Langit Jingga

Langit Jingga
Toko Buku


__ADS_3

Sepulang sekolah, Jingga lagi lagi tanpa sengaja bertemu dengan Nathan di sebuah toko buku. Entah apa yang di lakukan laki laki itu sampai terlihat begitu serius ketika melihat beberapa buku di rak.


Dorrr!


Pekik Jingga berhasil mengejutkan Nathan.


"Hehehe, sendirian aja Om?" tanya Jingga sambil matanya menatap sekeliling.


"Astaga, Jingga!" Nathan langsung mengusap dada nya karena masih terkejut dengan kedatangan Jingga, "Kamu ngapain disini? pulang sekolah harusnya pulang dulu. Bukan malah keluyuran begini!"


"Ih, Jingga mau cari buku!" kata Jingga sedikit memanyunkan bibir nya kesal.


Menurut Jingga, Nathan hampir mirip seperti ayah nya yang begitu cerewet dan suka mengatur.


"Om sendiri, ngapain disini? om mau ganti profesi?" tanya Jingga mengerutkan dahi, karena saat ini Nathan tengah berdiri di barisan rak buku kedokteran. Ada berbagai macam buku yang sudah di ambil oleh Nathan di dalam keranjang nya. Dan rata rata memang tentang pendidikan kedokteran.

__ADS_1


"Ckckck!" Nathan hanya menggelengkan kepala nya tanpa berniat menjawab pertanyaan Jingga, "Kamu mau cari apa?"


"Jingga mau cari Novel," jawab Jingga dengan cepat, "Om mau traktir Jingga sekalian? woahhh terimakasih Om!" pekik nya bahagia.


Dengan cepat, Jingga langsung bergegas menuju rak tujuan nya yang berada tak jauh dari posisi Nathan berdiri. Ia segera memilih beberapa buku novel yang ia cari. Sementara Nathan hanya mampu tersenyum kecil dan menggelengkan kepala nya.


Nathan sama sekali tidak keberatan dengan sikap Jingga. Ia justru merasa senang bila gadis itu masih bisa bersikap biasa seperti dulu ketika masih ada ayah nya.


Setelah memilih beberapa buku, Nathan segera mengajak Jingga ke kasir untuk membayar.


Keduanya nampak asik mengobrol dan bercerita, tak jarang juga Jingga menanggapi suara yang dari ujung telfon sana.


Namun, siapa sangka bahwa kebersamaan keduanya sejak tadi tak lepas dari pandangan seorang laki laki yang sengaja mengikuti Jingga sejak dari sekolah tadi.


'Kenapa kamu masih harus mengelak Jingga!' gumam nya dengan menggertakkan gigi dan mengepalkan tangan dengan kuat.

__ADS_1


Ya, Raihan sejak tadi sengaja mengikuti Jingga. Dan benar saja seperti dugaan nya. Bahwa Jingga bertemu lagi dengan laki laki dewasa yang tengah menjadi gosip panas di grup sekolah nya.


Marah, kecewa dan benci. Kini berhasil menguasai hati Raihan. Ia tidak menyangka bahwa ternyata Jingga sampai bisa melakukan hal seperti itu. Tanpa pikir panjang, ia pun segera bergegas pergi sebelum Jingga mengetahui keberadaan nya.


"Ya udah Om, Jingga mau pulang dulu. Takut di cariin om Langit," ujar Jingga terkekeh.


"Jadi kamu tinggal dengan nya?" tanya Nathan kini wajah nya berubah menjadi datar.


"Huum," Jingga menganggukkan kepala nya, sambil memasukkan buku buku nya ke dalam tas agar tidak ribet.


"Umur kalian sangat jauh, kenapa kamu mau dengan nya?" tanya Nathan lagi begitu penasaran.


"Gak tau, cinta itu tidak perlu alasan, dan memilih harus kepada siapa. Tapi cinta itu soal perasaan, ketulusan dan kenyamanan dari dalam hati kita. Jingga sendiri gak tau, tapi Jingga nyaman ada di deket om Langit!" kata Jingga tersenyum dan menganggukkan kepala nya.


"Tapi kamu akan terluka kalau sampai bersama nya Jingga!" ucap Nathan berusaha mengingatkan, "Tidak seharusnya kamu dengan Langit!"

__ADS_1


"Terluka?" Jingga langsung mengerutkan dahi nya menatap Nathan, "Bahkan Jingga sudah khatam dengan kata itu," imbuh nya di sertai senyum getir di wajah nya, hingga membuat Nathan hanya bisa terdiam.


__ADS_2