Karma Cinta

Karma Cinta
Makan Siang


__ADS_3

Pagi harinya, Syila bangun dengan mata yang sembab. Semalaman dia menangis, apa maksud Dika bicara seperti itu.


Tidak seharusnya juga Syila merahasiakan bahwa waktunya kini tersita untuk bekerja. Namun dia hanya ingin membuat kejutan untuk orang-orang terkasihnya, Syilapun hanya berencana bekerja sampai 3 bulan saja. Dia ingin mengumpulkan modal untuk memulai usaha.


Sebenarnya, jika Syila mau, dia tidak perlu bersusah payah bekerja jika hanya untuk mencari modal. Karena uang yang diberikan oleh Ayah, sudah lebih dari cukup.


Namun begitulah hati Syila berkata, usahanya akan dia rintis benar-benar dari dirinya sendiri. Dia mengatas namakan orangtuanya sebagai penyemangatnya.


Panggilan video masuk dari Dika. Syila mengabaikannya. Masih terlalu pagi untuk berdebat batinnya.


Berkali-kali Dika menghubungi, ah rasanya jengah juga mendengar ponsel berdering, akhirnya dia mengangkat panggilan tersebut.


''Syila ?''


''Emm.''


''Syila dimana wajahmu, aku ingin melihatnya, mengapa gelap ?''


'Oh iya kameranya tertutup buku.'


Syila sedang berkutik dengan laptop dan buku-bukunya. Dia benar-benar bekerja keras.


''Kenapa ? Jika hanya mengajakku berdebat aku sibuk." Wanti-wantinya.


''Syila, aku minta maaf.''


''Sudah kumaafkan !'' Sarkas Syila.


''Benarkah ? Tapi mengapa nada bicaramu masih seperti itu ?'' Protes Dika.


''Dika, maumu apa ? Aku sedang belajar, nanti ada kuis, aku harus mendapatkan nilai terbaik demi Ayah dan Ibuku. Jika kau hanya ingin membahas tuduhan-tuduhanmu itu, lain kali saja.'' Sungguh-sungguh Syila.


''Baiklah, aku khawatir denganmu, aku sungguh menyesal untuk semalam.''


''Aku bilang aku sudah memaafkanmu.'' Syila memutuskan panggilan itu.


***


Di kampus, lagi-lagi ada drama yang harus ia hadapi.


Samuel. Dia menghadang perjalanan Syila menuju kelasnya. Setelah penolakan tempo hari lalu, Samuel tidak ada habisnya mencari cara untuk mendekati Syila kembali.


''Sam, berhenti menggangguku !" Pinta Syila.


''Setelah kau menyetujui untuk menemaniku makan siang nanti.'' Jawab Sam.


''Kenapa harus aku ? Temanmu yang lain banyak, Sam. Aku sibuk !" Tolak Syila.


''Baiklah aku akan terus mengikutimu sampai kau mau menerima tawaranku.'' Ucap Sam.

__ADS_1


Syilapun mencoba tidak peduli akan kehadiran Sam yang kemanapun mengikutinya, bahkan ke toiletpun dia menunggu di depan pintu masuk. Namun itu malah menjadi pemandangan bagi mahasiswa dan mahasiswi lainnya. Syila menjadi tidak nyaman dengan pandangan yang seolah mencibir Syila.


''Mangsa baru nih.''


''Kali ini dia mendapat apa ya ?''


''Siswi baru, kecentilan !"


Ahh tak tahan. Mereka membicarakan tanpa tahu kenyataannya.


''Sam, berhenti mengikutiku ! Gara-gara ulahmu semua melihatku dengan pandangan tidak suka, telingaku panas mendengar cibiran mereka !'' Syila mulai kesal.


''Oke. Tapi terima tawaranku dulu.'' Sam masih pada maunya.


Syila geram namun untuk saat ini tidak ada pilihan lain.


''Baik-baik. Tidak lebih dari jam 1.'' Akhirnya Syila menyetujui.


***


''Syila ayo pulang mampir ke kontrakanku dulu, Kakak baru saja pulang kampung lalu Ibu membawakan beberapa makanan khas daerahku, aku akan membaginya untukmu.'' Ajak Fanya. Mereka di gerbang kampus.


'Wahh pasti enak oleh-oleh dari kampung, aku sudah membayangkannya dengan air liur yang kuteguk sendiri'


'Gara-gara bedebah sialan itu aku harus melewatkan oleh-oleh dari kampung.' Batinnya sedih.


''Maaf Fanya aku tidak bisa hari ini, lain kali saja ya.'' Sesal Syila.


''Aku duluan.'' Ucap Syila pada Fanya ketika mobil Sam sudah datang.


''Syila kau berhutang penjelasan !!'' Teriak Fanya yang hanya diacungi ibu jari oleh Syila.


***


Kini mereka sudah berada di restauran modern yang menghidangkan berbagai olahan masakan asing, di ruang private.


''Kenapa harus di ruang seperti ini ?'' Tanya Syila.


''Aku tidak ingin diganggu oleh pemandangan yang lain, selain wajahmu.'' Ucap Sam.


''Ohh.. Sam kau membuatku mual !!'' Dengan akting seperti ingin muntah.


'Dia benar menggemaskan dan manis, mana bisa anak kampung bermodel seperti Syila.'


''Kau mau makan apa ?'' Tanya Sam.


Syila membolak balikkan buku menu, semua terasa asing, apa lagi nama-nama makanan itu sulit sekali diucapkan, Chroissnt, Gnocchi, Brushcetta dan banyak lagi.


''Apa ada tumis bunga pepaya ? Atau sayur lodeh dan sambal daun kemangi ?'' Tanya Syila yang merasa frustasi dengan menu-menu yang Syila sendiri tidak mengerti.

__ADS_1


Sam cengo, tentu saja dia yang dibuat bingung oleh menu yang diharapkan Syila. Dia sendiri tidak tahu jika bunga pepaya bisa ditumis. Apa lagi daun kemangi ? Daun apa itu, apa semacam daun yang pedas pengganti cabai ? Mengapa dibuat sambal.


''Syila itu makanan dari planet mana ?'' Tanya Sam.


''Dari planetku ! Aku tidak tahu menu-menu ini, mereka sangat asing.'' Keluh Syila.


Sam tertawa, Syila memandangnya dengan sorot mata yang menajam.


''Kau menertawaiku !! Teruskan saja tertawamu itu sampai kau kenyang. Dan aku akan pergi sekarang juga.'' Ucap Syila lagi.


''Oke oke maaf, kau sangat primitif Syila, aku baru menemui spesies sepertimu dan itu sangat menghiburku.'' Ucap Sam seperti meledek.


''Bahasamu seperti sedang mengataiku bahwa aku ini semacam simpanse.'' Kesal Syila.


Sam semakin tertawa mendengar perkataan Syila.


Syila tertegun sesaat, 'Sam terlihat tampan saat sedang tertawa, apalagi jika dia tidak menggangguku terus menerus, pasti akan lebih tampan.'


''Oke aku pesankan seperti punyaku saja ya, menu favoriteku.'' Kata Sam saat ia berhenti tertawa.


''Jangan yang terlalu pedas.'' Pesan Syila.


Mereka makan dalam hening, Syila fokus makan, sedangkan Sam sesekali mencuri pandang kepada Syila.


'Aku benar-benar merasa iri dengan pria yang menjadi tunanganmu, akan aku hancurkan hubungan kalian. Dan kau akan kudapatkan.'


''Bagaimana rasanya ? Enak itu apa tumis bunga pepaya atau sambal daun apa tadi yang kau sebutkan ?'' Tanya Sam.


''Ini juga tidak terlalu buruk, kau belum pernah mencoba tumis bunga pepaya, Sam ?'' Tanya Syila.


Sam menggeleng.


''Huhh kau payah !! Sudahkan makan siangnya, terimakasih untuk traktiran hari ini, aku harus kembali, aku masih akan kerja.'' Kata Syila yag tak mau terlalu lama bersama Sam.


Sam mengantar Syila ke kontrakannya.


''Terimakasih, Sam.''


''Kau tinggal di tempat seperti ini ?'' Tanya Sam ingin memastikan.


''Kenapa ? Ini layak pakai.'' Bela Syila.


''Baiklah, kau tak menyuruhku untuk masuk dulu.'' Tawar Sam.


''Tidak, aku tidak punya waktu.'' Syila langsung meninggalkan Sam masuk kontrakan dan menutup pintunya.


'Aku sudah lelah sekali, bahkan sebelum aku bekerja.'


***

__ADS_1


Dika sedang menerima laporan lapangan, dia mengecek kembali apa mungkin ada yang tidak sesuai dengan prosedur perusahaan. Laura masuk membawakan kopi juga berkas-berkas penting lainnya untuk Dika. Dia ingin menciptakan perhatian-perhatian kecil yang bisa menarik perhatian Dika kembali.


Dika memperhatikan penampilan Laura. Dika baru menyadari pakaian Laura sangat minim sekali, paha putihnya terpampang, dan baju kemejanya yang ia buat pas ditubuh dengan dua kancing yang sengaja ia lepaskan. Membuat jakunnya naik turun karena susah menelan salivanya sendiri. Dia pria dewasa yang normal. Melihat pemandangan yang seperti ini tentu menggoda imannya.


__ADS_2