
" kau serius tidak akan marah " tanya Sintya
" iya"
" ya udah aku kau ini" Sintya memilih tas yang begitu bagus dan lumayan mahal
" cuman itu" tanya revan
" iya " ya udah kita bayar
sampai nya di kasih banyak karyawan nya yang menatap ke tampanan Revan
" dia benar benar tampan dimana mana banyak cewe yang terpesona dengan ke tampanan nya, aku merasa beruntung mempunyai suami seperti dia" ucap Sintya dalam hati sambil melamun
" beb... Beby.." panggil Revan " kenapa melamun, apa yang kamu inginkan lagi"
" oh tidak itu saja "
revan sudah selesai membayar mereka keluar dari toko itu.
" apa kamu mau ke supermarket" tanya Revan
" tidak.. "
" tapi aku mau" ucap Revan sambil menarik tangan Sintya " aku rasa buah di kulkas sudah pada habis "
Sintya cuman mengangguk dengan perkataan revan, dia merasa begitu bahagia hari ini karena laki laki yang dia anggap dulu dingin pada nya ternyata begitu baik pada nya.
Revan asik pilih pilih buah
" aku capek " ucap Sintya sambil berjongkok
" kamu jangan jongkok di situ sayang, kita cari kursi ya" ucap Revan sambil memegang tangan Sintya
Sintya pun duduk di kursi
" kamu tunggu di sini biar aku yang belanja "
Sintya cuman mengangguk " iya"
tak lama Revan pergi Revan datang lagi dengan memberi kan air mineral
" nih beb"
" makasih" ucap sintya
Revan cuman mengedipkan mata nakal nya kepada Sintya membuat Sintya tersenyum dengan tingkah Revan .
cukup lama Revan berbelanja membuat Sintya bosan menunggu
" kamu bosan menunggu nya" tanya Revan berjalan dari belakang
" iya, kok kamu banyak banget belanja nya"
" baik lah kita pulang tapi tunggu aku bayar dulu ya"
lagi lagi Revan harus menunggu antrian buat bayar belanjaan nya sebentar bentar Revan melirik ke arah Sintya seakan takut Sintya kabur lagi..
kasir pun menghitung belanjaan nya
" sendirian aja mas" tanya karyawan di situ
" oh tidak saya sama istri sana di sana" ucap Revan sambil menunjuk Sintya
" oh.. istri nya cantik juga" ucap pelayan di situ
Revan pun sudah selesai bayar dan langsung menghampiri sintya
__ADS_1
" ayo kita pulang" ucap Revan sambil mendorong trolly
Sintya langsung beranjak dari kursi nya
" kamu gak capek beb" ucap Sintya membuat Revan kaget dengan panggilan nya
" apa.. apa kamu panggil apa " ucap Revan sambil mendekatkan kuping nya
" gak papa, gak jadi"
" jangan ngambek dong sayang " ucap Revan sambil mendekatkan wajah nya
" ih.. jangan seperti itu ga enak di lihat orang " ucap Sintya sambil memanyunkan bibir nya
----🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷-----
sampai nya di rumah Revan langsung membuka laptop nya sedangkan Sintya yang di samping nya lagi asik makan coklat yang di beli revan.
" beb..." ucap revan
"hhmm "
" kamu suka coklat nya"
" iya, soal nya enak "
cup... Revan **** bibir Sintya sekilas
" ih beb jangan di *****kan kotor aku lagi makan coklat"
" bibir mu manis seperti coklat" bisik Revan
" aku lanjut kerja dulu, nanti kuliah biar aku antar"
" hah...." mata Sintya melotot
" bukan begitu... ya udah aku mau"
waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 malam Sintya sudah bersiap siap untuk berangkat kuliah, Revan sudah menunggu di mobil
" lama ya nunggu nya"
" enggak kok"
mobil pun jalan dengan kecepatan standar sampai nya di depan kampus
" sudah sampai sini aja, biar aku jalan kaki masuk nya"
namun perkataan Sintya dan hiraukan nya Revan mengantar nya sampai parkiran..
" kamu hati hati ya Beby kalo sudah pulang cepat hubungi aku" ucap Revan sambil mencium kening Sintya
" iya "
siintya di dalam kelas
" selamat malam semua nya" ucap dosen pengajar
" malam pak" sahut para mahasiswa
" baik silahkan kumpulkan tugas kalian " ucap dosen
Sintya langsung mencari tugas nya di tas namun ternyata tugas nya ketinggalan
beberapa menit Revan di perjalanan ponsel Revan berdering, tertulis nama di layar ponsel nya my wife
" hallo ada apa, apa kamu tidak ada mata kuliah" tanya Revan mengangkat telpon
__ADS_1
" kamu sudah sampai rumah?? tugas kuliah aku ketinggalan dan itu harus di kumpulkan malam ini juga "
" tempat nya di mana nanti aku antar lagi"
" di meja belajar aku, di buku IT "
ponsel pun terputus Revan langsung melajukan dengan kecepatan tinggi . sampai nya di rumah Revan langsung mencari tugas nya Sintya. dia dapat menemukan tugas nya langsung kembali ke kampus nya dengan perjalanan cukup cepat.
sampai nya di parkiran kampus Revan langsung menelpon Sintya
tut..Tut..tut.
" beb kelas kamu dimana"
" di atas lantai dua, kamu tunggu di parkiran aja nanti biar aku yang kesana "
namun perkataan Sintya di hiraukan Revan Revan berjalan menuju kelas nya, sepanjang perjalanan Revan banyak mahasiswi kampus yang memperlihatkan Revan
" hey, kuliah di sini juga ya" tanya mahasiswi di sana
" oh tidak saya cuman supir cuman mau mengantarkan tugas"
" wah supir seganteng itu.. aku juga mau " kata mahasiswi yang lain
revan menaiki tangga di cari nya kelas Sintya sambil menglihat lihat ke dalam apa ada Sintya. tak jauh dari tangga dia melihat Sintya yang duduk di belakang kelas yang sibuk dengan ponsel nya
tok..tok..tok.. permis " ucap Revan
" masuk " ucap dosen yang sedang sibuk menilai tugas tanpa menglihat siapa yang datang
Revan pun langsung masuk dan menghampiri Sintya
" siapa itu ganteng banget , apa teman sekelas kita juga " ucap mahasiswi yang duduk di depan
" tidak tau, kaya nya bukan gue baru pertama melihat nya"
sintya sangat kaget melihat Revan masuk dan duduk di samping nya
" kenapa kamu kesini"
" kan aku kau nganterin ini" ucap Revan sambil menunjuk kan lembaran tugas Sintya
" kan udah aku bilang tunggu di parkiran"
" memang nya kenapa kalo aku masuk, siapa yang melarang " ucap Revan angkuh
" ihh " sintya kesal dengan sifat Revan yang seenak nya
" kamu tau gak dosen nya ini tegas banget orang nya nanti dia marah" ucap Sintya berbisik
" udah diam aku cuman mau menemani mu di sini" ucap Revan sambil menarik tangan Sintya
Sintya langsung menunduk kan wajah nya karna malu di lihat teman teman nya
" kamu malu di lihat teman teman mu?? tenang Beby mereka tidak mentertawakan mu mereka malah ngiri dengan kamu mempunyai suami setampan aku " ucap Revan dengan sombong nya
" Sintya mana tugas kamu" ucap dosen yang di depan kelas
" ad--ada pak" ucap Sintya gugup
dosen yang mendengar suara Sintya gugup lalu memandang ke arah nya dan berjalan
" kamu jurungan apa" tanya dosen menunjukkan ke arah Revan
" saya" ucap Revan dengan menunjuk jari ke arah diri nya
" iya kenapa kamu cuman pakai baju kaos " ucap dosen , memang Revan saat itu memakai baju kaos dan celana jeans panjang.
__ADS_1