Langit Jingga

Langit Jingga
Azara


__ADS_3

...~Happy Reading~...


...Flashback.......


Oeekkk


Oeekkk


Oeekkk


"Selamat Pak, kedua putri anda lahir dengan sehat, selamat dan begitu cantik." ucap seorang dokter wanita seraya memperlihatkan seorang bayi mungil yang baru saja lahir.


"Terimakasih Sus," jawab laki-laki tersebut dengan senyum manis nya, dan segera menggendong bayi nya, "Bagaimana keadaan istri saya sus?"


"Keadaan istri bapak, saat ini masih di tangani. Dan juga, putri anda yang satu lagi mengalami sedikit masalah." ujar suster itu, seketika membuat Faris mematung.

__ADS_1


"Ada apa dengan putri saya?" tanya Faris lagi, "Putri saya baik baik saja kan Dok?" imbuh nya khawatir.


"Bismillah ya Pak, doakan yang terbaik,"


Setelah mengatakan hal itu, dokter pun segera bergegas untuk memeriksa lebih lanjut keadaan salah satu bayi nya.


Faris segera meng-adzani putri pertama nya. Ia meletakkan kembali bayi nya ke tempat tidur bayi yang berada di ruangan itu.


Hingga tiba tiba, ia mendengar suara pintu yang baru saja di buka oleh seseorang.


"Aku akan mengembalikan perusahaan mu, asal berikan salah satu dari mereka" ucap orang itu dengan senyum sinis menatap pada Faris.


"Aku kakek nya! jadi aku berhak mengambil salah satu dari mereka!" ucap laki laki tersebut membuat Faris mengepalkan tangan nya dengan kuat.


Dialah Fahri, ayah kandung dari Faris. Namun, ia tidak merestui pernikahan Faris dan juga Elsa, karena Elsa bukan dari keluarga berada. Faris pun menikahi Elsa juga karena Elsa sudah lebih dulu mengandung. Tentu saja itu karena ulah Faris yang begitu nakal.

__ADS_1


Namun, meskipun Faris begitu berandal dan nakal, dirinya bisa membangun bisnis di usia yang masih sangat muda. Kini, usia nya baru menginjak sembilan belas tahun, namun ia sudah berhasil membeli rumah dan membuat perusahaan, walaupun kini perusahan nya di ambang kebangkrutan karena ulah ayah kandung nya sendiri.


Sementara tujuan Fahri datang, bukan karena ingin menerima Elsa. Ia hanya ingin mengambil salah satu anak Faris agar bisa meneruskan perusahaan nya kelak. Karena anak Fahri hanyalah Faris seorang namun ia tidak mau menerima Elsa.


"Pikirkan keadaan istri mu yang lemah itu. Dan juga bila salah satu dari mereka ikut dengan ku, maka hidupnya akan terjamin dan menjadi pewaris ku!"


Faris hanya terdiam, ia tidak mampu menjawab. Ia tidak mau. melepaskan putri nya. Walau ia tahu bahwa ayah nya tidak akan bertindak jahat pada keturunan nya. Namun, berpisah salah hal yang sangat berat untuk nya.


Hingga beberapa saat, dokter datang dan mengatakan bahwa salah satu putri nya mengalami kelainan jantung. Faris pun akhirnya menyetujui permintaan sang ayah, karena ia tahu bahwa putri nya akan membutuhkan biaya yang sangat besar.


"Berikan dia nama Azara." ucap Faris begitu lirih ketika menyerahkan putri nya kepada ayah nya.


"Cih, kamu tidak perlu repot repot memberikan nya nama. Lebih baik, kau urus istri dan anak mu! dan untuk perusahaan, jangan kau pikirkan!" kata Fahri dengan sinis lalu segera membawa cucu nya pergi sejauh mungkin.


Tidak ingin mempertemukan anak dan cucu nya. Akhirnya Fahri membawa Azara ke luar negri. Ia pun menyerahkan seluruh perusahaan yang ada di Indonesia untuk di kelola oleh Faris. Dan hingga ketika Azara dewasa, ia pergi ke Indonesia dan bertemu dengan orang tua kandung nya. Namun, Azara begitu enggan untuk menemui karena ia masih terluka.

__ADS_1


Azara mengira bahwa orang tua nya tidak menginginkan nya. Orang tua nya hanya menginginkan Azura dan rela menjual dirinya hingga pada akhirnya ia di tebus oleh sang kakek dan di ajak tinggal di luar negri. Itulah mengapa Azara tidak mau menemui orang tua kandung nya. Namun ketika orang tua nya meninggal, Azara ikut hadir dalam penyesalan karena tidak sempat bertemu dengan mereka.


...Flashback of...


__ADS_2