
Dokter Lee yang merupakan dokter keluarga, sahabat dari Kakaknya, sudah sampai bersamaan dengan kedatangannya.
Bi Lila selaku pembantu rumah tangga yang sudah mengabdi dengan keluarganya sangat lama ikut terkejut, melihat kedatangan Tuannya dengan membopong seorang gadis.
''Bi, tolong bantu gantikan bajunya, sementara pakaikan saja pakaianku.'' Titahnya. Karena kalau mau memakai baju Bi Lila, dia yang tidak rela. Sedangkan baju mendiang istrinya sudah ia sumbangkan lama sekali.
Bi Lilapun memakaikan piyama Tuannya, jelas sangat besar dibadan Syila, Syila saat ini berada dikamar Kaisar dan dokter Leepn tengah memeriksanya.
Ya pria asing itu adalah Kaisar.
***
Kaisar Javier Mahendra.
Pria muda berusia 27 tahun. Pemilik beberapa kafe juga pondok pesantren. Pria yang merintis usahanya ketika masih duduk di bangku sekolah menengah.
Pria genius urusan segala bidang dan karier namun, mengenaskan urusan jodoh. Dia menikah muda dengan kekasihnya, yang pada saat itu sama-sama berusia 20 tahun, satu tahun menikah istrinya meninggal dunia karena suatu penyakit dan yang menyedihkannya lagi, dia dalam keadaan mengandung usia dua bulan.
Sejak saat itu kesehariannya berubah drastis. Ia sangat terpukul kala mengetahui ada janin yang ikut menemani sang istri meninggalkannya.
Kepribadiannya berubah, lebih tertutup dengan urusan asmara. Karena memang hatinya selalu menolak, namun selalu hangat jika berurusan anak-anak.
Dari sana dia membuka beberapa pondok pesantren gratis untuk para anak-anak yang kurang mampu atau anak-anak yatim piatu juga untuk anak-anak yang berprestasi dan berpotensi.
Pesantren elit modern dengan fasilitas lengkap ia berikan secara cuma-cuma. Hal itu sedikit menghibur hatinya yang mulai mengeras.
Melihat tumbuh kembang pendidikkan sosial diiringi pendidikkan agama yang kental, membuatnya sedikit banyak berharap akan melahirkan generasi yang berkualitas di masa depan. Karena pikirnya, masa sekarang ini banyak orang pintar, orang genius, namun minim akhlak.
Yang akhirnya kepintaran itu disalahgunakan. Demi meraup keuntungan pribadi.
Kaisar Javier Mahendra.
Putra kedua dari keluarga Mahendra. Kakaknya bernama Rana Walker Mahendra, mereka terpaut usia lima tahun. Rana diberi wewenang sebagai penerus perusahan keluarga yang turun temurun dari kakek buyutnya. Yang berada di negara XX.
Mulanya keluarga Mahendra hidup di kota yang saat ini Kaisar tempati. Karena wasiat dari Alm. Ayahnya untuk meneruskan perusahan keluarga, mau tak mau keluarga Mahendra menetap di negara XX. Meninggalkan putra bungsunya yang saat itu benar-benar tidak mau meninggalkan tempat kelahirannya.
__ADS_1
Perusahaan yang di kelola oleh Mahendra berkembang pesat, tahun ke tahun semakin melebarkan sayapnya. Dan salah satunya yang saat ini di kelola oleh putra bungsunya.
Si Bungsupun tak kalah hebatnya dengan sang Ayah dan Kakak. Walaupun hanya anak perusahaan, namun dia berhasil menggaet kolega-kolega besar di luaran sana.
Mulanya dia menolak untuk memegang perusahaan itu, dia ingin fokus kepada usahanya dari masa sekolah. Namun karena permohonan sang Ayah dan Ibu, dia tidak mampu berkata 'tidak' lagi.
Dan beginilah hasilnya, pengusaha muda dengan status duda.
***
Sementara Dika, dia masuk rumahnya dalam keadaan kacau. Melihat paper bag beserta isinya yang Syila bawa tadi, dia memungutnya. Mencoba memakannya, kue kesukaannya yang rasanya lebih nikmat.
Tak henti-hentinya Dika merutuki dirinya sendiri. Dia yang memilih, dia juga yang mengakhiri.
Lalu Laura, dia juga pergi. Berkata ingin pulang karena sudah larut dan sudah memesan taxi online. Tanpa rasa bersalah sedikitpun karena telah merusak hubungan orang lain.
"Sudah jangan terlalu mendramai, lagi pula masih ada diriku yang akan selalu di sampingmu. Aku sangat mencintaimu. Besok aku akan kesini lagi membawakan makanan kesukaanmu." Begitulah pamit Laura, seolah tidak terjadi apapun. Laura bahkan masih sempat mengecup bibir Dika sebagai tanda pamitnya pulang.
Terbayang lagi wajah Syila. Wajah yang menggemaskan menurutnya. Apalagi jika sifat manja dan kekanak-kanakannya dia tampilkan. Ekspresi wajahnya yang sok garang, jika sedang ia goda tapi malah terlihat imut.
"Syilaku.. Aku memang pria brengs*ek yang tak punya pendirian untuk hatiku sendiri. Tapi aku juga tak rela jika hubungan kita berakhir begini saja. Apa lagi sampai nanti aku melihat kau bersanding dengan pria lain." Ucap Dika kala memegang ponsel yang menampilkan foto Syila dengan senyumnya penuh pesona.
***
Didalam kamar mewah seorang Tuan Muda.
''Bagaimana dok ? Apa dia terluka parah ? Apa perlu penanganan serius ?'' Cerca Kaisar ketika dokter Lee selesai memeriksanya dan menyuntikkan obat.
''Siapa dia Kai ? Kekasih barumu ?'' Ledek dokter Lee.
''Diamlah. Kau hanya perlu menjawab !'' Malas Kaisar.
''Hahaha.. Dia akan takut jika kau selalu bersifat garang seperti ini. Dia hanya syok juga sedikit dehidrasi, dan juga karena hujan, sepertinya dia terlalu lama dibawah guyuran air hujan. Badannya agak demam. Aku sudah menyuntikkan obat, nanti jika sadar berikan obat ini juga vitaminnya.'' Ucap dokter Lee.
Dokter Lee membereskan barang-barangnya pamit pergi, ''Sepertinya kalian cocok, tapi kau akan terlihat sangat tua jika bersanding dengan gadis belia ini, wanita-wanita yang pernah dijodohkan padamu pasti akan merasa patah hati juga. Aku hanya khawatir mereka akan dendam pada gadismu ini, aku akan menceritakannya pada paman Hendra.'' Meledek lalu pergi.
__ADS_1
''Enyahlah dokter sialan.'' Kesal Kai.
Kaisar duduk disamping Syila terbaring, wajahnya pucat, tangannya terulur mengelus rambut panjang Syila yang baru saja dikeringkan oleh Bi Lila. Hatinya berdesir, menghangat seketika hanya dengan memandang wajah tenangnya, lalu matanya menangkap luka memar di bagian sudut bibirnya.
'Preman sialan, kau sudah menyentuh bagian mananya saja, aku akan mematahkan tanganmu jika bertemu lagi !' Kai marah.
''Beristirahatlah, dan lekas sembuh, aku ingin melihat matamu dan senyummu kembali.'' Ucap Kai lembut.
***
Ponsel berdering, menganggu tidur Kaisar, ia melihat arloji, masih pukul 5 Subuh.
Telephone khusus kerjaan ternyata.
''Em.'' Dengan ciri khas bangun tidur.
''Kau ?''
''Merepotkan.''
''Aku kesana.''
Ternyata ada metting penting, dan klien minta jam 7 pagi, karena jam 8 dia sudah harus terbang ke negaranya. Dan klien itu mau, Kaisar langsung yang menemuinya.
Kaisar merenggangkan otot-ototnya, ia tidur satu kamar, hanya saja ia tidur di sofa.
Tangannya terulur lagi memegangi dahi Syila, sudah tidak demam.
''Hei.. siapa namamu ? Bagaimana aku memanggilmu ? Apa boleh memanggil 'sayang' atau 'calon istri' ?'' Kai tertawa sendiri, ''Aku akan pergi bekerja dulu, kau tidak boleh kemana-mana sebelum aku pulang, kau mengerti gadis manis ?'' Ucapnya pada Syila yang masih terlelap.
Kaisar juga mendapat pesan tentang preman semalam, yang sudah mendekam dalam penjara. Dan ada dalang di balik kejadian ini semua.
Kaisar mend*sah, 'Sepertinya aku akan pulang agak siang.'
...****************...
__ADS_1