Karma Cinta

Karma Cinta
Villa


__ADS_3

Sampai mobil terparkir di sebuah villa sederhana yang mungkin sudah lama terbengkalai.


''Turun!!'' perintah Adnan.


Syila menurut, di amatinya sesaat sembari berjalan diiringi Adnan.


''Apa yang kau cari? dewa penolong? haha berharaplah!'' remeh Adnan.


****


Sedangkan di sebuah kamar hotel, Kaisar merasa sangat khawatir, setelah mendapat kabar jika Syila di bawa seseorang ke sebuah villa oleh orang suruhan Kaisar.


Tanpa sepengetahuan Syila, Kaisar menempatkan bodyguard bayangan, tugasnya menjaga, mengawasi, dan mengikuti kemana Syila pergi tanpa harus mencolok dan membuat Syila curiga.


''Lewis, bagaimana? kenapa anak buahmu tidak juga bergerak?'' kesal Kaisar, ingin kembali saat ini juga mobilnya mengalami perbaikan akibat beberapa kabel mesinnya terputus. Ingin memakai mobil umum, Lewis melarangnya, karena ia sempat menyadari jika ada yang terus mengintai mereka.


''Tuan, ternyata di villa tersebut banyak penjaganya, juga ada yang mencurigakan, sepertinya mereka memasang beberapa perangkap! anak buahku tidak pernah bertindak ceroboh jika sudah menyangkut penculikan, bersabar dan berdoalah, Tuan,'' hibur Lewis yang malah membuat Kaisar semakin gusar.


Rasa takut kehilangan kembali menghantui pikiran Kaisar, ia belum mendapatkan cinta dari Syila, bagaimana jika sesuatu yang buruk menimpanya?


''****!! akhhhh apa gunanya aku sebagai suami! aku benar-benar ingin terbang kesana, menghabisi semua orang yang sudah berani menyentuh istriku!!'' frustasi Kaisar.


Tak lama Lewis mendapatkan kabar jika mobilnya sudah selesai diperbaiki.


Lalu ia menelfon seseorang, Lewis memintanya untuk menggunakan setelan jas yang sama warnanya dengan Kaisar juga Lewis, sebelumnya ia juga memintanya mengisi bensin mobilnya secara penuh, bahkan harus mempunyai cadangan di dalam mobil.


Kaisar sudah tak mau tahu lagi, yang ada dipikirannya hanya cepat kembali menemui Syila.


''Hei, hentikan pembicaraanmu itu! kapan aku bisa kembali?!''

__ADS_1


''Tuan, kita harus tenang dan bermain halus, tidak boleh membuat mereka mencurigai pergerakan kita, ini taruhannya adalah nyawamu juga Nona, orang bengkel menemukan sesuatu yang terpasang di dalam mobil, kemungkinan itu penyadap suara. Kita tidak boleh membahas sesuatu yang mencurigakan, ikuti intruksiku,'' Lewis pun menjabarkan rencananya kepada Kaisar.


''Tidak sia-sia aku bekerja sama denganmu, kau yang terbaik yang bisa diandalkan,'' puji Kaisar.


****


Mereka memulai rencana mereka, keluar kamar hotel dengan biasa seolah-olah mereka tidak mengetahui apapun. Dengan bahasa isyarat Lewis mengkode Kaisar. Ia menemukan barang penyadap di bawah kursi Lewis. Mengambilnya lalu memasukkannya dalam air, otomatis barang kecil modern itu tidak berfungsi dan rusak.


Sedangkan, para pembunuh bayaran itu hanya mengira jika sedang eror, atau karena terkena getaran akibat mobil yang berjalan di jalan yang tidak rata.


Lewis mengamati mobil yang mengikutinya, tidak banyak hanya ada dua orang saja, Kaisar pun menyadarinya jadi ia lebih waspada, mereka berhenti disalah satu minimarket yang di sampingnya ada toko bangunan, di sana sudah ada mobil yang menunggu kedatangan mereka.


Lewis dan Kaisar memasuki minimarket tersebut, berbelanja sesuatu, saat melihat dua orang membawa kayu triplek sangat lebar sudah berada di depan mobil sang pembunuh bayaran tersebut, Kaisar dan Lewis segera memasuki mobil dari teman Lewis, mereka bertukar posisi.


''Hei, kau menghalangi mobilku, menyingkir atau kuhabisi kau!!'' teriak salah satu pembunuh itu kepada para pembawa kayu triplek. Tidak tahu saja mereka sedang berhadapan dengan kepolisian.


Mobil Kaisar berjalan lebih dulu, dia mengintruksi untuk membawanya berkeliling sejenak setelah itu baru mulai menjebak mereka. Teman Lewis ini adalah seorang polisi. Yang biasa ditugaskan ke lapangan dengan cara menyamar dan menjebak.


Sedangkan mobil yang Kaisar tumpangi, langsung pergi ke alamat yang sudah dikirimkan oleh anak buah Lewis yang sedang mengintai dari jauh villa tersebut.


Syila sudah di kamar bersama Adnan, tubuhnya gemetar, namun ia berusaha tenang. Syila menyadari jika villa tersebut banyak sekali CCTV-nya dan juga penjaga yang ternyata banyak di dalam ruangan.


Adnan tanpa basa basi langsung ingin menggeluti Syila di ranjangnya, sampai ketika Adnan berusaha mendekatinya, Syila bertingkah seperti orang yang mau muntah.


''Hoeekkk,'' ia menutup hidungnya.


''Hei, Adnan, sudah berapa lama kau tidak menggosok mulut dan tubuhmu, bau sekali, aku mual,'' kata Syila.


Adnan langsung mencekal dagu Syila dengan kasar, ''Apa kau mau membodohiku? tidak bisa!''

__ADS_1


Syila meringis karena sakit, ''Siapa yang ingin membodohimu, coba saja kau cium tubuhmu!'' tantang Syila yang memang tubuh Adnan bau.


Adnan dangan bodohnya menciumi tubuhnya sendiri seperti yang Syila perintahkan, dia ingat, dia tidak mandi 3 hari ini. Karena sibuk membuat strategi untuk penculikan Syila. Memasang berbagai perangkap di setiap villa dan mengumpulkan orang-orang yang saat ini sedang berjaga-jaga di villa.


''Kau benar sayang, tunggu sebentar, aku akan pergi membersihkan tubuhku!'' Adnan berlalu menuju kamar mandi.


Syila mencari ponselnya, mengetikkan pesan kepada Kaisar bahwa dirinya sedang di sekap oleh Adnan, kepribadian ganda dari Adji.


Syila meminta Kaisar untuk lebih berhati-hati, karena nyawa mereka sebagai tawanan. Syila meminta tolong kepada Kaisar, juga jangan membalas pesannya jika ia sudah membaca. Setelahnya Syila menghapus pesan itu, dan menyimpannya kembali di tas.


Syila berjalan menuju balkon, melihat-lihat dari sana, sepi, disana adalah padang tandus, banyak rumput liar yang mulai mengering, tidak ada rumah penduduk. Ahh dia tidak bisa berlari tanpa bekal apapun.


''Apa yang kau lakukan? kau ingin melompat dari sana? lakukan saja, hahaha setelah kita bersenang-senang tentunya!'' suara Adnan mengagetkan Syila.


''Aku tidak berpikir seperti itu, jika aku kaya, aku ingin membeli tanah disini untuk kubuat beberapa villa, wahana out bone, juga kebun buah dan sayur, pasti sangat menguntungkan! apa kau mau membelikannya untukku?" Syila tersenyum memancing Adnan, membuat Adnan tertegun, sangat manis. Setelah itu Adnan menghalau kembali hatinya yang mulai aneh itu.


'Ulur waktunya Syila, yakinlah suamimu akan datang, dia sudah berjanji akan menjadi perisaimu bukan!'


''Kemarilah, mendekatlah, aku sudah harum, aku akan membuatkan apa yang kau mau jika kau memilihku!!'' Adnan mengikis jarak, Syila panik.


'Berpikir Syila, berpikir! mana sudi aku memilihmu!'


''Tentu saja, bukankah kau berkata Kaisar adalah pria tua? kau benar, dia tidak bisa membuatku mendesah lama di atas ranjang,'' menyesal mengapa malah sebuah umpan yang ia berikan, Adnan tersenyum licik.


Tiba-tiba Adnan menutup hidungnya, sedangkan Syila menahan senyumnya, ''Bau apa ini? mengapa seperti telur busuk?'' Adnan mundur.


''Ups, maaf, aku pagi tadi terlalu banyak makan cabai, perutku sedikit sakit,'' mengeluarkan wajah bersalahnya.


''Apa?!'' Adnan ilfil.

__ADS_1


''Seleraku hilang,'' Adnan menyambar kaosnya dalam lemari dan pergi dari kamar. Sebelumnya ia mengambil ponsel Syila.


__ADS_2