
...~Happy Reading~...
Ketika membuka mata, Jingga merasakan sesak yang begitu luar biasa di dada nya. Kepalanya kian berdenyut hingga membuat pandangan nya kabur.
Menghela nafas berat, Jingga menguatkan diri untuk beranjak dan mencari sesuatu dalam tas nya.
'Kamu dimana?' gumam nya dengan suara begitu lirih menahan sakit.
'Gak disini, ada dimana, hiks hiks hiks. Dimana?' gumam nya semakin bertambah panik ketika tidak menemukan benda yang ia cari.
Tidak ingin membuat semua orang panik, Jingga pun dengan sekuat tenaga melangkahkan kaki untuk mengunci pintu nya. Ia segera berjalan kembali menuju kamar mandi dan mengunci pintu juga.
'Gak boleh Jingga. Gak boleh hiks hiks hiks. Jangan seperti ini, ku mohon Jingga. Jangan, aku mohon hiks hiks.' Di antara sadar dan tidak sadar, Jingga kembali meracau sambil menjambak rambut nya dengan frustasi.
Di bawah kucuran air shower, Jingga menumpahkan tangis nya. Ia berteriak sekuat tenaga nya untuk melampiaskan semua perasaan nya.
Selama ini, Jingga mengalami PTSD, atau yang biasa di sebut dengan Gangguan Stres pacatrauma. Namun, sebisa mungkin Jingga menyembunyikan dari anak-anak nya. Maka dari itu, bila kondisi seperti saat ini, Jingga memilih mengurung diri di dalam kamar dan menangis di dalam kamar mandi, agar tidak ada yang mengetahui nya.
Tok .. tok... tok..
__ADS_1
"Bunda?" panggil seorang anak kecil yang sejak tadi mengetuk pintu kamar Jingga, namun sudah beberapa menit ia berdiri di sana. Bunda nya tak juga membukakan pintu.
"Bunda bobo ya?" tanya nya lagi, dan masih sama dirinya tidak mendapatkan sautan.
"Asa ngapain?" tanya sang kakak menghampiri adik nya.
"Asa mau tidul sama bunda. Bunda na gak mau buka pintu, " jawab Asa seraya memanyunkan bibir nya kesal.
"Bunda lagi istirahat dulu. Kamu main sama kakak aja yuk. Kita cari kak Raihan, beli es krim, mau gak?" ajak Bintang yang langsung di balas senyum semangat empat lima oleh Asa.
"Asa mau tiga es klim nya!" ucap anak itu sambil menunjukkan ke lima jari nya.
"Itu namanya lima, bukan tiga!" kata Bintang menggelengkan kepala nya terkekeh.
Sementara Jingga yang mendengar suara kedua anak nya, sekuat tenaga mengumpulkan kesadaran nya. Namun tak semudah yang ia bayangkan, tanpa obat itu, dirinya begitu sulit untuk menghentikan rasa sakit yang ia rasakan.
'aku harus segera menemukan nya. Tapi dimana? Hiks hiks, aku butuh kamu.'
'Bintang, Angkasa. Gak Jingga, kamu harus tetap sadar. Jangan seperti ini hiks hiks. Gak boleh begini, harus cepet cari obat itu, ayo Jingga! Hiks hiks hiks.'
__ADS_1
'Aku menaruh nya dimana!' jerit nya begitu frustasi kala tidak kunjung menemukan nya.
Dengan keadaan tubuh yang basah kuyup, Jingga terus mengobrak abrik seluruh isi koper nya. Ia membongkar baju baju nya untuk mencari keberadaan obat anti depresien yang selama ini ia konsumsi. Berat, sangat berat, hanya saja Jingga selalu bisa menutupi semua itu.
Ketika Jingga meninggalkan Langit, ia memutuskan akan pergi ke luar kota. Namun, ternyata ia bertemu dengan Nathan. Jingga menerima tawaran Nathan karena saat itu ia tidak tahu bahwa Nathan kakak ipar nya. Hingga saat ketika dirinya tidak sengaja melihat foto pernikahan Nathan dan Zara hingga membuat penyakit Jingga kambuh kembali.
Jingga berusaha kabur dan meninggalkan rumah Nathan, namun dirinya pingsan dan di nyatakan hamil oleh Zara. Ketakutan Jingga semakin bertambah, namun Zara tak henti henti nya memberikan semangat dan motivasi untuk Jingga. Selama ini Zara lah yang menemani Jingga, membantu Jingga dan selalu menguatkan nya. Hingga pada akhirnya Jingga bisa menerima kehadiran sang kakak.
Ini juga menjadi alasan Jingga, mengapa dirinya begitu lama di luar negeri. Karena ia takut bila Langit mengetahui penyakit yang ia derita, maka Langit akan meninggalkan nya. Dan setiap kali Jingga merasa ketakutan, maka sakit itu akan muncul dan membuatnya harus mengurung diri di dalam kamar.
...^^^. ^^^...
.... ...
.... ...
...🍁🍁🍁🍁...
...Jangan lupa ninggalin jejak woy!...
__ADS_1
...Jangan kaya kunti yang gentangan gak ada jejak, 🙄...
...Minimal Like sama komen, beuh mommy udah seneng banget. Apalagi kasih bonus, tambah seneng dan semangat lagi buat ngudek2 emosi kalian. Serius 🙈🙈🙈🤣🤣🤣...