
dini membaringkan tubuhnya ditutupi nya tubuh nya dengan selimut berwarna putih sedangkan Heri yang di kasur sebelah nya masih belum tertidur
" dasar cewe galak " ucap heri dalam hati
mereka pun sama sama tertidur di kasur nya masing masing namun pada saat jam 1.30 malam Heri terbangun karena mendengar ada seseorang yang ingin membuka pintu tapi dengan lampu yang masih mati. Heri merasa seram apa kah itu karyawan hotel atau apa dalam pikiran nya, dia memberikan untuk membuka mata nya
" dini...! " ucap nya dengan heran antar benar atau tidak
iya dini yang tidak sadar masih keadaan mata tertutup berjalan menuju pintu untuk keluar kamar. mungkin ini yang membuat dini takut sendirian karena dia mempunyai kebiasaan tidur sambil jalan.
" eh.. Lo mau kemana " ucap Heri menarik badan nya dini, dengan suara serak khas bangun tidur " malam malam begini Lo mau keluar " ucap heri dengan omelan nya
dini sudah di tempat tidur nya lagi Heri yang dari tempat tidur nya tertawa melihat tingkah dini yang aneh
Heri kembali memejamkan mata nya malam ini benar benar terasa begitu melelahkan bagi nya .
jam 03.00 dini berulah lagi namun sekarang dia tidak membuka pintu kamar melainkan pindah tidur ke tempat yang tidur nya Heri dan itu juga membuat Heri terbangun .
" aduuhh.. " ucap Heri terbangun karena malam ini terasa tidur nya benar benar tidak enak
" nih cewe emang nyebelin gak asli nya gak saat tidur suka banget bikin orang kesal " ucap Heri kesal langsung beranjak duduk
" woh bangun.. tempat tidur Lo di sana! woy bangun bisa gak sih Lo jangan ganggu gue tidur. " Heri terus membangun kan dini, di gerakkin badan namun tetap tidak bangun. saat ini Heri juga merasa begitu ngantuk gak mungkin bagi nya harus bergadang untuk menjaga cewe ini sedangkan besok pagi sekali mereka harus metting kalo gak bangun pagi Revan pasti ngamuk.
di lihat nya wajah dini yang sedang tertidur tenang di samping nya " ternyata gadis ini mempunyai kebiasaan buruk kalo tidur " ucap Heri dalam hati. ingin membangun juga rasa gak tega tapi kalo gak di bangunkan masa harus tidur satu kasur kecil ini berdua.
Heri orang nya memang betul betul sabar coba aja laki laki lain pasti sudah tidak bisa menahan kesabaran bahkan juga keimanan nya. bagaimana tidak dini tidur cuman memakai pakaian pendek .
saat Heri ingin beranjak berniat pindah ke kasur dini namun tangan dini langsung memeluk perut nya Heri. mungkin di anggap nya Heri guling. beberapa kali Heri menyingkirkan tangan itu namun tetap kembali melingkar di perut nya.
" benar benar nih cewe bikin gue gak bisa tidur " ucap Heri dengan sengit nya
terpaksa mau tidak mau dia merebahkan tubuh nya membali di samping dini
" yah ini kan bukan salah gue juga kan dia yang datang ke kasur gue! dan tangan dia juga yang memeluk gue " ucap Heri dalam hati
Heri pun kembali memejamkan mata nya dengan posisi di samping dini yang sedang memeluk erat mungkin dalam mimpi nya dini Heri itu guling atau juga dalam mimpi nya Heri itu Revan . entah lah apa tidak ada yang tahu apa yang di mimpikan dini malam ini .
jam sudah menunjukkan pukul 7.00 Revan sudah rapi menggunakan baju kantor nya. dibuka nya leptop untuk mengecek apa ada email penting yang masuk yang di temani dengan secangkir kopi.
__ADS_1
" tok ..tok..tok .. terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar itu. di buka nya terlihat raga yang sudah dengan jas nya yang rapi siap untuk berkerja
" mana Heri dan dini?"
" gak tau mungkin lagi siap siap" ucap raga dengan menyelonong masuk ke dalam kamar Revan .
" gak biasa nya Heri telat" ucap revan.
memang biasa nya di antara mereka bertiga yang paling sering telat itu revan
" yah kita tunggu aja, kan mereka berdua mungkin jadi mandi harus gantian " ucap raga menenangkan Revan
Revan hanya mengangguk dan mengambil ponsel nya dari saku celana nya. dia ingin memvidio call istri nya.
" hallo beby selamat pagi" ucap Revan manis
" pagi ..kamu udah kerja?" sahut Sintya dengan muka baru bangun tidur
" kamu baru bangun tidur ya? ini sebentar lagi menunggu Heri belum keluar kamar " ucap Revan
" oohhh..."
" belum! aku mau mandi dulu baru sarapan tapi masih menunggu intan di kamar mandi "
" mana teman Lo sin" tanya intan
" ada tuh baru keluar kamar mandi " Sintya mengarahkan kamera nya kepada intan yang keluar kamar mandi menggunakan handuk terlilit di dada nya
" waw.. " ucap raga dengan jail nya
" Sintya..... " teriak intan. " kenapa Lo arahkan kamera nya ke gue gue gak pakai baju" ucap intan sengit
" eh sorry sorry " sitnya langsung mematikan ponsel nya
Revan terus menerus memperhatikan jam tangan nya sudah hampir jam 8 Heri dan dini belum juga keluar kamar .
" coba Lo telepon Heri
raga pun langsung mengambil ponsel nya dan menelpon Heri . ponsel nya memang aktif namun tidak di angkat
__ADS_1
" kita langsung ke kamar nya aja" ucap Revan
mereka pun langsung ke kamar nya Heri di coba nya di buka pintu nya namun masih terkunci .
" seperti nya masih tidur! memang nya mereka habis ngafain ya tadi malam ?" tanya raga
" nanti saja mikirin itu yang harus pikirkan bagaimana supaya buka pintu kamar ini kita sudah terlambat orang orang pasti sudah menunggu "
" tenang .. Lo tunggu disini aja " ucap raga dengan semangat berjalan menuju resepsionis. kali ini dia terlihat penasaran kepada Heri
" mba boleh pinjam kunci cadangan kamar 204 "
" oh boleh mas tapi nanti kalo sudah selesai langsung dikembalikan ya mas!"
" iya pasti "
raga sudah mendapatkan kunci kamar nya Heri
" nih gue pinjam kunci cadangan nya" ucap raga sambil tersenyum
dengan segera revan membuka pintu kamar itu. saat dia masuk memang benar orang di dalam kamar itu masih tertidur dengan lampu yang masih mati dan jendela yang belum terbuka . raga dengan segera langsung menyalakan lampu nya. terlihat di kasur dini dan Heri sedang tertidur posisi saling berpelukan seperti sepasang kekasih.
Revan dan raga kaget " habis ngafain mereka? " tanya Revan
" waduh enak banget ...mungkin tadi malam bergadang jadi gak bangun bangun " ucap raga asal " woy bangun metting " teriak raga membuat dini dan Heri terbangun .
dini sangat kaget saat dia bangun kenapa dia ada di kasur heri dan kenapa Heri memeluk nya .
" eh apa apaan Lo seenak nya peluk gue, cari kesempatan banget " ucap dini marah
Heri langsung langsung beranjak duduk masih keadaan antara sadar dan tidak sadar " Lo yang datang ke kasur gue dan Lo juga yang peluk gue" sahut Heri dengan suara serak bangun tidur
' nanti aja bahas itu, kita udah telat, cepat siap siap gue tunggu didepan " ucap Revan
raga hanya menggeleng kan kelapa nya dan tersenyum
" urusan kita belum selesai " ucap dini sambil beranjak ke kamar mandi
" gue numpang mandi di kamar Lo " ucap Heri kepada raga
__ADS_1