Karma Cinta

Karma Cinta
Mencari Istri


__ADS_3

Aku mendongakkan kepalaku, ingin menatap wajah Ayah. Tapi belum juga sampai pandanganku ke wajahnya, Ayah sudah menarikku dalam pelukkannya.


''Apa yang ingin kau lihat, nak ?'' Tanya Ayah.


''Tidak ada hanya ingin lama-lama melihat wajah Ayah. Nanti kalau aku sudah kuliah. Pasti akan sangat sibuk dan yang pasti akan sangat jarang melihat wajah cinta pertamaku seperti yang bisa kulakukan saat ini.''


''Jangan dilihat'' Larang Ayah yang membuatku penasaran.


''Mengapa ?'' Bukannya menjawab Ayah malah memelukku erat.


Lalu kurasakan isak tertahannya. Baiklah aku semakin mengeratkan pelukkanku juga. Biarkan begini dulu sebelum aku benar-benar akan berjauhan dengan Ayah.


***


Hari ini adalah hari perpisahan sekolah. Para wali murid turut hadir meramaikan acara yang diselenggarakan hari ini.


Para siswi mengenakan kebaya. Dan para siswa mengenakan setelan tuxedo.


Kelasku ikut meramaikan mengisi acara.


Setelah penyambutan-penyambutan selesai. Pemberian piagam, hadiah bahkan beasiswa kepada murid-murid juga telah selesai, kini acara selanjutnya adalah hiburan.


Ada yang menampilkan drama panggung, pembacaan puisi, tari daerah bercampur tari modern.


Dan kini giliran kelasku untuk memberikan suguhan kepada semua tamu undangan.


Kami menaiki panggung. Talita sudah siap dengan gitarnya. Sedangkan anak-anak yang lain berbaris ditengah-tengah, termasuk aku.


Petikkan gitar Talita sudah terdengar. Kami membawakan sebuah lagu lama berjudul 'Semua Tentang Kita dari band Peterpan yang sudah berubah menjadi Noah'.


Waktu terasa semakin berlalu..


Tinggalkan cerita tentang kita..


Akan tiada lagi kini tawamu..


Tuk hapuskan semua sepi di hati..


Bait pertama lagu itu, berhasil membuatku mengingat masa-masa persahabatan yang tercipta dari jaman aku duduk dibangku sekolah dasar.


Ruangan menjadi gelap. Hanya ada sedikit pencahayaan. Dan di belakang kami di tampilkan slide video. Cuplikkan-cuplikkan keseharian kami yang didokumentasikan oleh para guru dan murid secara sengaja atau sekedar iseng.


Ada foto dimana beberapa siswa ketahuan sedang memanjat pagar sekolah. Lalu ada lagi beberapa siswa yang sedang push up atau squat jump karena tidak mengikuti upacara bendera.


Ada juga yang memperlihatkan momen kedekatan guru dan murid saat sedang di mushola sekolah. Keceriaan murid dengan guru saat sedang belajar. Ada pula potretan dimana girangnya para siswi saat bertemu dengan guru tertampan di sekolahnya. Dan masih banyak lagi. Hingga terakhir foto saat ujian dan waktu penerimaan pengumuman kelulusan. Saling berpelukkan dan menangis bahagia.


Ada cerita lucu, bahagia, dan sedih.


Setelah selesai nembawakan lagu 'Semua Tentang Kita' yang membuat banyak sedikitnya hati ikut terenyuh mengikuti alunannya yang diiringi dengan slide video kenangan sekolah, kini langsung disambung dengan lagu dari Bondan Prakoso ft 2 black 'Kita Selamanya' yang dibawakan oleh anak otomotif.

__ADS_1


Seketika suasana sedih-sedih tadi berubah menjadi ceria kembali. Tak lupa sang vokalis mengajak para satu perjuangan untuk saling mengenggam tangan dan jangan terputus sampai lagu selesai.


Dan kami mengiringinya dengan koreografi sederhana.


Bergegaslah kawan..


Sambut masa depan..


Tetap berpegang tangan..


Dan saling berpelukkan..


Berikan senyuman..


Sebuah perpisahan..


Dengarlah sahabat..


Kita untuk selamanya..


Lirik terakhir itu dibawakan hanya dengan petikkan gitar dan dihayati oleh sang vokalis.


Dengan koreografi masih saling menggenggam tangan dan saling berpelukkan.


Setelah selesai kamipun langsung menangis haru, melihat teman-teman tak sedikit yang langsung memeluk teman masa sekolahnya dengan sesegukkan. Seolah benar-benar tak ingin berpisah.


Riuh tepuk tangan memenuhi gedung ini. Para wali murid dan guru juga tampak menyeka air matanya.


Akhirnya acara selesai dengan hasil memuaskan.


Kami makan bersama dibelakang panggung.


Setelah itu, kembali menyusul orangtua kami.


Aku pamit pulang terlebih dulu. Karena rasanya memang sudah lelah. Selain itu ingin menghabiskan waktu bersama mereka, oraangtuaku, sebelum aku pergi ke kota.


***


Malamnya Ibu terlihat sibuk menyiapkan makanan dan minuman. Dan Ayah entahlah aku sendiri tidak tahu kemana perginya.


Selepas pulang dari acara tadi, aku langsung istirahat kemudian memilah barang yang masih terpakai atau tidak. Yang tidak terpakai tapi masih layak, ingin aku sumbangkan. Bersama sedikit tabunganku juga, lalu aku ingin membuat kue untuk dibagikan. Sebagai wujud syukurku.


***


Telepon dari Dika masuk. Kami saling menanyakan kabar dan bertukar cerita tentang hari ini. Seperti jalan tol. Lurus dan mulus tanpa rambu lalu lintas. Mungkin begitu hubunganku dengannya saat ini.


Kenapa mulai kesini rasanya seperti bosan mempunyai hubungan yang begini-begini saja.


''Syila.. Bisakah aku berbicara serius ?'' Tanya Dika.

__ADS_1


''Tentu. Bicaralah.''


''Aku ingin menanyakan hubungan kita. Maksudku apakah kau serius ?'' Tanyanya.


Aku berfikir ada apa dengannya mengapa tiba-tiba menanyakan hal semacam ini. Tak ayal dadaku mulai berdebar.


''Kalau aku tidak serius, aku tak akan sudi menjalani hubungan menyebalkan sejauh ini, Dika.''


Terdengar hembusan napas dari sana. Mungkin ia gugup.


''Ok. Buktikan !!'' Tantangnya.


Aku sedikit tercengang dia ini masih minta bukti apa. Sejauh ini apa masih kurang percaya dia kepadaku.


''Kau ingin aku berbuat apa, hm ?'' Tantangku kembali.


''Sejauh ini, aku bukan hanya mencari pacar, tapi ingin mencari istri.'' Aku mulai paham arah pembicaraannya.


''Kau ingin melamarku ?'' Tanyaku pada intinya.


''Bolehkah ?'' Terdengar sumringah.


''Kau yakin ingin memperistri wanita yang baru lulus sekolah ?'' Tanyaku lagi.


''Aku ingin kuliah walaupun sudah diperistri, kau sanggup menggantikan peran Ayahku ? Dan aku masih sangat awam tentang pernikahan, mengurus diri sendiripun aku tak yakin jika aku mampu. Karena sejauh ini ada Ayah dan Ibu.''


Terdengar helaan napas lagi. Dan kali ini terdengar berat.


''Sebenarnya aku tak masalah dengan semua alasanmu. Tapi mendengar kau berkata begitu, aku menyimpulkan bahwa memang kau belum mau diajak menikah.'' Terdengar kecewa.


''Aku juga tak menyimpulkan bahwa aku tidak mau Dika. Aku hanya ingin memastikan saja. Baiklah jika memang kau berniat begitu, coba izin kepada Ayahku.''


''Bicaralah tentang niat baikmu, jika Ayah dan Ibu merestuinya aku siap kau peristri.'' Jawabku yakin.


''Baiklah.. lusa aku akan pulang.'' Jawabnya tak kalah meyakinkan.


Dia sungguh serius ?? Aku bahagia. Namun entah mengapa terselip sedikit keraguan dihatiku. Aku pikir itu karena aku terlalu memberatkan Ayah dan Ibu.


Baru berniat ingin pergi sebagai mahasiswi saja Ayah sudah menangis. Bagaimana jika aku pergi sebagai istri orang.


Ishhhhh...


Aku tak ingin berfikir. Aku mau semua berjalan apa adanya saja.


***


''Syila.. Kemarilah.. ayo kita pergi..!'' Ajak Ayah.


Aku melihat jam dinding. Ini sudah jam delapan malam. Ayah mau membawaku kemana.

__ADS_1


''Mau kemana Yah ?? Ini sudah malam. Dingin lagi.''


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2