Karma Cinta

Karma Cinta
Menyerah Sebelum Berperang


__ADS_3

''Jangan kurang ajar ya.'' Laura sudah maju selangkah berniat ingin menampar Syila.


''Mengapa kau tersinggung ? Kau ingat ini baik-baik, kau tidak akan hidup dengan baik, sebelum aku yang lebih dulu hidup bahagia ! Karena kau memperolehnya dengan cara busuk. Dan aku yakin, suatu saat Dika pasti akan menyesal, karena lebih memilih batu kerikil daripada batu berlian.'' Giliran Syila yang tersenyum penuh ejekan, ia sendiri tidak tahu akan kata-kata yang terlontar dari bibirnya itu terlintas darimana, dia hanya mewakili apa yang dia rasakan. Rasa sakit dan kecewa yang tiada henti terus menjalar dihatinya.


''Apapun yang kau bicarakan, terserah. Setidaknya Dika sudah menjadi milikku lagi.'' Kata Laura membanggakan apa yang sudah ia peroleh.


''Ambillah !! Aku masih mempunyai stok banyak pria seperti Dika.'' Syila memanas-manasi Laura.


Laurapun pergi dengan suasana hati yang senang, namun juga kesal kepada Syila.


Syila pulang dengan berboncengan dengan Ayahnya, menjatuhkan kepalanya bersandar pada punggung pria yang tak lagi muda itu. Sesekali ia memghapus air mata yang keluar.


'Aku tak boleh begini, aku harus kuat. Demi Ayah dan Ibu, tidak boleh mengecewakan mereka !! Tidak boleh runtuh hanya karena Dika.'


Ayah menyentuh tangan Syila kala ia merasakan bajunya sedikit basah. Syila melihat Ayahnya melalui kaca spion dan tersenyum.


***


Beberapa hari di kampung halaman, membuat Syila jauh lebih baik. Selama itu juga ia tidak lagi mendapatkan kabar dari mantan tunangannya.


Syila akan kembali hari ini, lusa ia akan masuk kuliah lagi.


Ayah dan Ibu mengantarnya ke bandara. Ayah Herman merasa berat lagi untuk melepas Syila, ia takut jika Syila disana tidak ada yang melindungi.


''Ayah jangan bersedih dan jangan khawatir. Syila akan berubah benjadi wanita yang sekuat karang, sekokoh gunung, dengan hati yang seluas samudera, cantik seperti pelangi, dan yang dirindukan seperti bulan.'' Apa sih, Syila geli sendiri mendengar kalimat yang baru saja terlontar itu.


''Ayah tahu, kau akan menjadi wanita hebat. Jika mempunyai beban, berbagilah sayang. Jangan tanggung sendiri beban itu. Ayah tidak mau melihatmu semakin kurus.''


''Dan Syila juga tidak mau terlihat gendut Ayah, nanti pakaian Syila akan sempit.'' Syila berusaha mencairkan suasana.


Akhirnya drama perpisahan keluarga harus mereka sudahi, karena pesawat yang akan Syila tumpangi akan lepas landas menuju ibu kota.


Syila duduk dibagian pinggir dekat jalan rpara penumpang. Lalu terdengar suara tawa yang sangat familiar di telinganya. 'Dika ?' Saat ia menoleh, 'Kenapa kebetulan sekali.'


Dika dan Laura sedang bercanda dan membicarakan masa-masa yang sudah mereka lalui, membuat Dika tertawa renyah.


Laura yang melihat Syila berada disamping mereka merasa sangat senang. Yang Laura yakini pasti hati Syila semakin sakit. Ia sengaja beradegan semesra mungkin dengan Dika. Dan Dika juga menerimanya dengan senang.

__ADS_1


Syila berusaha acuh, menyumpal telinganya dan memejamkan matanya.


****


Sampailah Syila di ibu kota, ia langsung menuju rukonya, ditinggal seminggu ternyata tokonya semakin ramai.


''Kak, kemarin ada yang mencarimu kemari ?'' Lapor salah satu karyawan Syila.


''Siapa ?''


''Ahh.. lupa tidak menanyakan namanya, hanya saja dia memakai seragam sekolah SMA, dan dia juga membawa teman-temannya sangat banyak.'' Syila memutar otaknya. Ayo ayo... siapa kenalannya yang masih SMA disini. Teringat nama Rayhan.


''Ehh itu orangnya kembali !'' Seru karyawannya menunjuk arah pintu masuk.


Terlihat pria muda dengan gaya sok coolnya, ia memberi senyuman ketika melihat Syila yang nampak menunggunya.


''Haii Kak Syila.'' Sapa Rayhan.


''Ray ? Kau benar-benar kemari ?''


''Iya, ternyata kue-kue disini adalah kue langganan baru Mamiku.'' Jelasnya.


'' 'Arsy itu artinya semacam istana, kubah atau bangunan yang luas dan megah. Aku hanya berharap toko kue ini bisa menjadi istananya kue-kue dari segala macam kue yang disukai banyak orang tentunya.'' Syila dengan gaya berpikir, membayangkan jauh harapannya kepada toko kue ini.


''Kau ada apa kemari ?'' Tanya Syila.


''Emm yang pertama Mami memesan kue untuk ulangtahun Papi, yang kedua, hanya ingin melihatmu.'' Ucap Ray dengan cengengesan.


''Kau mulai merayuku Ray ?'' Tanya Syila.


Rayhan tertawa dengan pertanyaan Syila.


''Baiklah, aku akan memberi diskon 50% untukmu, karena rayuanmu membuatku merasa sedang dipedulikan.'' Kata Syila yang memang sudah berjanji akan memberikan diskon kepada Ray jika ia mau berkunjung ke tokonya.


''Selain cantik ternyata kau juga sangat baik,'' Ray menompang dagunya dengan tangan kanannya memandang wanita yang usianya lebih tua darinya, ia berhadapan langsung dengan Syila yang nampak sibuk dengan laptopnya.


''Kau sedang menikmati apa Ray ?'' Masih fokus dengan laptopnya.

__ADS_1


''Ahh tidak tidak.. kembali dengan kesadarannya.'' Salah tingkah sendiri kan jadinya.


***


Sementara di negara lain, Kaisar sedang berada di rumah sakit, bersama dengan Kakaknya, Rana.


''Kau nampak bersedih sekali Kai, ada apa denganmu ?'' Menangkap wajah Kai sedari ia datang tidak seperti biasanya.


''Ibu sudah membaik, walau harus dirawat disini, sudah tidak seburuk kemarin-kemarin. Ahh.. Apa kau sedang putus cinta ?'' Ledek Rana.


''Kak, aku sudah menemukan wanita yang pernah kuceritakan itu.'' Ucap Kaisar.


''Wanita ? Wanita yang Ayah bilang sampai membuatmu menjadi setengah gila itu ?'' Kaisar menatap tidak suka dengan ucapan Kakaknya itu.


''Apa kau menatapku seperti itu ! Itu Ayah yang bicara !'' Imbuh Rana.


Kaisar menghela nafasnya, ''Aku bahkan harus menyerah sebelum berperang.'' Lesu Kaisar.


''Apa maksudmu ?'' Rana sedikit bingung.


''Kak, aku baru tahu namanya sekaligus aku tahu statusnya yang ternyata ia sudah mempunyai tunangan. Membuat api dalam tubuhku seketika padam.'' Rana malah tertawa terbahak-bahak.


''Ohh.. Adikku... Kau sudah tua.. Sudah tak pantas bergalau ria seperti ini. Kau mempermasalahkan satu wanita dalam hidupmu, bahkan kali ini kau memikirkannya melebihi mendiang istrimu sendiri. Aku jadi penasaran dengan wanita idamanmu itu seperti apa.'' Ledek Rana.


''Sudahlah jangan dibahas, kau semakin membuat moodku bertambah buruk saja.'' Kaisar kesal sendiri. Rana semakin tertawa. Lalu Tuan Mahendra datang.


''Ada apa ini, kalian akan mengganggu istirahat Ibu kalian ?!" Ucapnya.


Rana datang kepada Ayahnya, merangkul bahu Ayahnya dengan cengengesan. Sedangkan Kaisar sudah menatapnya tajam.


''Yah, si bungsu ini sedang patah hati, dia harus menyerah sebelum perangnya dimulai.'' Adu Rana.


''Bicara yang benar Rana !"


''Jadi, Kai sudah mengetahui identitas wanita yang selama ini membuatnya gila, tapi dia ternyata sudah mempunyai tunangan.'' Jelas Rana.


Sang Ayah menghela nafasnya. Kaisar ini jika maunya A ya harus A, akan sangat sulit merubahnya menjadi B.

__ADS_1


''Sudah Rana, kau selalu saja meledek adikmu. Bagaimana Ibu hari ini ?'' Tanya Ayah mengalihkan pembicaraan.


''Dokter berkata Ibu sudah membaik, walau masih harus dalam perawatan khusus.'' Tampak raut sedih dari Tuan Mahendra


__ADS_2