Karma Cinta

Karma Cinta
Kelakuan Syila


__ADS_3

Syila dan Rayhan sedang menikmati acara pernikahan Doni dan Talita. Sepasang pengantin dengan wajah yang begitu berbinar. Sangat terpancar jika mereka begitu bahagia. Tatapan satu sama lain yang penuh cinta dan senyum yang tiada pudarnya. Talita sangat cantik dengan balutan gaun peach yang mengembang bagian pinggul ke kaki. Di hiasai pernak pernik berwarna perak, sungguh sangat elegan.


Sedangkan Doni, pria yang pernah menaruh harapan dan Syila kecewakan, kini tampak tampan dengan balutan jas senada dengan gaun Talita. Semakin gagah dan dewasa. Sudah tidak seiseng dulu. Mereka menikah karena memang saling mencintai. Entah bagaimana kejadian pastinya, hanya cerita singkat Talita, berawal iseng membalas dan memberi kabar lewat media sosial, mengalir dengan chat pribadi, saling memberi dukungan dan perhatian, dari sana rasa itu tumbuh perlahan. Hingga mereka memutuskan untuk ke jenjang yang lebih serius, pernikahan.


Hari inilah, doa harapan Syila untuk Doni terkabulkan. Dia kembali dengan seseorang yang mampu membalas cintanya.


“Apa sih! aku sibuk! jangan menggangguku! pergi sana!”


Suara Rayhan membuyarkan lamunan Syila. Terlihat Rayhan sedang di gelayuti oleh wanita mungkin lebih dewasa dari Rayhan dengan dandanan yang berlebih, serba glamor, dan menggunakan gaun berwarna hitam menyala hiasan payet, baju tanpa lengan, sebaris dada, dan sebelah kakinya terbelah. Memamerkan kulit kaki yang mulus.


Rayhan tampak kesulitan melepaskan diri, “Pergilah! aku sudah mempunyai pasangan!” sentak Rayhan. Yang malah membuat si gadis semakin merengek, tergila-gila menggandeng tangan adik sepupu dari Kaisar.


“Sayang!” panggil Rayhan pada Syila. Yang dari tadi tak berniat menolongnya.


Syila melotot, lalu membuang wajahnya, pura-pura tidak tahu. Rayhan menghempaskan tangan wanita itu. Lalu pergi menghampiri Syila.


“Sayang, kenapa tidak mendengarkan aku, aku memanggilmu!” memberi kode mata di kedipkan dan gigi yang menyatu saat bicara. Seperti berkata ‘Kak, tolonglah!’


Mau tak mau Syila mengikuti kode dari Rayhan, “Maaf aku tidak mendengar tadi,” Syila kembali minum minumannya, dan Rayhan mengambil gelas sisa Syila, ia minum juga, itu membuat Syila mengeluarkan tanduknya. Rayhan berusaha bersikap senatural mungkin.


Melihat hal itu, wanita tadi mengentakkan kakinya, melengos, dan berlalu dari sana.


“Fiuhh, aman,” Rayhan mengelus dadanya bernapas lega.


“Ehemm,” deheman yang langsung membuat Rayhan menoleh. Tubuhnya begitu dekat dengan tubuh Syila. Jika di lihat dari depan Rayhan seperti merangkul pinggul Syila.


“Ehhh, hehehe,” cengengesan tak jelas.


“Mencari kesempatan ya?” tanyanya penuh selidik.


“Sedikit Kak, kapan lagi!” ia tersenyum menyebalkan.


“Auhh!!” pekik Rayhan ternyata Syila menginjak kakinya dengan sepatu heelsnya.

__ADS_1


.


.


.


Beberapa kolega bisnis tampak heboh, ketika pengusaha muda datang di pesta Doni dan Talita. Mereka bertanya-tanya, jabatan Doni itu sebagai apa, sampai seorang Kaisar bersedia datang di acara mereka. Sesaat mereka berdecap kagum, pesona Kaisar begitu memesona dan terlihat begitu dewasa.


Mata Kaisar mencari sosok istrinya, lalu menghampiri ketika sudah menemukan.


Ia langsung merengkuh pinggang Syila, Syila terkejut. Namun berubah menjadi senyuman manis ketika tahu siapa yang datang.


“Aku lega, dia sudah beristri,” kata Kaisar, menunjukkan objek dengan dagunya, yaitu Doni.


“Memang kenapa?” Syila mengamati wajah yang semakin memesona tiap harinya.


“Dia bukan pria yang harus kuwaspadai lagi,” lalu tersenyum.


“Ehemm, terus saja terus, di sini tidak ada orang!” kesal Rayhan sejak tadi hanya menjadi pengamat kemesraan pasangan suami istri di hadapannya.


“Cihh, budak cinta!” sahut Rayhan bersungut-sungut.


“Biar saja anjing menggonggong,” jawab Kaisar lagi.


“Hei om aku bukan anjing!” kesal Rayhan.


“Sudah! Kenapa kalian terus bertengkar!” Syila menengahi.


Sedangkan para tamu undangan menjadi bertanya-tanya siapa wanita yang di hampiri oleh Kaisar.


“Tuan, kau mau minum?” tanya seorang wanita berparas cantik menawari Kaisar minuman.


Tampak sedang merayu dengan bahasa tubuh, dia menggigit bibir bawahnya, memilin ujung rambutnya, dan sesekali mengedipkan matanya.

__ADS_1


“Dia tak akan mau, Nona, sebelum kau terkena semprotnya lebih baik kau pergi!” sahut Rayhan.


Bukannya mendengarkan, wanita itu malah semakin mendekati Kaisar, Syila sudah geram. Tiba-tiba darahnya terasa mendidih. Ingin sekali mencakar wanita tidak tahu malu itu. Sedangkan yang di goda, tak mengindahkan sama sekali, matanya tetap pada fokusnya, yaitu Syila. Tak merasa terganggu oleh gonggongan anjing lainnya.


Kaisar merasa senang melihat ekspresi wanitanya yang sudah menunjukkan siaga satu. Syila melihat Kaisar yang hanya diam, dia seolah sedang menunggu untuk di goda. Dan itu membuat jengkel pada hati Syila bertambah.


Wanita itu sudah mulai menyentuh lengan Kaisar. Ia merasa senang karena tidak ada penolakan, tapi ia juga bingung karena tidak ada respons menerima.


Syila maju, “Jangan lancang Nona, bertata kramalah dengan baik selayaknya wanita anggun!”


“Kau siapa? istrinya? Tuan Kaisar ini duda, jadi bukan hanya kau saja yang boleh mendekati, aku juga boleh berusaha mengambil hatinya!” tak terima dengan teguran Syila.


Rayhan yang melihatnya sudah berharap akan adanya perang cakar mencakar atau sekedar tarik menarik rambut. Dia juga hanya menikmati tanpa ingin menengahi.


Syila geram, ia segera menubrukkan tubuhnya di dada Kaisar. Bergelayut manja di sana, menghempas tangan wanita tadi, lalu membawa kedua tangan Kaisar untuk memeluknya.


“Sayang,” terdengar begitu menggoda. Rayhan yang mendengarnya ikut bergidik.


Dengan memainkan dada bidang Kaisar, “Apa-apaan wanita asing itu, apa kau sengaja mengundangnya untuk membuatku cemburu, jika ia kau sudah berhasil, aku cemburu, tidak suka bagian mana pun darimu tersentuh dengan wanita lain,” Syila melirik wanita tersebut yang wajahnya sudah terlipat.


Syila menarik dasi Kaisar, sampai membuatnya menunduk, lalu dengan melirik wanita tadi ia mendaratkan bibirnya ke bibir Kaisar.


Tanpa Syila sadari, ia tengah menjadi pusat perhatian semua tamu. Rayhan sampai menghentikan aktivitas mengunyahnya. Sedangkan wanita tadi langsung pergi mengentakkan kaki karena kesal.


“Sudah?” tanya Kaisar. Syila hanya melirik, lalu matanya mengikuti ke mana gadis tadi melangkah.


“Kau berhasil membuat pandangan semua orang tertuju pada kita,” bisik Kaisar dengan senyum anehnya. Seperti sedang menunggu reaksi terkejutnya dari Syila.


Syila pun tersadar dari rasa yang membutakan akal pikirannya. Tidak memikirkan ini sedang berada di acara pesta, ia lihat sekelilingnya, banyak pasangan mata sedang memperhatikan dirinya. Mata Syila membola, ia merutuki rasa cemburu yang datang dengan berlebihan. Tapi ia juga kesal karena melihat Kaisar yang tak menolak.


Ahh, malunya jadi pusat perhatian karena berebut pria.


Syila segera melangkahkan kakinya menuju Doni dan Talita yang sedang melakukan sesi foto. Ia berpamitan. Tanpa mengajak Kaisar atau pun Rayhan, Syila pergi begitu saja. Dengan sedikit menundukkan wajahnya yang memerah.

__ADS_1


Kaisar juga Rayhan saling pandang sesaat, lalu ikut mengejar Syila. Mereka berdua berjalan di belakang Syila, sudah seperti bodyguard. Yang satu tampan, gagah, dan begitu manis. Yang satu tampan dengan pesona dewasanya. Memberikan tatapan dingin. Sehingga orang-orang memberikan akses jalan untuk mereka.


__ADS_2