Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
152


__ADS_3

"eh kok tumben kamu peluk aku" ucap Deni saya di peluk dewi


Dewi pun langsung melepaskan pelukan nya, dan pipi nya pun langsung memerah malu terhadap Deni


"kamu ganti baju ya " pinta Deni kepada Dewi


" memangnya kita mau kemana?"


" aku mau ngajak kamu kesuatu tempat "


" suatu tempat? dimana?" Deni terus terusan bertanya


" udah kamu gak usah banyak tanya, kamu ganti baju aja gak dandan juga gak papa"


Dewi pun masuk ke dalam kamarnya untuk berganti baju


selang beberapa menit Dewi pun keluar dari kamarnya


"sudah?" tanya Deni sambil tersenyum saat melihat Dewi memakai dres berwarna hitam pilos


" sudah... kenapa kamu senyum aku gak bagus ya?" tanya Dewi


" enggak aku kaget aja liat kamu pakai baju begini, kamu cantik juga" Deni mulai menggombal Dewi sampai Dewi tersipu malu,


Deni memang gak pernah melihat Dewi memakai baju dres dia selalu melihat Dewi memakai baju biasa dan paling dia sering liat Dewi memakai baju pasien rumah sakit.


" aku gak dandan, aku gak bisa" ucap Dewi sambil memanyunkan mulut nya karen Amali cewe seusia dia tidak bisa berdanda


"kamu gak dandan aja kamu canti bagaimana nanti kalo kamu dandan, duh.." ucap Deni sambil otak nya traveling kemana mana


" apa yang kamu pikirkan?"


" oh tidak.. yuk kita berangkat "


"saat ingin keluar pintu ternyata ibu nya Dewi pun datang


"kalian mau kemana?"


"aku mau ngajak Dewi jalan jalan boleh kan Bu?"


" oh boleh silahkan "


"bukan nya kamu nanti akan kerja nak deni? apa Dewi tidak menggangu kamu kerja?" ibunya mengkhawatirkan pekerjaan.deni


' tidak Bu aku hari ini gak banyak jadwal Bu"


"oh ya sudah kalo begitu kalian hati hati di jalan ya" Deni dan Dewi pun bersalaman dengan ibunya

__ADS_1


Deni melajukan mobil nya


dipertengahan perjalanan Deni memberhentikan mobilnya di depan sebuah butik mewah, butik khusus baju wanita dan tas mahal


" kamu mau ngapain kesini?" tanya Dewi


" aku mau belikan kamu sesuatu"


" tapi kan... kamu gak usah belikan aku baju atau apa apa gitu, aku gak enak uang kamu sudah banyak habis buat aku"


Deni mendekatkan wajah nya kewajah Dewi membuat Dewi gemetar takut "kamu mau apa?" pertanyaan polos keluar dari mulutnya Dewi


Deni tersenyum lebar melihat muka wanita nya yamg ketakutan " memangnya salah aku mau membelikan sesuatu untuk calon istri aku" ucap Deni dengan tatapan tajam kemuka nya.dewi, namu Dewi langsung mengalihkan tatapan nya


"hey.." Deni mengraih dagunya Dewi "kenapa kamu gak mau tatap mata aku memang nya.aku jelek? kamu malu punya pacar om om begini?"


" enggk..siapa yang malu, aku gak bilang kamu jelek dan kamu juga bukan om om"


" itu arti nya aku ganteng dong"


Deni tidak kalah ganteng nya dengan Revan, Heri dan raga. Dewi memiliki tubuh kekar, putih hidung mancung namun cuman rambutnya saja yang lebih panjang dari mereka, kalian bisa pikirkan sendirilah bagaimana penampilan seorang fotografer


"coba kamu tatap mata aku" lagi lagi.deni mengangkat wajahnya dewi, muka Dewi dan Deni begitu dekat hampir tidak ada celah di antara wajah mereka, ingin sekali rasa nya deni mencium bibir mungil nya Dewi


"sabar den sabar" batin Deni terus berbicara


Dewi hanya mengangguk kan kepala nya dan menjauhkan muka nya dari muka Deni


Deni paham dengan maksud dewi.dan di juga menjauhkan badan nya


" ya udah kita turun ya" ucap Dewi sambil mengelus rambutnya Dewi


" mereka pun masuk kedalam butik itu


"selamat datang di butik kami, ada yang bisa di bantu" seorang pelayan di situ menyambut Dewi dan Deni


" bisa Carikan beberapa baju yang cocok untuk calon saya ini mba?" perintah den


"beberapa baju? memangnya di mau beli berapa?" batin Dewi berbicara


" baik pak tunggu sebentar ya" karyawan itu pun mulai memilih milihkan baju untuk Dewi


"apa di sini mahal mahal?" bisik Dewi kepda Deni


" sudah kamu tenang aja gak usah mikirin masalah harga kamu cukup duduk manis di sini aja biar kita tunggu karyawan itu" ucap Deni sambil menunjuk karyawna yang sedang memilihkan baju untuk Dewi


beberapa menit kemudian karyawan itu datang dengan membawa beberapa baju untuk Dewi

__ADS_1


"ini pak baju yang menurut saya cocok untuk pacarnya " karyawan itu sambil mematung natingkan baju kepda Dewi


" bagaimana kamu mau yang mana sayang?"


" aku bingung, menurut kamu yang mana?" Dewi malah kembali bertanya kepada deni


" kok malah nanya aku, aku juga bingung"


" yang mana ya? habis nya semua nya bagus bagus "


" semua bagus bagus ya.. hhm kalo begitu kita beli semua yang ada di tangan mba nya aja " dengan santainya Deni bilang begitu, ada tiga baju yang di tangan karyawan itu


" hah beli semua nya? "


"iya memang nya kenapa?"


" apa gak kebanyakan?"


" udah kamu gak usah khawatir begitu "


Deni pun membayar semua belanjaan nya


setelah selesai mereka pun masuk ke dalam mobil dan Deni langsung melajukan mobil nya


" kita mau kemana lagi?" Dewi kembali bertanya


namun Deni hanya tersenyum membalas pertanyaan Dewi


tak beberapa lama mereka sampai di depan sebuah gedung besar


" GMC Studio " Dewi membaca tulisan besar di depan gedung itu


"ini kantor kamu?" tanya Dewi


" iya ini kantor sekaligus studio aku kerja "


" ngapain aku di bawa kesini, kalo kamu mau kerja harus nya kamu antar aku pulang aja "


" udah kamu gak usah banyak tanya, kamu ikut masuk aja"


" Dewi dan Deni pun turun dari mobil nya dan Deni membuka bagasi mobil mengambil tas yang berisi kamera mahal nya


"kamu hari ini ada pemotretan ya?"


"iya cuman gak lama sih, oh ya sayang baju yang tadi kita beli kamu bawa ke dalam ya" pinta Deni kepada Dewi


" aku malu masuk ke dalam dengan penampilan aku seperti ini, pasti di dalam sana cewe cewe nya cantik cantik.semua sedangkan aku begini.. seharus nya kami bilang dulu sebelum bawa aku kesini jadi aku bisa minta bantu ibu untuk make up supaya aku gak bikin malu di depan teman teman dan model model kamu" Dewi begitu tidak pede dengan penampilan nya sebelum berangkat dia hahya mengoles muka nya dengan sedikit bedak dan lipstik

__ADS_1


"sudah kamu gak usah sedih begitu, aku gak malu kok.. ayo masuk aku sudah di tunggu yang lain nya" Deni menarik tangan nya Dewi dan Dewi pun mengikuti dari belakang


__ADS_2