Ketulusan Hati Ailee

Ketulusan Hati Ailee
Tidak Ada yang Boleh Ikut


__ADS_3

Usai acara pesta resepsi pernikahan Erlan dan Maida, Gilang beserta keluarga besar segera kembali ke rumah. Meninggalkan pasangan pengantin yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamar. Mereka hanya berpamitan dengan keluarga besar Maira karena tidak mau mengganggu pasangan yang tengah asyik menikmati indahnya malam bersama pasangan.


Setibanya di rumah, Gilang langsung mengajak sang istri untuk beristirahat di dalam kamar. Pemuda itu tidak mengijinkan ketika sang istri masih ingin ngobrol bersama saudara-saudaranya. Sebab, Gilang tidak mau jika sang istri sampai kecapekan.


"Mas Gilang enggak pengertian, ah!" rajuk Ailee ketika mereka berdua sudah sampai di dalam kamarnya yang luas.


"Sayang. Ini Ini semua demi kebaikan kamu dan anak kita, Yang. Aku enggak mau kalau sampai kamu kecapekan. Besok 'kan masih ada waktu untuk ngobrol bersama Budhe Ris, Mbak Gia, dan Mbak Tia. Sekarang istirahat dulu, ya," bujuk Gilang, lembut.


Ailee diam, tapi sepertinya wanita muda itu masih merajuk. Hal itu nampak dari bibirnya yang mengerucut. Gilang lalu memeluk istrinya itu dengan penuh rasa sayang dan mengecup puncak kepala Ailee dengan dalam.


"Aku sayang banget sama kamu, Ai. Jika itu memang baik untuk kamu, aku pasti tidak akan melarang. Tapi karena ini sudah larut, lagian kita juga baru saja pulang, makanya aku tidak mengijinkan. Mungkin, kamu memang merasa kuat, Sayang. Tapi bagaimana dengan anak kita? Bisa saja 'kan, dia kecapekan di dalam sini." Gilang kemudian mengelus dengan lembut perut istrinya.


Pemuda itu lalu berlutut di hadapan sang istri. Mencium dengan dalam dan lama perut istrinya. "Nak, bobok yuk. Kamu sama Mommy harus istirahat, Nak. Besok Daddy janji akan ajak kalian untuk jalan-jalan ke taman, tapi sekarang harus bobok dulu, ya." Gilang berbicara sendiri.


Mendengar janji Gilang, Ailee lalu tersenyum. "Benar, kah, Dad? Daddy akan mengajak kami jalan-jalan?" tanyanya, antusias dan Gilang menganggukkan kepala meskipun dia belum memiliki gambaran mau mengajak sang istri ke taman mana.

__ADS_1


Yang penting bagi Gilang saat ini, istrinya mau segera pergi tidur. Sebab, hari sudah larut malam. Malam ini, dia juga berjanji pada diri sendiri tidak akan meminta jatahnya pada sang istri.


"Ayo, kita bobok, Nak!" ajak Ailee pada anaknya, menirukan sang suami yang tadi berbicara sambil mengelus perutnya.


Mereka berdua segera membersihkan diri, berganti pakaian dan kemudian pergi pergi tidur. Tidur yang sebenar-benarnya tidur, tanpa ada kegiatan olahraga malam seperti biasanya. Mereka tidur dengan saling mendekap erat dalam kehangatan selimut yang lembut.


Pagi harinya, keluarga besar Gilang sarapan bersama di jam yang agak terlambat karena hari ini adalah hari libur. Satria dan adik-adik yang biasanya terburu-buru menuju meja makan, kali ini nampak sangat santai. Kukuh bahkan terlihat masih mengantuk, begitu juga dengan Reno yang masih mengucek mata.


"Kalian berdua belum mandi?" protes sang oma buyut ketika melihat wajah keduanya yang masih menunjukkan wajah bantal.


"Ih, bau iler, tau!" Satria menutup hidungnya seraya sedikit menjauh.


"Kukuh udah gosok gigi, Bang. Enak aja, ngatain Kukuh bau iler!" protes Kukuh, tidak terima.


"Reno juga udah. Udah cuci muka pakai sabun juga," timpal Kukuh ketika keluarga yang lain menatap dirinya.

__ADS_1


"Tapi 'kan belum mandi, jadi tetap aja masih bau!" sahut Gilang.


"Kan enggak mau kemana-mana, Om. Jadi, mandinya santai, lah," balas Reno.


"Wah, sayang banget, ya, kalian belum mandi. Padahal, aku mau ngajak kalian jalan-jalan, loh," ucap Ailee yang membuat Kukuh langsung membuka matanya lebar, begitu juga dengan Reno.


Berbeda dengan Gilang yang langsung mengerutkan dahi. Tidak mengerti kenapa sang istri mau mengajak para keponakan. Padahal Gilang hanya ingin berduaan dengan istrinya.


"Jalan-jalan kemana, Kak?" tanya Kukuh kemudian. "Kami ikut, ya. Kami akan mandi dengan cepat. Ya, kan, Ren?" Remaja itu lalu menatap sang adik sepupu.


Reno mengangguk penuh semangat. "Benar, Kak. Habis sarapan, kami langsung mandi," timpalnya.


Gilang menggeleng cepat. "Habis sarapan, kami mau langsung berangkat. Tidak ada yang boleh ikut!"


☕☕☕ bersambung ... ☕☕☕

__ADS_1


__ADS_2