
...~Happy Reading~...
*SD Pelita Indah*
Begitu mendengar suara bel istirahat, Asa segera berlari menuju toilet lantaran merasa perut nya bergejolak ingin memuntahkan sesuatu.
Rasa mual yang sudah ia tahan sejak pagi tadi, kini akhirnya bisa ia keluarkan dengan lega.
Bintang, yang mendapatkan kabar dari teman sekelas adiknya yang mengatakan bahwa Asa muntah muntah, segera berlari menyusul ke toilet.
"Asa, kamu gapapa?" tanya Bintang dengan raut wajah khawatir.
"Kakak, perut Asa... emm—
Hoeekkk!
Lagi dan lagi, Asa mengeluarkan seluruh isi perut nya. Dan kini, tubuh nya kian terasa lemas dengan wajah yang sedikit pucat.
" Kakak telfon Ayah ya," kata Bintang hendak berlari menuju ruang guru namun tangan nya di tahan oleh Asa.
"Gapapa kok Kak, Asa gapapa. Kan cuma muntah aja!" ucap Asa begitu yakin.
__ADS_1
"Kamu muntah, wajah kamu pucat, Asa!"
"Kakak tau gak, kenapa Asa muntah?" tanya Asa seolah mengerutkan dahi.
"Gak tau, makanya kakak telfon Ayah, nanti kita ke rumah sakit, " ujar Bintang.
"Asa muntah karena Hamil, kak!" pekik Asa dengan wajah berbinar nya. Yang mana seketika membuat Bintang merubah ekspresi wajah nya menjadi datar.
"Jangan ngawur kamu, Asa. Mana mungkin!"
"Kakak, dari pagi Asa muntah muntah, ini tanda hamil kan?" seru Asa lalu berjingkrak.
"Asa, kamu gak hamil!" kata Bintang menghela nafas nya dengan kasar.
"Asa, berhenti!" seru Bintang tak habis pikir, "Kamu gak hamil, dan gak akan pernah hamil! mengerti!" tekan nya sekali lagi namun Asa tampak tidak mempercayai ucapan sang kakak.
"Asa kenapa?" tanya seorang anak laki-laki yang umur nya lebih muda dari Asa ketika memasuki toilet.
"Willy, aku hamil!" pekik Asa kembali bersemangat menatap sang sepupu.
"Really?" Tanya Willy memastikan dengan wajah ikut berbinar, "Yeeyy, Willy jadi abang lagi!"
__ADS_1
"Astaghfirullah, Asa kamu gak hamil!" pekik Bintang frustasi.
"Asa, hamil, kak! ihh kakak gak percaya!" cetus Asa memanyunkan bibir dengan kesal.
"Asa, kamu laki laki, dan laki laki gak mungkin bisa hamil!" ucap Bintang seketika membuat Asa tersadar.
"Iya, Asa, kata papa, laki laki tidak bisa hamil," saut Willy ikut memanyunkan bibir dengan kecewa.
"Oh iya, berarti Asa gak hamil?" gumam nya pelan.
Kini wajah Willy dan Asa nampak begitu murung, sementara Bintang bernafas lega karena akhirnya adik nya mengerti dan paham atas ucapan nya.
"Auwhhh!" pekik Asa tiba tiba yang membuat Bintang dan Willy panik.
"Asa, kamu gapapa?" tanya Willy dan Bintang bersamaan.
"Bayinya nendang!" seru Asa dengan wajah yang kembali sumringah di tambah tangan yang langsung memegang perut nya.
"AllahuAkbar! Asa kamu cowokkkk!" teriak Bintang frustasi. Ia pun tidak ingin berlarut dalam kegilaan sang adik, hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi meninggalkan toilet.
Namun, baru beberapa langkah Bintang pergi. Ia mendengar suara sesuatu yang jatuh, dan tak berapa lama sepupu nya berteriak hingga membuat nya mau tak mau kembali masuk dalam toilet.
__ADS_1
"Asaaa!" seru Bintang langsung menghampiri adik nya yang sudah tidak sadarkan diri di lantai toilet.
Bintang segera menyuruh Willy agar meminta bantuan kepada guru. Sementara dia menemani Asa dan berusaha untuk menyadarkan sang adik. Wajah nya kini selain terlihat pucat dengan kulit yang begitu dingin, hingga membuat Bintang semakin di kanda panik serta khawatir.