
...~Happy Reading~...
"Halo, selamat pagi," sapa seorang dokter yang datang untuk mengecek keadaan Jingga.
Untuk sesaat, Jingga hanya terdiam menatap sosok wanita yang berbalut jas putih ala dokter dengan senyum anggun dan ramah nya. Entah perasaan apa yang kini ia rasakan, namun rasanya begitu aneh hingga membuat nya tidak bisa berkata kata.
"Jingga, bagaimana keadaan kamu? apakah sudah lebih baik? apa yang kamu rasakan saat ini?" tanya dokter itu sambil mengecek keadaan Jingga yang memang sudah lebih baik.
Sementara Langit yang melihat ekspresi istri nya ketika menatap dokter wanita itu pun, langsung memegang tangan Jingga dan menyadarkan nya.
"Kenapa wajah dokter—"
"Wajah saya?" tanya dokter itu mengerutkan dahi nya seolah bingung dengan pertanyaan Jingga, "Ah ini hanya jerawat kecil," imbuh nya masih dengan senyum manis di wajah nya.
"Bagaimana bisa?" gumam Jingga tak percaya.
__ADS_1
"Apakah harus di jelaskan perihal jerawat?" tanya Dokter wanita itu semakin bingung.
"Maafkan istri Saya dok. Tapi sepertinya anda salah paham, dia bukan membahas jerawat anda, tapi wajah anda!" ujar Langit datar tanpa menatap dokter tersebut.
"Wajah saya?" gumam nya lalu menyentuh wajah sendiri, "Ada apa dengan wajah saya?"
"Berapa umur dokter?" tanya Jingga tanpa perduli dengan percakapan sebelum nya.
Dokter itu semakin di landa kebingungan perihal pasien nya malah bertanya ke ranah pribadi.
"Apakah dokter melakukan operasi plastik?" tanya Jingga lagi dengan tatapan yang masih kosong.
Dengan raut wajah yang semakin bingung, dokter itupun menganggukkan kepala nya dan segera keluar. Padahal niat nya, sebelum dia pulang ke rumah, ia hanya ingin memastikan pasien nya baik baik saja dan benar bukan korban kekerasan seksual. Tapi ternyata dirinya malah di usir, batin dokter itu.
"Sayang... " sapa seorang laki laki yang sejak tadi sudah berkeliling untuk mencari keberadaan istri nya.
__ADS_1
"Kamu sudah dari tadi?" tanya dokter itu langsung menghampiri sang suami dan memeluk nya.
"Sekitar tiga puluh menit. Aku tadi ke ruangan kamu tapi kosong. Hey ada apa dengan wajah kamu hem?" tanya nya mengerutkan dahi ketika melihat wajah istri nya seperti di tekuk dan bingung.
"Aku semalam kedatangan pasien, masih anak anak. Astaga, kamu tahu keadaan nya, bibir nya berdarah dan dia juga pendarahan. Umur nya masih kecil, dan dia sudah hamil. Aku hanya takut kalau ternyata dia korban kekerasan seksual. Tapi kamu tahu Sayang, pas aku cek malah dia fokus sama jerawat aku. Sangat menyebabkan bukan," gumam nya berdecak dan memanyunkan bibir hingga membuat laki laki yang sejak tadi merangkul nya itu terkekeh gemas.
"Hahaha, bagus dong. Itu berarti pasien kamu perhatian, cup!"
"Iks, mana ada perhatian begitu."
"Sudahlah, jangan terlalu di pikirkan. Lebih baik kita pulang, dan kita lanjutkan mumpung pengganggu nya sedang sekolah!" bisik sang suami yang langsung mendapatkan cubitan keras di pinggang.
"Dokter Zara!" panggil seorang suster yang berhasil mengejar dokter wanita yang tengah asik bercanda dengan suami nya.
"Iya Sus, ada apa?" jawab dokter yang bernama Azara itu langsung membalikkan badan.
__ADS_1
"Pasien bernama Jingga, dia—"
Belum sempat suster menyelesaikan ucapan nya. Tiba tiba saja, dokter Azara segera bergegas dan berlari untuk kembali menuju ruangan Jingga. Tak berbeda dari Azara, suami nya pun ikut berlari mengejar istri nya.