Karma Cinta

Karma Cinta
Datang Untuk Sebuah Kejutan


__ADS_3

Syila mengumpulkan kedua karyawannya. Memberitahu bahwa tiga hari, dari Jumat sampai Minggu mereka diliburkan, juga mereka diberi bonus. Mulanya sempat bingung kedua karyawannya, Syila menjelaskan bahwa omset bulan ini naik drastis dan itu sebagai imbalan atas kerja keras mereka.


Tentu mereka sangat senang. Merasa dihargai kerja kerasnya selama ini. Kedua karyawan itu mulai mencintai bos barunya.


Dan khusus hari Kamis ini, mereka akan mengadakan diskon 50% dan juga membagikan sebagian kue-kue untuk para warga sekitar. Juga membawakan untuk anak-anak panti. Sebagai wujud bahagianya Syila terhadap toko kuenya yang berkembang.


***


Kamis manis penuh suka cita, begitu Syila menggambarkan hari ini, bagaimana tidak, semua orang tersenyum dan bersyukur atas makanan tidak seberapa yang Syila bagikan. Bahkan ada yang sampai menangis, berterimakasih, karena sebelumnya ia hanya bisa membayangkan bagaimana rasa kue buatan Syila tanpa mampu membeli. Syila terenyuh, ternyata banyak sekali keberuntungan dalam hidupnya, dan sudah seharusnya ia berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan.


'Jika begini terus aku pasti akan bisa membeli ruko sendiri juga rumah.' Batin Syila berkata saat sesi pembagian makanan selesai, karyawannya juga sudah pamit pulang, tokopun sudah ditutup.


'Besok malam aku akan kerumah Dika untuk memberi kejutan.'


Syila tersenyum sendiri membayangkan kejutan apa yang akan ia berikan kepada Dika. Membayangkan ekspresi senang Dika, uhh gamas sendiri.


''Tuan Kelinci, jika kau bisa makan, maka aku akan bagikan juga kueku ini untukmu, kau pasti menyesal ya.. terlahir sebagai boneka tidak bisa menikmati makanan enak.'' Hihihi Syila berkata sendiri, tertawa sendiri.


Ponsel berdering, panggilan dari Ibu. Buru-buru Syila mengangkatnya.


''Ya Bu..''


''Nak, Ibu merindukanmu, apa kabarmu ?''


''Ahh aku baik, baik sekali malah, aku juga merindukan Ayah dan Ibu.'' Jawab Syila girang.


''Sepertinya apa yang Ibu takutkan itu salah, kau terlihat sangat bahagia ternyata.'' Kata Ibu.


Syila heran, ''Ibu berpikiran apa tentang Syila ? Mengapa seperti sangat khawatir ?''


''Tadi Ibu sedang membereskan kamarmu, lalu Ibu ketiduran disana, Ibu bermimpi kau menangis, tangis yang sangat sedih, Ibu bahkan bisa merasakannya saat terbangun, makanya Ibu langsung menelfonmu.'' Cerca Ibu.


''Uhh Ibu aku terharu mendengarnya, kau sangat khawatir padaku, tapi Syila janji akan hidup sekuat karang, sekokoh gunung, seperti apapun jalannya Syila akan tetap tersenyum. Syila tidak akan menangis, kan sekarang sudah dewasa.'' Hihihi masih dalam metode sangat ceria. Ibupun tertawa mendengar ucapan Syila.


''Baiklah doa Ibu dan Ayah selalu menyertaimu, hiduplah dengan baik, dan teruslah berbagi kebahagiaan, walau kau sendiri dalam keterpurukan.'' Ibu.

__ADS_1


''Iya Bu, Ibu dan Ayah juga baik-baik disana ya, tunggu Syila kembali membawa segudang prestasi yang membanggakan.'' Ucap Syila.


Panggilan berakhir, ada rasa syukur yang luar biasa yang ingin Syila ekspresikan melalui apapun itu agar orang-orang tahu, dia hidup dalam keluarga yang luar biasa bahagianya.


'Ibu, Ayah aku mencintai kalian lebih dari apapun dimuka bumi ini.' Gumam Syila, sebelum akhirnya ia tertidur dengan memeluk Tuan Kelincinya dan senyuman yang terus terukir hari ini.


***


Esok harinya Syila pergi kuliah dengan membawa beberapa cake yang ia sempatkan untuk membuatnya tadi, cake mini ia buat beberapa box, niatnya ingin ia bagikan kepada teman-teman sekelasnya.


Tentu saja teman-temannya sangat antusias menerimanya. Selain enak juga karena gratis, begitulah celetuk dari salah satu temannya.


Masih ada beberapa potong lagi, saat membawanya keluar mencari Fanya yang katanya ada di taman kampus untuk di makan berdua, tiba-tiba bola basket dengan sengaja menimpanya, menjatuhkan cake yang tersisa, senyum Syila mengendur. Dicarinya siapa pelakunya.


Terlihat Sam sedang tersenyum sinis kepadanya. 'Ahh ya sudah, aku memilih pergi daripada harus meladeni pria itu.' Syila melanjutkan niatnya mencari Fanya masih dengan menenteng box cake tadi, yang mungkin isinya sudah tak berbentuk.


Lagi dan lagi Sam merasa diacuhkan, 'Apa setelah ini kau masih bisa mengacuhkanku Nona Sombong.' Sam menyeringai licik.


''Fanya..!" Syila langsung duduk di sisi Fanya.


''Ah.. oh.. ini tadi seharusnya kita makan berdua, tapi gara-gara terkena bola basket dan terjatuh mungkin bentuknya sudah tidak karuan. Jadi aku memilih membuangnya saja.'' Jawab Syila.


''Coba lihat.'' Fanya.


''Jangan dibuang, ini masih bisa dimakan, hanya krim nya saja yang berantakan, akan aku habiskan.'' Fanya sudah mengambil cake yang amburadul bentuknya itu.


''Maaf ya, dapat yang seperti ini.'' Ucap Syila.


''Kau ini, aku kan sudah sering sekali makan kuemu secara gratis.'' Hihi Syila selalu memberi kue gratis saat menitipkan kuenya di toko Kakaknya Fanya.


Mereka menghabiskan cake yang hancur dengan tertawa dan bercanda, membicarakan hal-hal receh yang sebenarnya tidak penting tapi entah mengapa menjadi sangat menarik untuk dibahas.


Syila pulang, dia izin dari acara bakti sosialnya.


Semenjak kejadian dalam mobil itu, Dika dan Syila jarang sekali berkomunikasi dengan baik, dan mereka berkomunikasi seperlunya saja, Syila berpikir mungkin dia masih marah.

__ADS_1


'Aku akan menebus kesalahanku, aku akan meminta maafnya lagi.' Yakin Syila.


Syila membuatkan kue yang biasa Ibu buatkan untuk Dika.


Beberapa saat kemudian, selesai, sudah ia packing dalam toples cantik berpita. Syila naik ke lantai dua, membersihkan diri dan menyiapkan diri. Tetap memakai pakaian kesukaannya, kemeja kuning kunyit yang terbuka kancingnya, terlapisi tangtop pink dan memamerkan kalung dari Ibunya, rambut yang sengaja ia gerai, mengampit sisi kanan dan kiri ditarik kebelakang, merapikan poninya, celana tetap jeans dan sepatu ket putih.


'Seharusnya aku memakai dress dan hills, ah tapi itu bukan diriku sekali, yang ada nanti aku tidak bisa berjalan karena kesleo lagi.' Kata Syila sendiri sambil bercermin.


''Hai Tuan Kelinci, bagaimana menurutmu ? Apa aku sudah cantik ?'' Berkata tanpa menoleh pada objeknya.


Syila berbalik badan memeluk bonekanya, ''Ya ya ya aku tahu, aku memang cantik, kaupun sampai terpesona dan tidak bisa berkata-kata begitu.''


(Karena aku boneka bodoh !). Syila memperagakan.


''Mungkin begitu ya yang akan kau katakan jika kau di beri kesempatan berbicara.'' Hehe masih dengan riangnya


''Ahh jantungku.'' Syila memegangi dadanya, ia rasakan jantung yang terpompa lebih cepat. Wajahnya bersemu membayangkan Dika.


Syila memesan taxi online.


'Kenapa rasanya begini sih, membuat orang gugup saja.'


Ia berkali-kali merapikan rambutnya untuk menghilangkan rasa di hatinya. Syila sudah duduk manis di taxi menuju rumah Dika.


Sopir taxi yang melihatnyapun tersenyum.


''Mau ketemu pacar ya ? Sepertinya grogi sekali.'' Sopir taxi.


''Ahh iya Pak, kelihatan sekali ya ?''


Sopir taxi hanya menganggukkan kepalanya.


Beberapa menit sampai juga di halaman rumah Dika. Lagi-lagi Syila merapikan rambut yang sudah rapi itu, membenarkan pakaiannya. Berjalan pelan tapi pasti.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2