Karma Cinta

Karma Cinta
Resepsi


__ADS_3

Hari ini tibalah acara yang ditunggu-tunggu oleh Kaisar. Semua kolega bisnis sudah memenuhi aula acara. Begitu dengan sanak saudara yang sudah berkumpul menikmati acara. Mereka melangsungkan acara resepsi begitu mewah di sebuah hotel ternama.


Kaisar sedang berbincang dengan beberapa teman sekolah sekaligus teman bisnisnya. Tak pudar-pudar senyum dengan wajah berseri dari Kaisar.


Disana sudah terhidangkan makanan dari macam daerah, sesuai keinginan Syila. Ada juga beberapa makanan khas negara tetangga sebagai jamuan bagi kolega bisnis asing. Musik dari pemusik papan atas di hadirkan untuk memeriahkan acara tersebut. Kaisar juga mengundang anak panti juga anak pondok. Mereka sudah disediakan ruangan tersendiri agar memudahkan para pembimbing mereka dalam mengawasi. Di ruangan tersebut sudah disediakan juga layar lebar yang akan mempertontonkan acara dari ruang inti.


Tidak ada yang dibedakan dari segi jamuan. Sang pengantin hanya menginginkan kebahagiaan mereka hari ini ikut dirasakan bukan hanya dari kalangan menengah ke atas, tapi juga kalangan menengah ke bawah.


Beberapa makanan beserta uang tunai sudah disiapkan. Rencananya mereka ingin membagikan rejeki yang tidak seberapa di hari itu juga untuk para kaum dhuafa. Apa lagi dengan keadaan Syila yang tengah mengandung dua janin sekaligus. Kaisar ingin membagi kebahagiaannya sebagai calon ayah kepada semua kalangan.


Tak ayal banyak doa berisi kebaikan yang terucap hari ini dari bisikan lembut dengan tetesan air mata yang tulus kepada bumi dengan tujuan didengar penghuni langit dan di aamiinkan oleh semesta untuk pasangan pengantin yang sudah beberapa bulan menikah itu. Dari mereka yang hari ini tak menduga akan ikut serta mendapatkan sedikit kenikmatan dari kebahagiaan orang yang tak mereka kenali.


Dari kalangan mereka yang masih memikirkan bagaimana cara agar hari ini mendapatkan makanan layak untuk mengisi perut mereka.


Semua bersuka cita, pesta yang hanya ingin mengundang beberapa pebisnis dan keluarga, ternyata merambah ke semua kalangan.


Untuk toko kue dan kafe Syila yang sudah mulai beroperasi tiga hari ini akan mengadakan sale besar-besaran. Bahkan ada beberapa produknya yang akan dibagikan secara cuma-cuma. Semua tak luput karena rasa bahagia dari Syila juga. Sebagai bentuk syukur dia mencapai pada titik seperti sekarang.


Bukan hanya dari karier yang Syila syukuri, tapi dari keluarga yang membawanya pada cinta yang luar biasa.


Kehadiran pelanggan kue dan kafe di buat terkejut oleh foto Kaisar dan Syila dalam balutan kemesraan dengan segala gaya yang di potret oleh jasa photograpy profesional. Mereka baru mengetahui jika pemilik toko kue itu istri dari pengusaha muda dingin yang sempat menyandang status sebagai duda.


.


.


.


Di dalam kamar rias.


''Oh Tuhan, aku sangat iri kepadamu, kau sangat cantik!'' ucap perias wanita yang baru saja selesai memoles wajah Syila.


Wajah yang selalu terlihat polos dirombak habis-habisan oleh perias. Benar-benar sangat cantik, sampai kaum sejenisnya merasakan iri. Begitu semboyan perias yang didatangkan untuk Syila.


''Ini benar diriku?'' tanya Syila saat bercermin menyadari hasilnya.


Si perias hanya tersenyum gemas dan menganggukkan kepalanya.


Tok tok tok


Pintu diketuk, Fanya menyembulkan kepalanya ke dalam.


''Wuahhh ... cantik sekali!'' Fanya terkagum-kagum.


Lalu seseorang mendesaknya masuk ternyata ada Talita. Syila senang bukan main.


''Kalian datang? aku sangat bahagia,'' mereka berpelukkan secara bergantian dengan sangat hati-hati, si perias sudah undur diri tidak ingin merusak momen antar sahabat itu.

__ADS_1


Mereka bercengkerama sebentar lalu ibu mertua dan kakak iparnya masuk. Memberitahu jika pengantin wanitanya sudah ditunggu.


Syila merasa gugup, ini seperti ia akan melakukan pernikahan untuk pertama kalinya, jantungnya berdebar seperti baru saja bertemu dengan pujaan hatinya.


Ibu mertua dan kakak ipar berjalan sisi kanan dan kiri. Sedangan para sahabat membantu mengangkat gaun Syila.


Syila memasuki pintu aula acara, berjalan dengan hati-hati dan senyum yang terus terukir di wajah cantiknya. Para tamu dengan reflek memberi jalan kepada ratu hari ini, semua terpana.


Syila berjalan di atas karpet merah, semua kamera mengarah padanya, Kaisar yang melihat wajah istrinya sudah memenuhi layar kaca segera bersiap menyambutnya. Ia juga terpana, untuk pertama kalinya Syila tampil sangat berbeda. Rasanya ingin sekali dia menutupi wajah sang istri dengan cadar, karena dia menjadi pusat perhatian banyak kaum laki-laki.


Siaran itu pun ditampilkan secara eklusif di kafe Syila maupun Kaisar juga toko kue Syila.


Dan di ruang khusus anak yatim dan anak pondok tentunya.


Rayhan, Rana, dan Mahendra menemani Kaisar. Berjajar berdiri di belakang raja sehari itu.


''Sangat cantik,'' celetuk Rayhan. Langsung Kaisar menatapnya tidak suka.


Mengerti tatapan itu dilayangkan untuknya, Rayhan menjawab, ''Bukan istrimu om, tapi di belakang istrimu yang memakai hijab itu!''


''Mereka semua cantik,'' sahut Mahendra menyudahi pertikaian yang baru saja akan dimulai.


Jarak keduanya tinggal satu meter lagi, Syila berhenti di depan Kaisar masih dengan senyumnya. Sedangkan Kaisar masih dengan rasa kagum memuja si istri. Sedangkan para dayang yang menemani Syila sudah pergi berhambur pada pasangan mereka masing-masing. Kecuali Fanya yang hanya menyingkir ikut para tamu di sana. Hal itu dijadikan kesempatan untuk Rayhan mendekati Fanya yang sesaat mengalihkan pandangannya dari Syila.


Kaisar melangkah maju mendekati sang istri, masih dengan jarak.


''Kau sangat cantik,'' blushing wajah Syila. Hari ini benar-benar terasa sangat spesial baginya. Hingga pujian yang hampir setiap hari ia dapatkan dari orang yang sama terasa sangat berbeda rasanya.


Kaisar memberikan tangannya untuk Syila gandeng, dengan senang hati Syila menyambutnya. Mereka berdua berjalan dengan penuh penjiwaan setiap langkahnya. Seperti selangkah menuju panggung singgahsana pengantin itu mempunyai rasa manis yang tak pernah mereka dapat sebelumnya.


Serangkaian acara mereka lewati, dengan berbagai sambutan secara langsung dari petinggi.


Mata Syila memicing, seperti melihat masa lalunya, Dika. Dan benar, karena jabatan yang semakin tinggi, Dika dipercaya mewakili datang ke acara Kaisar.


''Selamat!'' ucap Dika saat tangannya menjabat Kaisar tapi matanya menuju objek lain, Syila.


'Cantik sekali, aku bahkan tadi tidak mengenalinya,' batin Dika.


Ia menggeser langkahnya, ingin memberi selamat untuk Syila, namun Syila hanya mengatupkan kedua tangannya. Satu hal yang Dika lupa, Syila itu bagai berlian. Tak sembarang orang bisa menyentuhnya.


Dengan rasa canggung dan malu, Dika menarik lagi tangannya dan berlalu dari sana.


Sesi foto.


Beberapa kali Syila di tegur oleh sang photografer karena ekspresi tegang dan malu yang begitu terlihat di wajah Syila.


''Sayang, lakukan saja seperti yang kita lakukan jika di dalam kamar, anggap saja mereka tidak ada,'' bisik Kaisar ketika juru kamera meminta adegan romantis, saling memeluk dengan beradu hidung dan kening.

__ADS_1


Melihat keromantisan Kaisar dan Syila ternyata ada Rayhan dan juga Fanya yang terlarut bersama. Mereka sama-sama membayangkan di posisi itu dengan pasangannya.


''Kak, menyusul mereka yuk!'' seloroh Rayhan untuk Fanya.


.


.


.


.


.


.


**Hai gais ... salam sejahtera buat kalian semua.


Aku punya cerita baru nih, cerita sederhana. kalau berkenan mampir juga ya, bolehlah di favoriti-in dulu.


Dengan judul : Terjerat Cinta Guru Matematika


By : Chengil**


Blurb:


Jika garis vertikal itu seorang pria, garis horizontal adalah wanita, maka di perlukan sebuah garis miring bernama garis diagonal untuk menyatukannya. Dalam Teorema Pythagoras, Vertikal kuadrat + Horizontal kuadrat \= Diagonal kuadrat.


Dalam Teorema kita, Aku + Kamu \= Pernikahan


Bilal Azar Malik


Guru Matematika


Cinta itu seperti lukisan abstrak. Tidak berpola, tidak memiliki objek, namun memiliki gagasan dan ide tersendiri.


Arielka Zee


Murid IPS hobi menggambar


**Langsung yuk kepoin, ramein, bikin rusuh di sana juga ga apa-apa, biar cepet famous πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Setelah itu jangan lupa tinggalkan jejak, like, komen, vote, list favorite, rite bintang lima, dan gift.


(kalau bintang tujuh itu puyer yang pait banget)πŸ˜‚πŸ˜‚


Duh, apa sih aku ini😬

__ADS_1


Sehat selalu ya, tanpa pembaca, penulis NovelToon bukanlah apa-apa.


Salam sayang dari ChengilπŸ˜™πŸ˜™**


__ADS_2