
setelah jam kuliah intan berakhir intan langsung menuju rumah sakit untuk menjenguk sahabat nya, cukup lama intan di perjalanan karena macet akhirnya dia sampai di rumah sakit. intan langsung masuk menuju ruangan Sintya
tok..tok .tok .
" di buka intan pintu terlihat dua sepasang suami istri itu dengan tertidur nyenyak
" hhmm enak nya rumah sakit seperti rumah dia aja" ucap intan
" sin" ucap intan membangun kan Sintya
Sintya bergerak dan memberanikan membuka mata nya
" intan.. maaf ya " ucap Sintya sambil beranjak duduk
" iya gak papa, Lo sakit apa? "
"maaf gue kambuh gara gara gue makan pedas "
" emang Revan gak melarang Lo "
" sudah tapi gue tetap keras pengen makan"
" hhmm Lo juga sih bandel" ucap intan " eh kaya nya suami Lo capek banget"
" iya dia harus jaga gue beli ini itu "
" ya udah gue juga temani Lo di sini, kata nya Lo bosan"
intan memang sahabat yang paling pengertian
tapi selama intan di rumah sakit kerjaan cuman makan buah, ketawa lepas mereka cerita cerita . karena dengar suara seseorang ketawa Revan terbangun dari tidur nya
" siapa? "
" gue tamu tak di undang" ucap intan asal " maaf nih ya gue ganggu tidur lo dan maaf juga kalo makanan dan buah di sini habis soal nya gue lapar"
revan langsung beranjak dari kasur
" Lo mau makan apa" tanya revan
" apa aja yang penting gratis " ucap intan dengan angkuh nya
Sintya hanyar tersenyum melihat tingkah sahabat nya bukan sekali dua kali dia melihat tingkah konyol sahabat nya ini namun setiap kali
" beb aku tinggal beli makan dulu ya"
" tolong jagain istri gue jangan sampai lecet "
" siap bos" intan sekarang sudah terlihat akrab dengan revan
" Lo beneran lapar "tanya Sintya
" ya iyalah Lo tau gak gue tadi setelah bubar kelas gue langsung kesini gak ada makan apa apa"
Sintya hanya mengangguk
" masih sakit sin ?"
" masih Tan perut gue rasa nya perih banget kalo habis makan padahal makan cuman sedikit"
" maka nya Lo itu harus jaga makanan, sekarang kan Lo udah jadi orang kaya jadi kan bisa makan makanan sehat aja gak harus makan makanan kaya gitu"
tidaj cukup lama Revan meninggalkan mereka berdua dan akhirnya dia kembali dengan membawa makanan dan buah yang cukup banyak
" wah.. banyak banget " ucap intan
" nah makan " ucap Revan sambil menyodorkan bungkusan nasi kepada intan
" makasih ya, berarti gue berangkat kesini cari makan ya " ucap intan sambil tertawa
__ADS_1
" yuk sin makan" ajak intan
" gue makan bubur aja "
" nih aku suapin" ucap Revan
" aduh cobaan jomblo ! harus jadi obat nyamuk " ucap intan
Revan dan Sintya tertawa lepas
" eh Lo tau gak awal nya gue kira Lo sakit karena hamil"
hahaha Revan tertawa lepas " Hamill.. malam pertama aja belum pernah "
Sintya mendengar perkataan Revan langsung mencubit pinggang nya Revan
" aww sakit beb" rintih revan
" hah beneran" tanya intan dengan mata melotot seperti ingin keluar
" iya benaran "
" berarti Lo masih perawan dong sin! tapi gue heran kenapa Lo Van tahan banget gitu menunggu padahal menikah udah hampir 2 bulan "
" ya mau gimana lagi dong, gue juga menunggu waktu yang pas sampai Sintya benar benar ikhlas melepas nya untuk gue"
" aghh soswett "teriak intan dengan lebay nya
" tuhan sisakan aku lelaki seperti Revan ". ucap intan sambil mengangkat tangan nya
" beb kapan aku pulang " tanya Sintya lagi
" sabar sayang dokter belum ngasih kabar"
---🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷---
Revan mengetok pintu ruangan dokter
" silahkan duduk pak "
" baik terima kasih"
" sore ini istri bapa sudah boleh pulang " ucap dokter
" baik dok terima kasih"
Revan pun kembali ke ruangan sintya
" bagaiman beb? kapan aku boleh pulang "
" sore ini kamu pulang tapi kamu janji ya harus jaga makan dulu"
" iya aku janji beb, intan Lo nginap di rumah kita ya"
" tapi gue " ucapan intan terputus
" tenang banyak kok kamar kosong " ucap Revan
" hhmm oke lah"
mereka pun akhirnya pulang kerumah
sampai nya di depan rumah yang di ikuti intan dari belakang
" sin itu mobil buat Lo ya" tanya intan
" hhmm iya tapi gue belum pernah pakai"
" hhmm bagus banget Lo emang istri sultan sin" ucap intan memuji
__ADS_1
" ah enggak biasa aja"
" ayo masuk " ucap Revan
mereka pun masuk ke dalam rumah namun Sintya heran ada ibu ibu yang tidak di kenal nya di dapur
" itu siapa" tanya Sintya pelan kepada Revan
' oh. itu bi inah dia yang akan bantu bantu kamu disini, supaya kamu gak capek lagi"
" hhmm kenapa gak dari semalam semalam pakai pembantu, harus nunggu aku sakit gitu" ucap Sintya dalam hati
" nyonya mau makan " ucap bi inah
" nanti saja bi" ucap sintya tersenyum
" bikinkan bubur aja bi buat istri saya" ucap Revan
' baik tuan "
" kamar gue dimana ? gue mau mandi" ucap intan
" noh di atas ucap Sintya"
intan pun langsung menuju kamar nya dan saat di dalam kamar intan terkejut
" wah besar banget ,. kamar tamu nya aja sebesar dapur gue apa lagi kamar tua dan nyonya rumah" ucap intan
waktu sudah menunjukkan pukul 7.39 malam intan keluar dari kamar nya saat hendak menuju dapur intan lewat kamar Sintya
tok..tok.. tok..
Sintya menoleh siapa yang berada di depan pintu
" masuk Tan"
intan pun langsung masuk " sendiri aja sin suami Lo mana"
" iya dia lagi di ruangan kerja nya"
" ooh.."
" eh di kampus Lo udah ada acara pemilihan putra dan putri kampus gak " tanya sintya
" yah belum sih, kalo ada gue pasti bakalan ikutan "
" Lo yakin pengen ikut ? bakalan kelihatan gak kan tinggi lo 170cm" ucap Sintya tertawa
intan memang jauh lebih pendek dari Sintya
" yah itu menghina atau menghibur" tanya Sintya sambil berkacak pinggang
" Lo masih gak yakin dengan bakat gue, lihat nih gue contoh berjalan di catwalk " intan pun meragakan jalan nya dengan penuh percaya diri
Sintya tidak mau kalah dia juga ikut berjalan bak nya di panggung catwalk dengan lenggak lenggok membawa tas kecil sebagai hiasan
" gimana jalan gue pas kan jadi model" tanya sintya
Revan yang dari depan pintu memperhatikan dua gadis ini tertawa pelan dia terus memperhatikan
" kamu punya bakat jadi model beb" ucapan Revan membuat Sintya malu dan langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur
" beb hati hati kamu masih sakit "
" abis nya kamu diam diam menguping pembicaraan aku"
---------------BERSAMBUNG------------
jangan lupa like, komen dan minta vote nya ya
__ADS_1