__ADS_1


" kenapa rapat nya gak di tunda besok aja gue mau langsung pulang " ucap raga protes


" enak aja Lo ngatur gue , kalo Lo gak mau ikut rapat ya gak papa tapi gajih Lo gue potong " ucap Revan membuat raga kesal


" terserah Lo lah"


selesai makan mereka langsung menuju bandara cukup lama menunggu di bandara membuat dini jenuh dan ngantuk .


" kalo ngantuk tidur aja di pundak gue" ucap Heri mempersilahkan pundak untuk dini


dini langsung menatap heran kepada Heri


" tidak usah gue tidak ngantuk! makasih ya untuk selama ini udah baik sama gue"


Heri hanya mengangguk


ponsel nya Revan berdering


" iya sayang " Revan mengangkat telepon nya siapa lagi yang menelepon kalo bukan Sintya


" udah dimana? " masih di bandara Kalimantan


" hhmm berarti masih lama ya "


" enggak juga, kenapa? kamu menunggu ku?"


" iya tapi aku masih di rumah sama intan"


" nanti kalo sudah di kantor aku kabarin "


" hhm baik lah " telepon pun terputus


beberapa jam kemudian mereka sudah berada di bandara Jakarta supir dari kantor sudah menunggu mereka. saat di perjalanan Revan ingin membeli Bunga


" pak kalo ada toko bunga berhenti ya" perintah Revan pada supir nya


" baik tuan"


" hhmm pasti buat istri nya " ucap raga


" jomblo iri aja " sahut Revan bercanda


" sekalian aja van beli sama pohon nya jadi gak repot lagi jadi kalo Sintya pengin Bungan tinggal petik aja " sahut Heri


" pantasen Lo semua jomblo gak romantis sih ! kalo buat Sintya gue gak pernah merasa repot " sahut Revan


berhenti di toko Bungan Revan membeli Bungan yang bagus dan besar tentu nya juga mahal


" kita jadi nih rapat lagi? " tanya raga


" jadi lah "


" kapan sih Lo buat hidup gue tenang " rintih raga kepada Revan


'' ya Lo undurkan diri aja jadi Lo bisa tenang "


" benar tuh kata Revan " sahut Heri


" gue gak akan undurkan diri sebelum perusahan itu jadi milik gua" ucap raga dengan canda nya.

__ADS_1


canda seperti itu sudah biasa bagi mereka bertiga kalo sudah bertiga tidak ada membedakan antara bos dan atasan


---------------BERSAMBUNG------------


__ADS_2