Karma Cinta

Karma Cinta
Berlian Limitid Edition


__ADS_3

Syila terkejut, "Dika, ada apa?" memasang wajah datar lagi.


Dika masih diam, hanya mata yang bicara, tak dapat di bohongi, Syila memang lebih menarik setelah sekian lama tidak bertemu.


Syila melangkahkan kakinya, karena tidak mendapat respon apapun dari Dika, berniat untuk pergi dari sana. Namun Dika menghadangnya. Syila ke kiri, Dika juga ke kiri. Syila ke kanan, Dika juga ke kanan. Jengah, akhirnya Syila mengalah. Menunggu apa maksud Dika. Dengan tangan menyilang di depan dada, memberanikan menatap mata pria yang sempat bersemayam di hatinya.


''Apa ini hanya kedokmu?'' Dika menunjuk jilbab Syila.


''Apa maksudmu?'' Syila mencoba tidak terpancing dengan arah pembicaraan Dika yang menjurus merendahkannya.


''Kenapa Syila? Apa kehidupan di kota membuatmu menjadi wanita simpanan?'' tuduh Dika lagi, hati dan akalnya tertutup rasa cemburu juga kesal.


Tatapan nyalang langsung ke mode nyala dari Syila.


''Cih... , berjabat tangan denganku kau tidak mau, aku kira kau semakin jauh dalam jamahan seorang pria. Tapi tadi?... ,'' ekspresi tidak percaya dan kecewa.


''Hanya karena Kaisar pengusaha yang lebih sukses bahkan kau mau di perlakukan seperti itu di depan umum?'' terlanjur naik pitam, Dika tidak mampu menyaring perkataannya. Bahkan tidak memberi Syila kesempatan untuk membela diri.


Syila menghembuskan napas beratnya, ''Aku rasa Laura menunggumu, mengapa kau disini dan menanyakan sesuatu yang seharusnya tidak kau tanyakan padaku?!''


''Jangan menghindariku Syila!!'' Dika menarik tangan Syila sampai tubuhnya membentur dinding.


Dika menguncinya dengan kedua tangannya, ''Apa baju serta aksesoris dan juga hadiahmu tadi hasil dari menjadi sugar baby Kaisar? Beri tahu aku, kau butuh berapa, aku akan transferkan asal kau mau menemaniku semalaman penuh,'' dengan pandangan mengejek dan penuh hina. Entahlah Dika merasa perubahan Syila terutama dalam penampilan yang terlihat berkelas membuat Dika berpikiran seperti itu, yang memperkuatnya lagi adalah keintiman Syila dan Kaisar yang tanpa canggung ia pamerkan di depan umum.


Tangan Syila sudah terbang, hendak mendarat di wajah tampan mantan tunangannya ini, tapi ia hentikan.

__ADS_1


''Kenapa? kau tersinggung? bukankah aku benar?''


''Ck... , tanganku nanti kotor, aku baru saja mencucinya,'' remeh Syila juga, ''Dika kau sama saja, masih suka menilai dari apa yang kau lihat dengan sesuka hatimu, bahkan kau tidak tahu kebenarannya seperti apa? aku yakin saat ini kau bahkan ragu dengan isi hatimu, apa aku benar ? apa kau meragukanku sebagai sosok berlian yang mahal? aku bukan wanita yang suka melakukan kontak fisik dengan pria,'' Dika bungkam, benar, hatinya memang ragu mengatakan semua yang ia utarakan tadi, hanya karena marah, cemburu, juga rasa sakit di abaikan Syila, membuatnya menepis rasa itu. Rasa egonya mendorongnya untuk terus memojokan Syila.


''Katakan, berapa harga berlian itu, aku akan membelinya!'' tantang Dika.


''Tidak Dika, kau tidak akan mampu membelinya, pria sepertimu tidak akan bisa mendapatkan berlian itu, aku ibarat berlian limitid edition, hanya ada satu saja di dunia, dan kau tidak akan pernah bisa memilikinya,'' sindir Syila kepada Dika.


''Apa maksudmu?'' Dika mencekam lengan Syila.


Dengan kasar Syila menepisnya, ''Jaga kelakuanmu Dika! maksudku, bukankah kau lebih memilih batu kerikil daripada berlian yang tidak semua orang mengetahuinya tapi ternyata begitu berharga?'' dengan menyunggingkan senyumnya.


Dika semakin terpantik api amarahnya. Sejak kapan Syila berubah menjadi gadis yang pintar menjawab begini.


Dengan sekuat tenaga Syila mendorong Dika, Dika yang tidak siap dengan serangan itu pun terhuyung dan terjatuh.


''Jaga batasanmu Dika! jangan samakan kau dengan Kaisar, dia bukan hanya berhak atas yang tadi kau lihat, bahkan dia berhak atas hidupku, kau tahu mengapa?... , karena dia su-a-mi-ku!'' penuh penekanan kata 'suamiku'.


Dika sesaat terdiam, lalu kemudian dia tertawa, tertawa seperti orang gila, ''Hahahahha... ,'' nampak wajah tak percayanya, ''Kau bermimpi juga, ingin menjadi istri seorang Kaisar, bangunlah! sebelum mimpimu berubah menjadi mimpi buruk!''


''Hah... , aku rasa aku sudah membuang waktuku, percuma menjelaskan kepada orang yang tak pernah bisa mempercayaiku, bahkan ragu pada hatinya sendiri,'' Syila berlalu, sungguh membuang-buang waktu, kenapa Dika menjadi seperti itu, apa memang itu sifat aslinya.


Dika menatap kepergian Syila dengan nanar, dia hanya bisa melihatnya tanpa bisa mencegah seperti waktu yang sudah berlalu. Hatinya memang tidak yakin dengan semua yang Dika katakan tadi, hanya ego juga rasa cemburunya yang mendorong Dika sampai bicara seperti itu.


Dika bangun merapikan pakaiannya, lalu Kaisar datang menghampirinya. Dika di buat tergagap.

__ADS_1


Sebenarnya Kaisar menyusul Syila dari tadi, ada rasa tidak tenang saat melihat Dika tidak ada di panggung, dan ia melihat Dika sedang menunggu di depan toilet wanita, Kaisar memilih bersembunyi.


Kaisar tersenyum, senyum yang tidak biasa, mengerikan, ''Syila istriku!'' Duarrrr... , ada yang meledak hanya mendengar penuturan dua kosa kata itu, Dika mengepalkan tangannya menyalurkan emosi yang mendadak memenuhi tubuhnya.


''Jangan mengganggunya lagi di waktu yang akan datang, hari ini aku memaafkan perbuatanmu, karena aku ingin melihat bagaimana Syila menganggapmu. Apakah masih mempunyai rasa, atau benar-benar sudah menganggapmu masa lalu. Kau sudah memilih, jadi nikmati pilihanmu! dia adalah berlianku, jadi jangan coba-coba mengambilnya dariku, jika kau tidak ingin melihat sisi burukku sebagai orang yang terpandang ini keluar.'' Kaisar menepuk bahu Dika, sedikit meremasnya disana. Membuat Dika meringis.


'Mereka suami istri sungguhan? Syila benar-benar tidak sedang bermimpi? Bagaimana bisa terjadi?'


Ternyata banyak kisah yang tidak ia ketahui, banyak yang sudah terlewatkan, Syila mendapatkan kehidupan yang lebih baik, tanpa Dika. Sungguh, kenyataan yang semakin membuat hati Dika semakin menyesal dan sakit. Syila bukanlah wanita yang ia ucapkan tadi, ia bermesraan dengan pria yang memang sudah menjadi mukhrimnya. Pantas saja ia terlihat sangat marah. Dika menyakiti perasaan Syila lagi, ia menjambak rambutnya karena frustasi dengan hati dan pikirannya sendiri.


''Akkkkhhhhhh... !!'' beberapa kali ia layangkan tinjunya pada tembok.


Syila benar, dia adalah berlian langka, yang tidak dapat di miliki oleh sembarang orang.


Di tempat pesta, Syila celingukan mencari keberadaan suaminya, bahkan Lewispun tidak terlihat. Lalu ada tangan yang merangkul pinggangnya, ''Turunkan pandanganmu, jika suamimu tidak bersamamu, kau ingin melihat siapa?''


''Kau darimana saja? aku kira sudah pergi.''


Kaisar tersenyum, mereka sudah saling berhadapan, ''Kau mencariku?'' Syila mengangguk.


''Ada apa?'' tanya Kaisar kemudian.


''Tidak ada apa-apa, hanya ingin sedang bersamamu saja,'' raut wajah Syila berubah sendu lagi, mendapatkan perkataan kasar dari Dika ternyata membuatnya bersedih.


Kaisar menggenggam kedua tangan Syila, lalu memeluknya, ''Kau sudah banyak membuang waktumu untuk bersedih, bukankah sekarang seharusnya kau menggantinya dengan kebahagiaan?''

__ADS_1


__ADS_2