Karma Cinta

Karma Cinta
Sesi Dansa


__ADS_3

Cahaya lampu di buat sedikit redup, dengan di iringi lagu romantis. Sepasang pengantin sudah memulai dansanya, mereka paling di sorot dengan pencahayaan paling terang, para tamu undangan tidak ada yang memulainya, tampak malu-malu semua. Padahal mata pasangan wanita mereka sudah saling melirik, atau tersenyum, memberikan kode yang sayangnya, signal sang pria sedang buruk, sehingga tidak bisa menangkap kode itu. Ada juga yang merayu secara gamblang dan di tolak juga secara gamblang.


Syila tetap pada tempatnya, meyesap minumannya sembari memainkan ponsel, tanya jawab pada Fanya tentang kafenya hari ini. Sudah sendiri, seperti tidak nampak dalam acara itu, Syila seperti tenggelam, sendirian dan duduk di pojokan. Walaupun Syila tahu jika, suaminya juga turut hadir, tapi dia tidak berniat bergabung bersamanya. Karena Kaisar dan para kolega bisnis lainnya sedang berkumpul, mungkin bicara tentang usahanya, atau hanya sekedar basa basi menjilat ludah mereka sendiri.


Syila berdiri, ingin mengambil minuman lagi, panas hati ternyata membuat gersang tenggorokan. Syila meminumnya di tempat sembari berdiri, merapikan gelangnya yang tersangkut dengan benang di bajunya.


Lalu tangan Syila di tarik seseorang, membawanya ke tengah ruangan yang di sediakan untuk momen dansa itu.


''Kaisar! apa yang kau lakukan?'' mereka sudah berdiri di tengah-tengah, riuh suara tamu menyoraki mantan duda keren itu.


Kaisar berlutut di depan Syila, meminta tangannya, sudah seperti di dongeng saja, pangeran yang mengajak dansa sang putri.


''Aku tidak bisa berdansa,'' Syila ingin pergi, namun lagi-lagi tangannya di tarik, langsung bertubrukan dengan tubuh Kaisar.


''Begini, dan ikuti aku,'' Kaisar mengarahkan tangan Syila untuk memeluk lehernya, atau sekedar bergelayut manja di dada bidangnya. Sedangkan tangan Kaisar sudah siap di pinggang Syila.


Syila menunduk malu, ''Lihat aku, tatap mataku, jangan mengalihkan pandanganmu,'' terdengar lembut Kaisar berkata. Syila mengikuti intruksinya.


Mereka mengayunkan kaki ke kanan, kiri, maju, mundur sesuai irama, Kaisar tersenyum bahagia.


''Apa dia, alasanmu menutup hati untuk pria lain?'' bisik Kaisar di tengah dansanya.


''Apa maksudmu, Kai?'' Syila menghindari tatapan mata Kaisar.


''Jangan alihkan pandanganmu, kau ingin melihat siapa memang? suamimu sudah di depanmu.''


''Syila, aku tahu hubunganmu dengan Dika.'' Sejenak Syila berhenti, ''Tidak apa, semua akan baik-baik saja, jika kau terus bersamaku,'' Kaisar.

__ADS_1


''Maafkan aku Kai.''


Mereka memutar posisi, kini Syila berada di pelukkan Kaisar, Kaisar memeluknya dari belakang, tetap saling mengkaitkan jemari tangan mereka. Menaruh dagu di bahu Syila, sesekali mencium aromanya.


Melihat tamu istimewa mereka turut memeriahkan acara, beberapa pasang wanita dan pria yang lainnya pun mulai ikut berdansa.


''Untuk?'' tanya Kaisar.


''Untuk keegoisanku, untuk keras kepalaku, untuk hati yang belum bisa mencintaimu,'' ada rasa tidak enak hati dan bersalah saat mengatakan itu.


Kaisar mencium kembali pipi Syila, Syila terbuai dengan suasana yang di ciptakan oleh Kaisar, bahkan ia tidak lagi memperdulikan tatapan para wanita single yang terasa ingin menelannya hidup-hidup.


''Dengarkan aku, aku hanya butuh kau berada di sisiku, tetap bersamaku, masalah mencintai, cukup aku yang mencintaimu, biarkan hatimu dengan sendirinya menerimaku nanti, jangan di paksakan.''


Ya, Kaisar tidak peduli hati Syila bagaimana saat ini untuknya, yang terpenting dia tetap di sisinya, biar Kaisar saja yang mencintai, membuat Syila tersenyum, itu sudah seperti kebahagiaannya juga.


Sedangkan Dika, dia merasa kesal karena menurutnya, Syila sok jual mahal, dengannya berjabat tangan saja di tolak, sedangkan dengan pria yang lebih mapan, di peluk dan di cium begitu dia mau dan tanpa penolakan.


Syila berputar, kembali pada posisi awal, Kaisar tersenyum hangat menyambutnya. Para tamu bukan lagi memperhatikan pengantinnya, perhatiannya beralih kepada Kaisar dan Syila, mereka saling melempar tanya siapa sosok wanita yang begitu dekat dengan Kaisar. Bahkan mereka tahu, selama ini Kaisar banyak menolak wanita yang mencoba mendekatinya.


''Kai, kau membuat aku menjadi bahan omongan para tamu disini,'' Syila sedang menyandarkan kepalanya di dada Kaisar, mendengarkan detak jantung Kaisar yang terasa begitu kencang.


''Biarkan saja semua tahu siapa kau, aku tak ingin satu priapun yang mencoba mendekatimu, bahkan hanya memandangmu, aku tidak rela,'' membuat Syila terkekeh.


''Kau pengusaha terkenal, sedangkan aku hanya gadis yang baru bermetamorfosis menjadi wanita, apa kau tidak malu ingin mengakuiku di depan umum?'' pancing Syila.


''Malu apa? aku bahkan akan menjadi pria yang sangat bangga mempunyaimu disisiku,'' sungguh-sungguh Kaisar.

__ADS_1


Syila tidak lagi menjawabnya, semua jawaban Kaisar itu sama, mengangungkan dirinya di hati dan hidupnya. Membuat Syila tersadar, bahwa memang Kaisar di datangkan untuk melengkapi kurangnya dan menjaganya, seperti yang di lakukan Ayahnya dulu. Hanya Syila belum mampu mencintai suaminya itu.


''Syila?'' panggil Kaisar, Syila mendongak, tatapan mata mereka bertemu, ada cinta dari pancaran mata Kaisar. Pandangan yang hangat juga teduh adalah balasan dari Syila.


''Aku mencintaimu,'' setelah mengucapkan itu, Kaisar mendaratkan ciumannya di bibir Syila, Syila terkejut sesaat, detik berikutnya ia ikut memejamkan matanya, menikmati sentuhan dari Kaisar.


Sedangkan yang lainnya langsung menghentikan aktifitas mereka, terperangah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini. Moment langka itu pun tak lepas dari pengabadian kamera.


Ada juga gadis yang kebetulan mengagumi Kaisar, sampai menjatuhkan gelas di tangannya.


Dan juga sepasang pengantin baru itu, mereka menghentikan dansa mereka, adegan Kaisar dan Syila membuat banyak orang terkejut.


Lewis merasa bebannya akan bertambah lagi, melihat aksi bosnya kepada istri mudanya di depan umum, mengundang banyak tanya juga argument dari banyak orang.


Syila yang sadar dari keterbuaiannya, melepaskan pangutan mereka, ah dia malu, ini kan di tempat umum, ia melihat sekitar, seketika langsung membenamkan wajahnya di dada Kaisar.


''Aku malu,'' ucapnya di sela-sela pelukannya.


Kaisar hanya tertawa menanggapinya. Acara itu tidak lagi membicarakan tetang bagaimana pengantinnya, tapi bagaimana hubungan Kaisar dan Syila. Mereka berani mengumbar kemesraaan di depan umum. Membuat penasaran yang tinggi.


Musik berhenti, sesi dansa telah selesai, pembawa acara sampai tidak sadar jika sudah saatnya memasuki acara yang selanjutnya. Syila langsung pamit ke toilet pada Kaisar, Kaisar sendiri langsung di serbu teman-teman bisnisnya. Dika juga pamit pergi ke toilet, sedangkan Laura sibuk dengan teman-temannya.


Syila bercermin, menatap pantulannya sendiri, memegangi kedua pipinya yang merasa panas dan memerah. Senyum merekah di bibir mungilnya, ia mengusap bekas bibir Kaisar.


'Duda gila, bagaimana bisa aku tidak menolak dengan perlakuannya tadi ya? aku malu... .'


Syila keluar dari toilet, kebetulan sangat sepi, Dika langsung menghadangnya.

__ADS_1


__ADS_2