
...~Happy Reading~...
Eughhh!
Jingga mulai menggeliat kan tubuh nya, ketika merasakan sinar matahari mulai memasuki ruang kamar nya. Ketika ia membuka mata, bibir nya pun sedikit terangkat dan tangan nya mulai mengusap lembut rahang kokoh milik sangat suami yang masih bermimpi dalam tidur nya.
"Terimakasih, cup!" gumam Jingga begitu lirih, lalu ia mengecup bibir Langit sekilas.
Ketika dirinya hendak beranjak dari tempat tidur, tanpa ia sangka bahwa ternyata Langit sudah terbangun dari tidur nya dan mencekal tangan nya.
"Lepasin Mas," rengek Jingga memanyunkan bibir dengan sebal.
"Kamu sudah bangunin, Mas. Jadi kamu harus tanggung jawab," kata Langit dan langsung menarik tangan istri nya hingga kini terlentang di depan nya.
"Sekali lagi, ya?" bisik Langit di telinga Jingga.
Posisi keduanya masih tanpa busana, lantaran semalam mereka memainkan pertandingan hingga hampir pagi. Dan kini, Langit menagih nya lagi.
__ADS_1
"Mas, Jingga capek loh!" katanya cemberut.
"Ga udah, kamu diem aja. Biar mas yang kerja," bisik nya begitu terdengar seksi, hingga membuat tubuh Jingga kembali bergetar.
Langit langsung menindih tubuh Jingga, lalu mencium bibir nya dengan sangat lembut. Namun, lama lama ciuman itu berubah menjadi ciuman yang panas dan menuntut. Jingga yang awal nya hanya ingin diam pun, akhirnya membuka suara dan menjadi sangat agresif.
Ahhhh
Suara desahann demi desahann memenuhi ruang kamar Langit dan Jingga di pagi hari. Keduanya hanyut dalam olah raga pagi yang membuat tubuh keduanya melayang hebat. Hingga, setelah beberapa saat keduanya terkapar setelah berhasil memenangkan pertandingan.
"Kamu ngeselin," cetus Jingga yang masih sibuk mengatur napas nya.
"Sukalah," jawab Jingga tersenyum malu malu.
"Mandi gih, terus kerja." kata Jingga mengalihkan pembicaraan, kini posisi Jingga tidur membelakangi Langit. Dan tangan nya mengusap usap lengan kekar Langit.
"Mandi bareng," ajak Langit namun dengan cepat Jingga langsung memukul lengan suami nya, hingga membuat sang empu nya mengaduh kesakitan namun juga tergelak.
__ADS_1
"Kamu ikut ke kantor lagi?"
"Enggak, Jingga mau di rumah saja. Gapapa ya? Jingga masih capek," rengek nya begitu manja.
"Baiklah, mas ngerti. Mas mandi dulu ya, Cup!" setelah mengecup bibir Jingga, Langit pun segera beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
"Mas Langittttt!" teriak Jingga begitu kesal, lantaran suaminya berjalan tanpa menggunakan apapun.
"Kenapa sayang? mau lagi?" goda Langit malah berbalik dan tersenyum mesuum pada istri nya.
"Buruan masuk gak? Jingga lempar bantal nih!" ancam Jingga dengan menutup wajahnya dengan bantal, tentu saja gak itu membuat Langit semakin tertawa terbahak bahak.
Padahal Jingga sudah sering merasakan nya, lantas mengapa wanita itu harus berteriak coba, pikir Langit terkekeh.
Mendengar suara pintu kamar mandi yang tertutup, membuat Jingga pun berani membuka bantal nya. Ia menghela napas dengan cukup berat, lalu ia segera membereskan kekacauan yang sudah ia buat. Tentu saja dirinya memakai kembali pakaian yang semalam ia gunakan terlebih dulu.
Setelah itu, Jingga juga menyiapkan pakaian untuk Langit pergi ke kantor. Entah mengapa, ia merasa dada nya kian terasa sangat sesak.
__ADS_1
'Ayah, Bunda... kuatkan Jingga,' gumam Jingga dalam hati lalu memejamkan matanya dengan erat. Ia tidak mau menangis lagi, sebisa mungkin dirinya ingin selalu terlihat ceria dan bahagia. Namun mengapa begitu sulit, pikir nya