
...~Happy Reading~...
Hari ini, adalah hari tasyakuran untuk baby twins Langit dan Jingga. Dua bayi laki laki yang begitu tampan dan tak kalah menggemaskan dari sang kakak Angkasa.
Putra ketiga dan ke empat Langit yang di beri nama Sky Gaharu dan Akasa Gaharu. Dua nama yang berarti sama dengan nama sang Ayah. Dua nama yang sudah sejak dulu Langit siapkan untuk anak pertama nya. Namun, sayang karena anak pertama nya lahir tanpa ada dirinya dan Jingga lah yang memberikan nama tersebut.
Kini, lengkaplah sudah putra dan putri Langit Jingga, satu perempuan dan tiga laki-laki.
"Selamat Bro!" ucap Gerry seraya memeluk dan menepuk bahu sahabat nya yang kini tengah menggendong si kecil.
"Wajah mereka sangat mirip, aku bahkan tidak bisa membedakan nya," imbuh Maxim seraya mengerutkan dahi ketika melihat dia bayi yang berada di gendongan Langit dan Jingga.
"Akasa ganteng nya kaya Asa. Kalau Sky ganteng kaya Willy, ya kan Wil?" saut Asa yang tiba tiba muncul bersama dengan Willy.
__ADS_1
"Betul!" kata Willy menganggukkan kepala tanda setuju.
"Gak ah! gantengan adek Akasa daripada Asa," goda Maxim menahan tawa nya.
"Enggak! ganteng nya sama!" seru Asa tak terima.
"Iya, iya ganteng nya sama." kata Jingga menghela nafas nya dengan berat.
"Oh iya, kak Gery sama kak Maxim sendirian aja kesini?" tanya Jingga mengalihkan pembicaraan.
"Istri ku sedang menemani adiknya di rumah sakit," kata Maxim menghela nafas berat.
"Kenapa?" tanya Jingga dan Langit bersamaan.
__ADS_1
"Siska baru saja mengalami keguguran. Dan entahlah, sepertinya ada sedikit kendala juga jadi dia agak lama di rumah sakit. Suaminya masih bertugas di Papua, jadi istri ku yang menemani," jelas Maxim panjang lebar.
"Anak anak?" tanya Jingga lagi.
"Duh, Jingga. Anak anak ku sudah pada besar. Mana mau dia di ajak ke acara seperti ini, lebih baik mereka jalan bersama teman teman nya, ckckc!" keluh Maxim yang memang sangat jarang merasakan famili time dengan keluarga nya.
"Nah, mumpung anak anak kamu masih pada kecil. Masih bentuk tuyul semua, jadi kamu puasin masa masa kebersamaan ini. Nanti, kalau anak kalian udah besar kaya anak kami, pasti kalian akan ngerasa kehilangan moment seperti sekarang," kata Gery dengan senyum tipis di wajah nya.
"Ya nanti kalau anak anak sudah besar, kita bikin lagi ya Mas. Biar punya anak kecil terus, " ucap Jingga tanpa filter Jingga membuat Langit langsung menatap tajam pada istri nya.
"Gak mau!" jawab Langit langsung menggelengkan kepala nya.
Dirinya sudah cukup lelah menghadapi Jingga kala hamil si kembar. Belum lagi drama ketika akan melahirkan, membuat Langit sangat frustasi. Lagi pula anak nya kini sudah empat, jadi Langit rasa sudah cukup. Selain itu, umur nya juga sudah tak muda lagi, jadi lebih baik ia fokus mengurus empat anak nya daripada sibuk cetak gol lagi, pikir nya.
__ADS_1
"Ihh, kakak Bintang belum punya temen. Ini mah kembar temen Asa semua. Kasihan kakak Bintang," ujar Jingga dengan wajah memelas nya.
"Memang dede bayinya gimana bikin nya Bun? nanti Asa bikinin deh buat kakak!" celetuk Asa tiba tiba setelah menyimak obrolan para orang dewasa, seketika membuat keempat orang dewasa yang sejak tadi berbincang langsung diam dan menatap ke arah sumber suara.