
FLASH BACK ON
*****
2008 SMA MERAH PUTIH
*****
LOMBA PUISI
"Baik teman-teman semua, sekarang sudah memasuki perlombaan selanjutnya. Lomba puisi. Kita langsung panggilkan, Langit dan Jingga." Ucap sang Kakak kelas yang menjadi MC hari itu.
*****
Jingga
Hai, Langit.
Sapaku hari ini padanya.
Kau tersenyum?
Langit
Hai, Jingga.
Jawabku hari ini padanya.
Aku tersenyum karena itu kamu.
Kau tau,
Jingga itu sombong,
Sesombong ia memamerkan ronanya.
Jingga
Kau tau Langit,
Kau pun begitu sombong,
Dengan angkuh,
Kau memamerkan bentang cerahmu
Hingga terkadang,
Kau membuat orang memandang,
Kau terlalu berkuasa.
Langit
Jingga, semburat warnamu indah,
Tapi membuat yang melihat menjadi rindu,
Kau, mendatangkan rindu,
Tapi tak pernah mendamaikan rindu.
Jingga
Langit, kau itu sebuah ruang,
Ruang di mana banyak orang memandang dan bermimpi.
Bermimpi terbang tinggi,
Hingga lupa ia akan terjatuh,
Karena tak bersayap.
Langit
Kau mampu membuat rindu, Jingga...
Tapi kau lupa meredamnya,
Kau tau, bermimpi merindukanmu,
Adalah sebuah hal yang mustahil.
Jingga
Langit, kau congkak sekali,
Dan aku tau itu,
__ADS_1
Tapi hinanya,
Jingga selalu datang.
Langit
Aku tak pernah angkuh,
Kalau aku angkuh,
Buat apa aku memberimu ruang untukmu mengisi bentangku yang cerah dengan semburat Jingga mu?
Jingga
Iya. Kau menang. Kau benar.
Jingga memang hanya datang sesaat.
Tapi, kau tau Langit,
Jika tak ada Jingga,
Langit tak menjadi indah.
Langit, tak akan menjadi harapan,
Kau, hanya di jadikan tempat persinggahan sementara oleh mentari.
Langit
Ini bukan perihal menang dan kalah.
Ini perihal peraduan.
Yang angkuh, yang congkak bukan Langit.
Tapi Jingga, yang datang tanpa bertanya,
Dan pergi tanpa pamit.
Tapi selalu memberikan rindu berlebih.
Jingga
Bicara peraduan, Langit memang peraduan untuk Jingga,
Dan Jingga tau, ia tak akan bisa datang dan pergi tanpa adanya Langit,
Tapi jangan terpikat terlalu lama,
Karena Jingga mampu membuatmu jatuh rindu,
Sejatuh-jatuhnya.
Langit
Curang !!
Itu kau, Jingga !!
Membuat orang jatuh cinta,
Membuat orang merindu,
Membuat orang merasa sepi
Terhanyut dalam kenangan.
Tapi, kau !!
Datang seenakmu
Pergi sesukamu
Tapi, Langit,
Tak pernah gusar akan hal itu.
Jingga
Maaf...
Terima kasih...
Peraduanku,
Langitku,
Langit
__ADS_1
Jingga,
Datanglah kembali,
Langit selalu menyambutmu,
Pergilah jika kau ingin pergi,
Langit tak pernah menghalangi,
Jika kau rindu,
Kau tau harus kemana,
Semburat jinggamu,
Meronakan sosok angkuhku.
Jingga
Terima kasih, Langit...
Kau baik,
Hingga jingga tak mampu berkata,
Ke angkuhanmu,
Membuat jingga semakin rindu,
Langit
Adalah sebuah ruang untuk Jingga
Jingga
Dan Jingga selalu kembali ke peraduannya.
*****
Tepuk tangan dan sorak sorai penonton meramaikan suasana lomba puisi hari itu. Langit dan Jingga bak King and Queen di angkatannya.
Jelas sudah pemenang lomba puisi hari itu adalah Langit dan Jingga.
Siapapun perempuannya, ingin pasti bersanding dengan Langit.
Dan siapapun laki-lakinya, sudah tak usah ditanya, mereka ingin bersanding dengan Jingga.
Dari dulu hingga kini, Langit Jingga tak pernah akur. Ada saja yang diperdebatkan. Tapi, itu warnanya.
Langit tak ada Jingga, tak berwarna.
Jingga tak ada Langit, tak bisa datang dan kembali.
Langit membutuhkan warna yaitu Jingga.
Jingga butuh tempat peraduan yaitu Langit.
FLASH BACK OFF
******
Terima kasih buat para pembaca Langit Jingga. Semoga profil characternya memuaskan ya...
Jika pun tidak, mohon di iya-kan saja. Hehehe...
Sekali lagi, terima kasih. Ditunggu ibu jarinya untuk klik tombol like.
Sampai jumpa di karya saya selanjutnya.
******
PROFIL CHARACTER
******
LANGIT - JINGGA
JUNA - NABILA
DAFFA - MALA
__ADS_1
BIMO - CHIKA