Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
26


__ADS_3

" saya kesini cuman menemani istri saya" ucap Revan santai


semua mahasiswa langsung mengalihkan pandangannya nya ke arah Revan dan Sintya setelah mereka mendengar kalo Sintya adalah istri nya.


lain hal dengan Sintya Sintya sangat lemas,gugup dan takut dia cuman bisa diam dan terus menunduk.


" Sintya istri kamu" tanya dosen nya


" iya memang nya ada yang salah " ucap Revan tegas


" Revano Saputra orang paling kaya memiliki banyak perusahaan di kota ini dan bisnis di Kalimantan, ternyata jatuh cinta sama mahasiswi saya, hebat kamu memilih suami " ucap dosen nya sambil tertawa, dosen nya memang tidak tua masih seumur Revan


semua mahasiswa mendengar nya langsung ikut kagum. " berarti kaya banget ya suami nya Sintya " ucap para mahasiswa


Sintya sangat kaget mendengar ucapan dosen nya dan menatap muka Revan dengan serius.


" kamu kenal dengan dosen ku" tanya sintya dengan mata melotot ke Revan


" iya dia teman baik ku di universitas beb, kamu jangan gitu dong muka nya" ucap Revan


" saya satu jurusan dan satu kelas dengan dia sekarang dia jadi orang yang sangat sukses banyak orang yang mengenal nya apalagi wanita" ucap dosen nya


Revan hanya ketawa mendengar sanjungan teman nya itu


" kenapa kamu tidak bilang dengan aku kalo kamu kenal dengan dosen ku, kamu hampir bikin aku jantungan " ucap Sintya


" iya aku minta maaf, kan aku gak mau sombong kan diri, di bawah aja cewek cewek nanya aku bilang aku supir kamu " ucap Revan


Sintya pun tersenyum bahagia " dasar kamu "


" kamu pulang jam berapa" tanya Revan


" aku malam ini cuman satu mata pelajaran jadi setelah ini habis kita langsung pulang" ucap Sintya


" baik lah"


cukup lama Revan di dalam kelas Sintya dan akhirnya pelajaran pun di akhir


" sekian pertemuan malam ini, salah khilaf mohon maaf assalamualaikum wr.wb " ucap dosen


namun dosen bukan nya keluar malah menghampiri Revan


" lama ya kita gak pernah ketemu lagi" ucap dosen


" iya nanti kalo ada waktu kita makan makan di rumah saya"


" baik lah kalo begitu saya permisi dulu, jaga istri mu" ucap dosen nya bercanda


Sintya hanya terdiam melihat keakraban suami nya kepada dosen nya


kelas pun bubar dua mahasiswi menghampiri sintya,


" sin beri ilmu nya dong biar kita kita dapat suami kaya suami Lo"


Revan yang mendengar nya langsung tersenyum


" beb kamu keluar duluan"


" aduh romantis banget " ucap teman Revan


" gue juga di jodohkan sama orang tua gue jadi gue gak ada ilmu nya" ucap Sintya

__ADS_1


" ya udah gue duluan ya bye"


Sintya pun langsung keluar dan menghampiri Revan yang sudah menunggu nya


" yuk kita pulang "


"sini tas nya biar aku yang bawa" Revan meraih tas Sintya dia membawa nya dan tangan sebelah kanan nya menggandeng tangan Sintya membuat para mahasiswa semua nya ngiri.


Revan pun membukakan pintu mobil untuk Sintya " baru ini aku merasa sangat di hargai" ucap Sintya dalam hati


" kita langsung pulang atau gimana" tanya Revan


" kita langsung pulang aja aku mau masak buat kamu "


" gak mau beli makan di luar aja"


" gak masak sendiri lebih enak dan sehat "


" hhm ya udah kalo itu mau kamu tapi kamu gak capek kan"


" enggak "


beberapa menit di perjalanan akhirnya sampai di rumah Sintya langsung masuk ke kamar mandi langsung mandi karena tubuh nya terasa lengket.


" beb kamu di mana"


" aku di kamar mandi , ada apa"


" gak papa"


cukup lama Sintya di makar mandi. terdengar pintu terbuka pertanda Sintya sudah selesai mandi


" kamu gak mandi" tanya Sintya


Sintya pun langsung menuju ke dapur dan di buka nya kulkas dia memilih sayuran apa yang ingin di masak nya.


" ya udah aku mau masak sup ayam aja " ucap Sintya sup ayam memang makanan yang simpel dan kesukaan Sintya.


di lain tempat, Revan sudah mandi tidak lama dia mandi karena merasa kedinginan.


Revan pun keluar dari kamar di lihat nya di dapur istri nya yang lagi asik masak


" masak apa beb " ucap Revan sambil memeluk pinggang nya Sintya


" aku cuman masak sup ayam beb kamu gak masalah kan"


" apapun yang kamu masak akan aku makan terus, apa mau aku bantuin" tanya revan


" ah gak usah kamu ke kamar aja, apa kamu gak ada kerjaan"


" hhmm gak ada kerjaan kantor sudah beres semua"


" ya udah aku nunggu di ruang tengah aja "


Revan pun pergi ke ruang tengah untuk menonton tv..


" beb makanan nya sudah siap"


" iya Beby aku datang"


" wow masakkan istri aku emang paling enak"

__ADS_1


" bisa aja kamu gombal nya"


beberapa menit akhirnya sudah selesai


" kamu mau apa beb" tanya Revan


" Cuci piring "


" biar aku aja" Revan meraih piring dari tangan Sintya


" memang kamu bisa" ucap Sintya sambil menatap Revan


" eh kamu beb gak percaya sama suami " ucap Revan sambil mendekatkan wajah nya


Sintya cuman tersenyum lebar sama Revan


" sudah " tanya Sintya


" sudah "


mereka pun masuk ke dalam kamar


" hhmm udah jam 10.30"


" memang nya kenapa"


" bakalan gendut an aku kalo makan malam terus" ucap Sintya sambil memajukan bibir nya


"kalo gendutan kenapa takut aku gak cinta lagi"


" yah enggak bukan nya kaya gitu "


" mau kamu gendut atau kurus yah aku gak jadi masalah aku tetap sayang sama kamu , aku bakal terima kamu apa ada nya "


" iya aku tau tapi aku belum sepenuhnya jadi istri yang baik sama kamu " ucap Sintya sambil menunduk wajah nya


" aku akan selalu sabar menunggu sampai kamu benar benar bisa memberikan sepenuhnya" ucap Revan sambil mengecup kening


" aku boleh nanya sesuatu"


" boleh mau nanya apa nona" goda Revan


Sintya tersenyum " hhmm kenapa kamu mau nikahin aku, padahal kan kita ketemu aku selalu bikin masalah "


" kamu mau tau"


" iya aku mau tau'


" hhm nanti aja deh aku bilang nya"


" ih kamu mah gitu " Sintya ngambek membalikkan badan nya


" beb jangan ngambek kaya gitu, aku kau nikahin kamu karna kamu unik" ucap Revan


" apa... kamu bilang aku unik, unik dari mana nya"


" iya unik, semua cewe cewe lain kalo melihat aku selalu ngejar ngejar bahkan ada yang ngajakin kenalan, mau minta nomer telpon lah tapi kamu malah cuek dan gak tertarik dengan ku, maka nya aku jadi penasaran sama kamu"


( terkadang cowok itu penasaran dengan cewe karna sifat cuek nya, semakin cewe cuek semakin lelaki itu ingin memiliki)


" minta nomor telepon?? pernah kamu kasih"

__ADS_1


" ya enggak lah, dah yuk tidur udah malam besok aku ada metting pagi" ucap Revan sambil memeluk Sintya. sekarang sudah jadi kebiasaan Revan kalo tidur memeluk sintya


__ADS_2