Ketulusan Hati Ailee

Ketulusan Hati Ailee
Alam Bawah Cadar


__ADS_3

Suasana riuh terlihat di ruang rawat Ailee, setelah beberapa saat yang lalu ibu tiga anak tersebut dipindahkan dari ruang persalinan. Ruangan terbaik yang dipilih oleh Gilang untuk pemulihan sang istri tercinta, pasca persalinan. Sebenarnya, Ailee sudah diperbolehkan untuk pulang, tetapi karena ketiga bayinya masih harus mendapatkan perawatan intensif maka Gilang memutuskan agar sang istri pun menjalani pemulihan di rumah sakit saja agar lebih dekat dengan anak-anak mereka.


"Bayinya belum bisa dibawa ke kamar Dik Ai, ya?" tanya mamanya Reno ketika Satria mengedarkan kamera ponsel ke seluruh ruang rawat Ailee.


Rupanya, mereka tengah melakukan video call bersama keluarga besar.


"Belum bisa, Tante," balas Satria.


"Tapi kondisi anak-anak kalian baik-baik saja 'kan, Ge?" tanya mamanya Erlan ketika Satria mengarahkan kamera ke wajah omnya.


"Alhamdulillah, semua sehat, Budhe. Hanya saja karena berat badan mereka di batas minimal makanya harus mendapatkan perawatan khusus," terang Gilang.


"Syukurlah jika tidak apa-apa," sahut Mbak Erna. "Terus, keponakan Mbak, kapan lahir?" lanjutnya bertanya.


Satria mengarahkan kamera ponsel pada Maida yang sedari tadi diam menyimak. "Sekitar satu bulan lagi, Mbak," balas istri belia Erlan, seraya mengelus perutnya sendiri.


Erlan yang berdiri di samping sang istri, reflek memeluk bahu sang istri lalu melabuhkan ciuman di puncak kepala Maida. "Do'ain ya, Mbak. Moga dimudahkan dan dilancarkan semuanya."

__ADS_1


Semua mengaminkan harapan calon ayah tersebut.


"Tapi tebakanku enggak lama lagi, deh. Paling lama satu minggu dari sekarang," sahut Mbak Gia, kemudian.


"Kenapa Mbak Gia menebak seperti itu?" tanya Gilang.


"Om Ge lupa, Om Ge sama Om Er 'kan sebelas dua belas. Kalau salah satu dari kalian ada yang memiliki sesuatu dan itu spesial, maka yang lain akan segera berusaha untuk mendapatkan. Pasti setelah ini, Om Er akan berusaha maksimal, tuh, untuk membuatkan jalan tol bagi anaknya agar baby Alkaline bisa cepat lahir menyusul baby ABC." Mbak Gia lalu terkekeh tanpa dosa.


Semuanya pun ikut tertawa mendengar penjelasan panjang Mbak Gia. Hanya Erlan yang cemberut karena calon anaknya dikasih nama yang tidak sesuai keinginan. Sementara Kukuh nampak mengerutkan dahi, seolah sedang berpikir keras.


Pertanyaan polos Kukuh barusan, kembali meledakkan tawa mereka. Bahkan Ailee yang tengah berbaring ikut tertawa sampai meneteskan air mata. "Astaga, polos sekali, sih, kamu, Dek," ucap Ibu muda yang memiliki tiga putra tersebut.


"Sudah-sudah." Sang oma mengakhiri pembicaraan tidak penting tersebut ketika Satria hendak menjawab pertanyaan sang adik.


"Sekarang, oma pengin tahu. Kenapa anak-anakmu itu dipanggil dengan baby ABC. Memangnya, siapa nama mereka, Ge? Jangan bilang kalau nama mereka itu, Alam, Bawah, Cadar."


"Itu alam bawah sadar, Oma," sahut Kukuh yang tumben-tumbenan langsung cerdas.

__ADS_1


Mereka semua pun kembali tertawa.


"Ish, Oma ada-ada aja!" protes Gilang.


"Terus siapa, dong, Om? Apa biar kami bertiga saja yang kasih nama lengkap untuk baby ABC?" pinta Satria.


Gilang menggeleng cepat. "Jangan! Nanti nama mereka absurd kayak kalian!" tolaknya.


Gilang lalu menatap sang istri. "Siapa nama-nama untuk mereka bertiga, Sayang?"


"Terserah Mas aja, deh. Ai ngikut bagaimana baiknya."


"Kalau gitu, kita ngikut aja, ya, apa kata readers," pungkas Gilang, kemudian seraya tersenyum.


☕☕☕ bersambung ☕☕☕


😄😄 So, terserah kalian ya, readers... siapa nama untuk ketiga baby Gilang dan Ailee.

__ADS_1


__ADS_2