Karma Cinta

Karma Cinta
Gaya Ayam Panggang


__ADS_3

Ini masih gembredeg, alias hareudang, alias panas, alias hot, area 21+.


Harap bijak dalam membaca, sebelumnya siapkan kekasih halal kalian. Jika sewaktu-waktu di butuhkan. 😅😅😅


Kaisar juga tidak suka melihat Syila kembali menutupi tubuhnya, ''Apa yang mau kau tutupi, aku sudah melihat semuanya,'' ia mencoba melepas kemeja dari tubuh Syila, berhasil. Kini wanitanya sudah polos.


Syila mencoba mencari sesuatu yang bisa untuk menutupi tubuhnya, ia meraba kanan kiri, tidak ada apa-apa yang bisa menolongnya, 'Kenapa semua sudah berada di lantai? apa tadi ada perampokan disini? berantakan sekali.'


Kaisar pun membuka seluruh pakaiannya di depan Syila tanpa canggung dan malu, malah Syila yang lagi-lagi di buat malu, ia memalingkan wajahnya lagi.


''Kai, apa yang kau lakukan?''


''Haha,'' Kaisar malah tertawa, ''Melakukan seperti yang kau lakukan, jika tidak membuang seluruh penghalangnya, bagaimana bisa kita bermain pada permainan intinya,'' pintar sekali Kaisar membuat Syila tenggelam dalam rasa malunya.


Syila mencoba duduk, selagi Kaisar melepas kungkungannya.


''Kenapa bangun?'' Kaisar sudah merangkak naik lagi, terlihat jelas sesuatu yang baru Syila lihat dari bagian inti seorang pria dewasa, seperti yang punya, tegap, gagah, dan menantang.


Syila menutupi matanya dengan telapak tangannya, Kaisar duduk di antara kaki-kaki Syila, bersentuhan kulit seperti itu membuat Syila semakin gelisah. Kaisar mengambil satu tangan Syila, ia tuntun menuju dada bidangnya.


''Kau juga berhak menyentuhnya, ini penampakan aslinya, tempat yang selalu nyaman untukmu bersandar, kapan pun itu,'' Kaisar melepas tangan Syila sendiri di sana, ia rasakan usapan pelan pada telapak tangan yang hangat. Syila masih menutup matanya, lalu Kaisar menambil tangan satunya lagi, ia arahkan pada pusatnya.


Syila mencoba menarik tangannya ketika sadar ia menyentuh apa, Kaisar terkekeh lagi. Wanita galaknya sangat lucu jika sudah di ranjang, ''Mengapa sangat takut? dia tidak jahat, cobalah,'' rayu Kaisar.


Sedangkan Syila, ia sedang merutuki dirinya sendiri yang tidak mampu menguasahi tubuhnya. Syila pasrah malam ini. Kemungkinan tidak terjadi apa-apa itu sudah sangat kecil. Lagi pula ini juga sudah kewajibannya sebagai istri.


Tangannya sudah menyentuh sesuatu yang sangat intim itu. Kaisar mengajari bagaimana memanjakan bagian itu.


"Buka matamu," perintah Kaisar.


Seperti sedang terhipnotis Syila membuka kedua matanya, tatapannya fokus pada titik itu.


"Kai, mengapa ini berbeda dengan anak kecil?" Kaisar tertawa mendengar pertanyaan istrinya itu.

__ADS_1


'Bodoh pertanyaan apa tadi itu!' Syila kesal dengan dirinya sendiri yang terlihat bodoh dan lugu seperti ini.


"Rasanya pun berbeda. Kau mau mencobanya?" goda Kaisar tanpa malu.


'Kau mau mencobanya? haahh.. pertanyaan apa itu!' kesal-kesal sendiri tapi juga penasaran.


"Berbaringlah, aku akan mengajarimu banyak gaya nanti, untuk pemula aku sarankan menggunakan gaya 'ayam panggang' saja," Kaisar kembali menatap Syila dengan tatapan berkabut.


Dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dari Tuhan seperti ini. Cuaca dan tempat yang mendukung, dan keadaan Syila yang sedang baik.


"Gaya macam apa itu? memangnya ada berapa gaya sampai kau mau mengajariku?" dengan lugunya Syila bertanya.


"Ayo praktekkan!" jawaban Kaisar membuat Syila semakin panas.


Kaisar mencoba memantik api gair*h lagi, menyalakannya sampai membakar tubuh keduanya.


Kembali mencium bibir Syila, ini lebih terasa mendominasi, Syila kuwalahan menyeimbangi. Dia yang baru belajar, sudah di beri soal yang agak rumit, jadinya ya berat.


Tangan Kaisar kembali menjelajah, kini juga lebih terasa sentuhannya. Kecup sana sini, hisap sana sini, remas sana sini, sampai tidak terasa hampir keseluruhan dari tubuh Syila berubah merah semua. Sudah seperti macan Tutul yang mempunyai corak khas.


Syila menikmatinya dengan mata terpejam, sampai Kaisar mencoba menerobos masuk, "Auuhh!! apa yang kau lakukan Kai? itu sakit!!" protes Syila dengan nada terkejut.


"Hanya awal saja, aku berjanji, setelahnya aku jamin kau yang akan meminta terlebih dulu padaku," Kaisar mencoba memasukkannya lagi.


"Sakit!!" teriak Syila kala merasakan benda tumpul mencoba menerobos miliknya.


Baru sedikit, Syila sudah sangat kesakitan, tubuhnya menegang, Kaisar kembali mencondongkan tubuhnya, meraup bibir manis Syila. Syila membalas dengan pelukan. Dengan pelan ia ayunkan lagi agar bisa menerobos masuk tanpa terlalu menyakiti Syila.


Setelah beberapa saat berusaha, akhirnya Kaisar menghentakkan dengan kencang, membuat miliknya terbenam sempurna di tubuh Syila, bersamaan dengan itu, punggung Kaisar terasa perih karena cengkraman jari Syila, juga dengan bibir Kaisar yang berdarah karena gigitan Syila.


"Akkhhh sakit Kai!!" napasnya tersenggal, ujung matanya sampai mengeluarkan cairan bening, Syila mencoba mendorong Kaisar, mengusirnya dari atas tubuhnya, namun Kaisar tidak bergeming. Kaisar hanya diam menikmati, nikmatnya sesuatu yang sudah lama tidak ia rasakan, bahkan ini terasa lebih nikmat.


Denyutan dari Syila membuatnya semakin terbang.

__ADS_1


Kaisar mengusap bibirnya yang terluka, "Wow ganas juga, aku suka."


Syila tak habis pikir dengan ucapan Kaisar barusan. Yang ganas itu dia bukan Syila.


"Terimakasih sudah menjaganya untukku, aku melakukannya karena cinta, karena aku sangat mencintaimu, Syila," Kaisar mengecup kedua mata Syila yang mengeluarkan airmata dan bibir Syila dengan singkat lalu berbisik, "Bersiaplah aku akan mulai permainannya!"


Kaisar mulai menggerakkan tubuhnya, Syila masih mendesis, mengartikan bahwa itu masih sakit untuknya. Beberapa saat, tangan Kaisar tak tinggal diam, kembali bergerilya pada tubuh Syila yang sensitif lainnya. Berharap memberi rasa nyaman seiring permainannya.


Kaisar mendongakkan wajahnya ke langit-langit kamarnya. Menandakan ia sedang merasakan nikmat yang luar biasa.


Rasa sakit sudah berubah menjadi rasa nikmat, desisan sudah menjadi des*han, peluh dan saliva sudah saling tercampur. Kaisar mendapatkan Syila seutuhnya sebagai istri, lampu hijau sedang di nyalakan oleh Syila, ia memberi jalan untuk Kaisar meraih hatinya. Dan itu tidak akan di sia-siakan oleh Kaisar.


"Kai..., berhentilah!" keduanya sudah berada di ujung, hanya Syila belum mengerti.


"Aku ingin ke toilet, ahhhh..!" hentakan semakin dalam dengan tempo yang kencang.


"Kai!! Ughhh..!!"


"Keluarkan sayang, aku juga ingin mengeluarkannya," kata Kaisar terdengar ambigu.


Sampai akhirnya tubuh Syila kembali menegang, sesuatu keluar dari sana. Tak lama Kaisar juga mengerang, merasakan puncaknya yang sangat nikmat.


Kaisar masih di atas Syila, membelai wajah istrinya yang memejamkan mata, "Syila aku mencintaimu," kata itu seakan-akan tak ada habisnya. Kaisar terus mengucapkannya.


Syila tidak merespon apapun, tubuhnya sangat lelah. Padahal dia hanya berbaring dan menerima tapi seolah-olah dia yang bekerja keras.


Haduhhh bab meresahkan, kenapa halunya membawa kesini?!


Authornya kan lagi LDR an 😥😥😥


Bukan mainn...😫😫


Jejak yaa jangan lupa tinggalin 😙😙

__ADS_1


Like, vote, komentar, dan list favorite


...**************...


__ADS_2