
...~Happy Reading~...
Siang ini, Langit pamit kepada Jingga untuk ke kantor. Sudah hampir satu minggu Jingga di rumah sakit dan Langit meninggalkan pekerjaan nya. Dan kini. Langit memang benar benar harus menghadiri meeting penting. Sehingga dirinya harus Meninggalkan Jingga.
"Hanya sebentar, paling lama satu jam. Oke!" kata Langit membujuk Jingga.
"Tapi balik nanti bawain kue ya!" ucap Jingga menatap Langit dengan mata berbinar.
"Kue apa?" tanya Langit mengerutkan dahi. Entah mengapa setiap kali Jingga meminta sesuatu, membuat perasaan Langit dilema.
Bagaimana tidak dilema, di turuti salah, tidak di turuti akan semakin parah. Pasal nya, permintaan yang Jingga inginkan tidak lah main main.
Beberapa waktu lalu, Jingga sampai meminta pada Maxim untuk membawakan nya sate padang. Namun, harus dengan Maxim yang membakar nya sendiri. Lengkap dengan video saat membakar dan membungkus.
Sementara Gery juga tak terlewatkan. Baru kemarin Jingga meminta agar Gery membelikan nya mie goreng di sebuah penjual gerobak pinggir jalan. Namun, Jingga meminta agar Gery membeli mie terlebih dulu dari supermarket untuk di masak di gerobak tersebut.
Dan kini. Jingga menginginkan sebuah kue. Langit sangat yakin bahwa kue itu bukanlah sembarang kue.
__ADS_1
"Mau nastar!" jawab Jingga dengan mata berbinar nya.
Untuk sesaat, Langit menghela napas lega. Ia tersenyum karena istrinya hanya meminta kue nastar. Namun, seketika senyum itu menghilang setelah mendengar perkataan Jingga selanjut nya.
"Tapi Jingga gak mau yang isi nanas!" katanya dengan memanyunkan bibir sebal.
"Sayang, ... " Langit bingung harus berkata apa, karena ia takut akan menyakiti perasaan Jingga.
Nastar tanpa nanas, lalu apa? batin Langit ingin berteriak.
"Durian kayaknya enak!" imbuh Jingga seraya menelan Saliva nya.
"Ih bukan. Maksud Jingga, kue nastar tapi isi durian," kata Jingga merapat ucapan nya, "Duh Jingga mau banget . Kayaknya enak deh, ngebayangin nya aja udah enak banget!"
Langit menghela napas nya dengan kasar. Sudah ia duga sejak awal, bahwa ngidam ala istri nya sangat lah ajaib. Sangat tidak mungkin bila Jingga menginginkan sesuatu namun sangat mudah di dapatkan. Dan kini dirinya akan mencari kemana kue nastar dengan isi durian?
'Untung sayang. Kalau enggak ... ' gumam Langit dalam hati ingin mengumpat, namun tak tega. Karena biar bagaimana pun. istrinya sedang mengandung anak nya. Darah daging nya dan penerus usaha nya.
__ADS_1
"Baiklah, mas akan carikan. Mas pergi dulu ya, cup!" Langit mengecup kening Jingga lalu segera pergi.
Urusan kue nastar, biarkan lah nanti dia lempar kepada Maxim, pikir nya. Yang penting kini dirinya segera menemui klien itu karena sudah cukup lama menunggu.
Setelah sampai di kantor, Langit segera memberitahu Maxim agar segera mencarikan kue tersebut sebelum meeting selesai. Tentu saja Maxim sangat terkejut dan tidak terima.
"Yang bener aja dong Lang!" protes Maxim ketika Langit hendak masuk ke dalam ruang meeting.
"Kepala ku sudah pusing Max. Jangan ganggu dulu, lebih baik sekarang kami cepat carikan. Satu jam dari sekarang?" kata Langit lalu bergegas memasuki ruangan.
"Temen gak ada akhlak kamu Lang! kamu yang enak kami yang sesad!" umpat nya begitu marah dan kesal.
"Astaga, kenapa ada manusia seperti mereka!' gumam nya dalam hati.
.
.
__ADS_1
.
...Tuh kan, di sebelah udah 4 bab. disini juga 4 bab biar gak iri. Jadi kalian jangan pelit ya. Jari mommy pegel nih, 😪Luangin waktu buat like komen dan vote nya 🤣🤣🤣...