Karma Cinta

Karma Cinta
Sadar Dari Amnesia


__ADS_3

Hari ini Kaisar pergi ke kantor, karena banyak pekerjaan yang sudah menunggunya. Lewis menjemput Kaisar sekaligus membawa ganti bajunya. Sedangkan Syila hari ini akan meresmikan toko kue sekaligus kafenya. Dia sudah menghubungi para pekerjanya, beberapa tokoh masyarakat, Fanya, dan Bibi Nuha.


''Sayang aku berangkat ya.'' Ucap Kaisar manis sekali. Mereka sudah berada di depan ruko Syila, dengan Lewis yang menunggu di dalam mobil.


''Emmm.'' Jawaban yang tidak sesuai.


''Kemarilah..'' Kaisar mengecup singkat kening Syila, lalu menuju bibir manisnya. Syila terkejut oleh serangan dadakan itu. Ini diluar ruangan akan banyak mata yang melihatnya.


''Kau tidak tahu malu!!" Kesal Syila, wajahnya mulai memerah. Kaisar hanya tersenyum menanggapinya.


''Kau lupa, aku bisa nekad jika kau memaksaku melakukannya. Bicaralah yang manis, apa kau lupa?'' Tanya Kaisar sembari mengelus pipi yang memerah itu. Semakin membuat Syila resah. 'Duda gila!!' Teriaknya dalam batin.


''Hehe aku lupa,'' dengan menggaruk pelipisnya yang tidak gatal, Syila memilih kata yang tepat, ''Ya sudah kau berangkatlah, hati-hati dijalan ya Kai.'' Manis Syila, tersenyum manislah biar semua cepat berlalu.


''Kau juga payah dalam hal pura-pura, sayang. Terlihat sekali kau sebenarnya ingin memakiku. Hahaha tidak apa aku suka.'' Kaisar sekali lagi mengecup singkat bibir mungil Syila dengan menekannya sebentar. Setelah itu ia benar-benar pergi.


Syila memegangi bibirnya, 'Lama-lama bibirku akan habis juga. Memabukan!!' Syila menghalau pemikirannya sendiri.


***


Syila dan semua yang diundang sudah ada di depan toko baru Syila.


Sambutan demi sambutan Syila sampaikan dengan singkat. Rasa syukur juga terimakasihnya kepada para pegawai yang sudah bekerja keras dengan ikhlas dan penuh dengan keramahan juga kejujuran. Ia sedikit bercerita, jika toko kue dan kafenya itu ia bangun dan ia persembahkan demi almarhum kedua orangtuanya.


Semua para pekerja dan tamu undangan memberi tepuk tangan yang meriah sebagai bentuk dukungan dari rasa duka yang sedang Syila lalui. Semoga tidak terlarut dalam dukanya dan segera bangkit menjemput sukanya. Begitulah setidaknya yang di sampaikan para pegawai Syila.


Pemotongan pita serta pemotongan nasi tumpeng sudah di lakukan, semua berbahagia. Hari ini khusus makan bersama dan pembagian makanan untuk warga sekitar sekaligus promosi.


"Nona, ada kiriman karangan bunga dari PT. Mahen Textile Group." Lapor salah satu pegawai Syila.


Syila yang saat itu tengah menikmati menu andalan kafe barunya bersama Fanya hanya menyuruhnya untuk memajang di halaman depan. Dan meminta untuk menghubungi pihak PT. Mahen Textile Group untuk berterimakasih.


"Syila, suamimu keren sekali." Fanya sangat semangat.


"Kenapa dia yang keren?" Belum mengerti apa yang di maksud Fanya.


"Pemilik PT. Mahen Textile Group itu CEO-nya ya suamimu, Kaisar Javier Mahendra. Sangat keren." Masih dengan mata yang memuja.


'Bahkan Fanya hafal nama panjang Kaisar, aku saja lupa.'

__ADS_1


"Aku baru tahu jika itu nama perusahaan milik Kaisar." Jawab Syila biasa saja. Membuat imajinasi Fanya meluntur yang ingin melihat ekspresi Syila girang.


"Suamimu itu tidak kau undang?" Tanya Fanya.


"Hhee.. untuk apa? Dia juga sibuk dengan urusannya." Lagi, dengan jawaban yang biasa saja.


"Syila, kalian baik-baik sajakan?" Fanya mulai mencium sesuatu yang tidak baik.


"Sudahlah tidak usah dibahas. Dan jangan memanggilnya suamiku, aku dan dia menikah sembunyi-sembunyi takut yang lain mendengarnya." Sarkas Syila. Membuat Fanya bungkam.


***


Sementara di tempat lain, Kaisar baru saja selesai melakukan meeting dengan kliennya juga dengan Lewis.


"Bagaimana?" Tanya Kaisar.


"Masalah karangan bunga sudah diantar Tuan, mungkin juga sudah di terima." Kaisar mengangguk.


"Tentang Tuan Dika dan Nona, mereka memang punya hubungan masa lalu. Tepatnya Tuan Dika adalah mantan tunangan Nona Syila yang kini tengah mengalami amnesia." Lugas Lewis.


Kaisar terus berjalan hingga memasuki ruangan dan duduk di kursi kebesarannya, melepaskan jas dan melonggarkan dasi yang membuatnya merasa tercekik.


"Tuan Dika mempunyai hubungan dengan mantannya yang dulu." Seketika darah Kaisar mendidih. Pantas saja Syila memberikan dinding yang tinggi untuk pria. Pengkhianatan yang Syila dapatkan sudah pasti membuat ia sangat terluka atau mungkin trauma.


"Ini akurat bukan?" Kaisar memastikan.


"Info ini dari Nona Laura sendiri, Tuan." Jawab Lewis. Kaisar menyatukan kedua alisnya. Seperti familiar dengan nama itu.


"Nona Laura adalah calon istri Tuan Dika yang juga merupakan mantan Tuan Dika sendiri."


"Bagaimana kau bisa mendapatkan info darinya?" Penasaran Kaisar.


"Dia sangat mudah terpancing, Tuan. Apalagi jika menyangkut ketenaran dan kedudukan. Dia membangga-banggakan Tuan Dika." Jawab Lewis lagi.


"Kapan acaranya?"


"Tiga hari lagi acara pernikahan mereka."


"Aku yang akan datang." Kaisar tak ingin membiarkan Syila sendirian menghadiri acara mantannya itu.

__ADS_1


****


Gedung sudah terhias rapi dan cantik, semua sudah selesai 90%. Hanya tinggal wedding cake yang belum ada disana.


Laura dan Dika berkunjung kesana, melihat kesiapan gedung untuk acara mereka tiga hari lagi.


Ketika mereka sedang berjalan, tidak sengaja ada sebuah papan ucapan 'selamat' terjatuh mengenai kepala Dika, membuat Dika terjatuh dan pingsan. Hingga ia di larikan ke rumah sakit terdekat.


Beberapa saat Dika tersadar, kepalanya terasa sakit, ada Laura disana. Ia mencoba mencerna apa yang terjadi dengannya.


'Syila.'


Benturan dari papan tadi ternyata membuat ingatan Dika kembali. Dia mengingat semuanya tentang Syila, kesedihan Syila, kekecewaan Syila, kepergian Syila. Sampai Dika harus amnesia karena kecelakaan yang Dika alami.


''Akhhh..!'' Teriak Dika merasakan sakit kepala.


Dokter yang baru saja masuk karena di panggil oleh Laura langsung memeriksanya.


''Tenanglah Tuan, jangan menggunakannya untuk berpikir berat,'' Dokterpun menyuntikkan penenang agar Dika dapat istirahat.


''Ada apa dengannya, Dok?'' Tanya Laura.


''Apa pasien sedang mengalami amnesia sebelumnya?'' Dokter kembali bertanya.


''Iya Dok.'' Jawab Laura mulai cemas dengan kemungkinan yang langsung menyergap pikirannya.


''Sepertinya benturan tadi membuat ingatannya kembali, pasien memaksa otaknya untuk bekerja keras mengingat kenangan yang sempat ia lupakan sebelumnya, maka dari itu kepalanya terasa sakit.'' Jelas sang Dokter.


''Tapi semuanya baik-baik sajakan Dok?''


''Keseluruhan pasien dalam keadaan baik. Biarkan dia istirahat dulu.'' Ucap Dokter berlalu pergi memeriksa pasien lainnya.


Laura tercengang, bagaimana semua bisa terjadi. Apa yang akan dilakukan oleh Dika ketika nanti dia bangun.


Awas saja jika sampai pernikahannya gagal. Laura akan membuat perhitungan dengan Syila.


Laura menunggui Dika dengan rasa resahnya. Dia terus saja mondar mandir di sisi ranjang Dika terlelap. Apa Dika akan merubah pikirannya, apa dia akan kembali mengejar Syila.


Seharusnya sih tidak, Laura mempunyai beberapa foto bersama Dika saat mereka tengah bercumbu bahkan sudah melepas setengah baju mereka. Laura akan menggunakannya sebagai senjata.

__ADS_1


Seringai licik terukir di wajahnya.


__ADS_2