Ketulusan Hati Ailee

Ketulusan Hati Ailee
Pangeran Tampan, Apakah Kamu Penyelamatku?


__ADS_3

Setelah kepergian pasangan Gilang dan Erlan, suasana di ballroom hotel kembali kondusif. Pesta dansa pun semakin syahdu, seiring malam yang kian larut. Di tengah suasana romantis, tiba-tiba musik dimatikan dan lampu proyektor terlihat menyorot ke sisi kanan dinding panggung utama.


Semua mata langsung tertuju ke arah layar yang telah menampilkan suasana di dalam ruangan rias, di depan toilet. Di sana, terlihat dengan jelas Aleena masuk bersama seorang petugas wanita berseragam hotel. Suara Aleena yang berbicara pada pegawai tersebut pun terdengar dengan jelas.


Berikutnya, nampak seorang wanita muda berhijab keluar dari toilet. Tidak berapa lama kemudian Aleena menarik tangan Ailee lalu mendorong dengan kasar hingga istri Gilang itu hingga terjatuh ke lantai. Wanita yang didorong Aleena nampak meringis kesakitan, tetapi Aleena tidak peduli dan malah meninggalkan Ailee begitu begitu saja.


Semua mata lalu tertuju pada Aleena yang berdiri mematung. Wanita berpakaian seksi itu tidak menyangka, bahwa apa yang telah dia lakukan terekam dengan jelas oleh kamera CCTV. Kamera yang tersembunyi entah di mana karena Aleena tidak melihat ada kamera di ruangan tersebut. Sialnya, rekaman itu ditayangkan di acara grand opening butiknya.


"Sialan! Siapa yang telah melakukan ini padaku? Apakah ada pengkhianat?" gumam Aleena, geram. Dia menduga-duga, siapa yang telah mengkhianatinya.


Satu per satu, teman-teman Aleena dan juga tamu undangan yang lain mulai melempari wanita yang mengenakan gaun terbuka itu dengan bekas botol minuman. Bahkan, ada pula yang menjambak rambutnya. Memaki bahkan menampar pipi mulus Aleena.


"Gak nyangka, gue! Teman yang gue pikir baik, ternyata tak ubahnya ****** berbulu domba!" seru salah seorang teman Aleena dan Gilang. Wanita itu kemudian segera berlalu sambil menyeret tangan suaminya.


"Gue nyesel, Pap, bela-belain datang ke acaranya dia!" lanjutnya yang terus berjalan menuju pintu keluar.

__ADS_1


Aleena masih terpaku di tempatnya. Dia masih syok, rencana yang sudah dia susun dengan rapi terbongkar di depan para tamu undangan. Bukan hanya gagal mendapatkan kesenangan, setelah kejadian ini butik Aleena pun terancam bakal sepi pengunjung.


Butik mewah yang berada di sebuah pusat perbelanjaan terbesar dan sangat strategis. Butik yang dia gadang-gadang akan menjadi butik rujukan bagi para kalangan kelas atas. Kalangan dari mana keluarga besar Aleena berasal.


Mamanya Aleena yang juga syok, perlahan mendekat. "Apa yang kamu lakukan, Aleen?" tanya sang mama yang datang sendirian karena sang papa yang berdinas di luar negeri sedang sibuk. Sang papa tidak dapat menghadiri acara grand opening butik dan sebagai gantinya, dia menghadiahi acara meriah yang sangat mahal ini untuk putrinya.


Wanita paruh baya tersebut nampak menahan amarah karena malu dengan perbuatan putrinya. Dia marah pada sang putri karena perbuatan Aleena seperti wanita yang tidak berpendidikan dan tidak memiliki etika. Dia juga malu sama teman-teman sosialitanya yang juga hadir di sana karena ulah Aleena.


"Ma, Aleen ... Aleen tidak bermaksud membuat Mama malu, Ma. Aleen, Aleen hanya ingin mendapatkan kembali cinta sejati Aleen, Ma," ucapnya, terbata.


"Cinta sejati?" Sang mama geleng-geleng kepala. "Cinta sejati itu tidak memaksa, Aleen! Lihat, apa yang kamu lakukan barusan? Itu bukan cinta sejati, Nak! Itu obsesi!" Wanita paruh baya tersebut, menghela napas berat. Dadanya tiba-tiba terasa sesak.


Aleena terdiam. 'Jika saja istri Gilang tidak mendengar percakapanku dengan pelayan itu, malam ini Erlan pasti sudah menjadi milikku!'


Ya, Aleena menyuruh pelayan hotel untuk memasukkan serbuk ke dalam minuman Erlan, Gilang, dan pasangan mereka berdua. Di minuman Gilang dan Ailee, dimasukkan obat tidur agar pasangan suami istri itu tidak mengganggu dan menggagalkan rencananya. Sementara di minuman Maida dan Erlan, dimasukkan obat perangsang.

__ADS_1


Aleena yang akan menjadi pemuas bagi Erlan. Sementara untuk Maida, Aleena sudah membayar mahal seorang gigolo agar Maida merasa malu dan jijik pada dirinya sendiri. Aleena bahkan sudah menyewa tiga kamar hotel untuk melancarkan aksinya.


'Siapa kira-kira di antara orang-orang yang telah aku bayar mahal itu yang berkhianat?' batin Aleena bertanya-tanya.


Wanita seksi itu tidak mengetahui bahwa hotel tempatnya menggelar acara adalah hotel yang bernaung di bawah bendera GCC milik Gilang. Tentu sangat mudah bagi Erlan untuk melakukan apa pun yang dia mau. Seperti menayangkan rekaman CCTV di saat acara grand opening butik Aleena masih berlangsung.


Ya, Erlan yang menyuruh manager hotel untuk bertindak cepat. Dia ingin Aleena membayar mahal atas perbuatannya pada istri Gilang. Bukan hanya penjara, Aleena juga harus mendapatkan hukuman sosial. Hukuman yang akan membuat dia jera dan menanggung malu seumur hidupnya.


"Aleen! Kamu dengar perkataan mama, tidak?" tanya sang mama, geram. Wanita paruh baya dengan dandanan berkelas itu lalu menampar keras pipi sang putri yang telah membuat dirinya malu, di depan teman-teman arisan yang malam ini diundang. Tamparan keras tersebut membuat pipi Aleena yang putih, nampak kemerahan.


"Ma! Mama menamparku?" seru Aleena bertanya, dia tidak percaya dengan apa yang barusan sang mama lakukan padanya. Dia juga tidak terima karena selama ini sang mama selalu mendukung apapun yang Aleena lakukan dan dia minta.


Aleena hendak membalas tamparan sang mama. Di saat yang sama, petugas keamanan hotel datang bersama beberapa orang petugas berseragam coklat. "Jangan kabur, Nona!" seru seorang petugas polisi yang datang karena mendapatkan laporan dari manager hotel, atas suruhan Erlan.


Wanita yang memakai gaun kurang bahan tersebut hendak kabur, tetapi dengan sigap seorang pemuda berparas tampan berhasil menangkapnya. "Mau kemana, Nona?" tanyanya seraya tersenyum manis.

__ADS_1


"Pangeran tampan, apakah kamu penyelamatku? Bawa aku pergi pangeran. Ayo, selamatkan aku dari mereka," celoteh Aleena yang berada dalam rangkulan pemuda tersebut.


☕☕☕ bersambung ... ☕☕☕


__ADS_2