Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
70


__ADS_3

intan dan raga tiba di rumah sakit untuk mencek ke hamilan nya intan.


" kamu duduk di sini ya aku mau ambil nomor antrian dulu" ucap raga yang penuh perhatian


" iya "


raga pun langsung mendaftar dan mengambil nomor antrian dari kejauhan intan memandangi raga yang begitu sibuk nya . dan raga datang membawa kan minuman dan roti buat intan


" buat siapa" tanya intan


" hhmm ya buat ibu hamil, ibu hamil itu harus banyak banyak makan biar sehat terus "


" tapi aku sudah makan tadi"


" iya aku tau tapi ini cuman cemilan bukan makanan berat"


" makasih ya" ucap intan yang terus tersenyum


" kamu mah kebanyakan terima kasih Mulu dengan aku aku jadi gak enak. anggap aja ini kita pendekatan, aku dekatin kamu dan sekaligus dekatin anak kamu jadi nanti dia akan tau kalo papah nya itu aku" ucap raga dengan senang nya


" iya, tapi.."


" udah jangan di bahas lagi dan jangan di ingat lagi yang dulu, sekarang anak ini akan jadi anak aku jadi aku harus jagain dia baik baik"


intan hanya mengangguk dan saat mereka asik berbincang ponsel nya raga berbunyi di lihat nya Revan yang nelpon


" hallo"


" Lo dimana? di kantor?" tanya Revan


" enggak gue di rumah sakit "


" terus yang ketemu claen siapa?"


" Heri.... Lo ya istri sakit masih juga mikirin claen " ucap raga kesal


" ok lah kalo Heri" telepon langsung di matikan Revan


" Sintya sakit?" tanya intan khawatir


" iya kata nya"


" sakit apa? "


" aku juga kurang tau "


" nanti setelah ini kita kerumah nya ya"


" iya.. aku khawatir dengan nya "


" kenapa khawatir dengan nya kan ada suami nya gak mungkin dong Revan biarkan Sintya sakit begitu aja"


" iya tau tapi aku pengen ketemu dia"


" iya nanti kita kesana"

__ADS_1


cukup lama mereka menunggu antrian di situ dan akhirnya nama raga di panggil


" atas nama raga"


" ayo kita ke dalam " Raga menuntun intan


" gak usah di tuntu. aku masih bisa jalan sendiri. perut aku masih kecil " ucap intan sambil tersenyum melihat tingkah raga yang begitu mengkhawatirkan perut nya


" enggak aku lihat di sini semua suami nya menuntun "


" iya kan itu udah besar perut nya kalo aku masih belum kelihatan "


" hehe ya udah iya"


tok..tok..tok.. raga mengetuk pintu ruangan dokter itu


" silahkan.. ibu bisa berbaring di situ ya" ucap dokter itu


intan pun berbaring di ranjang nya


" sudah berapa bulan tidak datang bulan nya?" tanya dokter itu


" sudah 3 bulan "


dokter itu pun langsung meriksa dan menyentuh perut nya intan " anak pertama ya?"


" iya " sahut intan


" ini baru 6 Minggu dan kandungan nya sehat tapi ibu jangan pakai pakaian yang kentat ya jangan pakai celana jeans dan jangan terlalu banyak gerak "


selesai di periksa mereka langsung pulang


" hhmm jangan banyak gerak kan, berarti kamu harus di tuntun " ucap raga yang langsung memegang tangan intan


intan hanya tersenyum bahagia


" kamu mau makan? atau kita cari baju pengantin?"


" nanti aja cari baju pengantin nya "


" terus kamu mau makan?"


" kita beli bungkus aja terus makan di rumah Sintya "


" ya udah " raga langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan standar namun saat di pertengahan jalan mobil raga berhenti di depan supermarket


" mau beli apa?" tanya intan


" mau beli makanan buat kamu! kamu ikut masuk atau tunggu di mobil aja!"


" aku ikut "


mereka pun masuk ke dalam supermarket itu Raga langsung mengambil troly dan yang pertama di tuju Raga adalah tempat susu


" kamu suka rasa apa?" raga memilih susu hamil untuk intan

__ADS_1


" hhmm apa aja"


" tapi ini harus di minum tiap hari ya "


" iya aku tau "


selesai memilih susu raga kembali memilih buat buahan untuk intan.


" jangan banyak di rumah juga ada buah" ucap intan


" yah gak papa jadi kamu gak harus kemana mana lagi "


" hhmm pengen itu" intan menunjukkan buah rujak tanpa berkata apa apa raga langsung mengambil nya 5 bungkus dia tau kalo orang hamil muda pasti akan pengen rujak terus .


" satu aja cukup " ucap intan


" biar gak papa! terus kamu mau yang mana lagi?"


" hhm sebentar ya aku pilih pilih dulu" intan langsung pilih pilih cemilan sendiri . namun saat intan asik pilih pilih raga melihat Edo yang juga masuk ke dalam supermarket itu sekilas raga masih raga apa benar itu Edo atau bukan ternyata itu benar Edo . Edo masuk kedalam supermarket nya sendiri namun di dalam mobil nya ada terlihat cewe yang sedang menunggu . dengan segera raga langsung mengalihkan pandangan intan agar tidak melihat Edo . bukan bermaksud melarang intan ketemu Edo tapi dia tidak ingin intan ingat masa lalu dan buat dia sedih lagi


" kamu mau es krim" tanya raga saat Edo lewat di belakang nya


" hhmm aku pengen yang rasa ini " ucap intan yang terus asik dengan pilihan nya dan syukur nya Edo tidak lama di dalam supermarket itu di cuman hanya membeli satu barang saja dan setelah Edo pergi raga merasa lega .


" aku belanja nya sudah" ucap intan manja


" gak ada mau lagi?"


" enggak ini juga udah cukup banyak"


" ya udah kamu tunggu di mobil aku bayar dulu"


intan pun langsung menuju mobil nya raga cukup lama intan menunggu raga di kasir ya karena belanjaan nya juga cukup banyak jadi memakan waktu . setelah selesai di kasir raga langsung memasukkan belanjaan nya itu ke bagasi mobil nya .


" mau makan apa?" tanya raga


" hhmm apa aja terserah kamu "


tanpa berkata apa apa raga mengambil ponsel nya dan menelpon Heri . karena dia sudah janji belikan makan siang buat Heri


" bro Lo dimana? Lo sudah selesai ketemu claen?" tanya raga lewat telepon


" di kantor mau makan siang dengan dini "


" Lo kerumah Revan ya kita makan siang di sana nanti gue yang beli makan nya dan bawa juga dini "


" oke lah kalo gitu " telepon pun langsung di matikan Heri


intan hanya menatap ke arah raga tanpa bertanya siapa yang di telepon namun raga memberi tahu


" aku telepon Heri buat makan siang bareng kita " ucap raga yang ngerti dengan tatapan mata intan


" iya aku tau! terus kita beli apa?"


" nanti aku pikir pikir dulu sambil jalan" ucap raga nya dan di perjalanan raga memberhentikan mobil nya di pizza dia membeli pizza . setelah membeli pizza dia kembali menjalan kan mobil nya dan berhenti di sebuah restoran . cukup lama dia menunggu pesanan nya itu

__ADS_1


----BERSAMBUNG


__ADS_2